
<p>Kepada saudaraku yang sedang sakit, hendaklah kita tetap bersabar dengan takdir Allah <i>Ta’ala </i>dan terus berdoa memohon kesembuhan hanya kepada-Nya. Sebagimana kisah Nabi Ayyub <i>‘alaihis salaam </i>yang Allah <i>Ta’ala </i>ceritakan dalam firman-Nya<i>,</i></p>
<p style="text-align: right;"><b>وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآَتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ</b></p>
<p><i>“Dan ingatlah kisah Ayyub, ketika dia menyeru Rabb-nya, ’Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang’</i><i>.  </i><i>Maka </i><b><i>Kami pun memperkenankan doanya itu, lalu kami lenyapkan penyakit yang ada padanya.</i></b><i> Dan kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah”</i> <b>(QS. Al-Anbiya’ [21]: 83).</b></p>
<p>Allah <i>Ta’ala </i>pun memuji kesabaran Nabi Ayyub <i>‘alaihis salaam </i>ini dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;"><b>إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ</b></p>
<p><i>“Sesungguhnya kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. </i><b><i>Dialah sebaik-baik hamba.</i></b><i> Sesungguhnya dia amat taat kepada Rabb-nya” </i><b>(QS. Shaad [38]: 44).</b></p>
<p>Di antara bentuk kesabaran tersebut adalah dengan menahan diri untuk tidak menempuh metode pengobatan yang haram atau bahkan termasuk dalam kesyirikan, semisal berobat ke dukun atau paranormal. Orang-orang yang berobat ke dukun, adalah cerminan orang-orang yang tidak bisa bersabar. <b>Karena sabar tidak hanya mencakup bersabar dalam menghadapi musibah, namun juga mencakup kesabaran dalam melaksanakan ketaatan dan juga bersabar untuk tidak bermaksiat kepada-Nya. </b></p>
<p>Allah <i>Ta’ala</i> berfirman,</p>
<p style="text-align: right;"><b>وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى</b></p>
<p><i>“Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat </i><b><i>dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.</i></b><i> Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kami-lah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa” </i><b>(QS. Thaha [20]: 132).</b></p>
<p>Allah <i>Ta’ala</i> juga berfirman tentang Nabi Yusuf <i>‘alaihis salaam,</i></p>
<p style="text-align: right;"><b>قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ</b></p>
<p><i>“Yusuf berkata, ‘Wahai Tuhanku, </i><b><i>penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.</i></b><i> Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh’” </i><b>(QS. Yusuf [12]: 33).</b></p>
<p>Selain bersabar, kita juga harus senantiasa bertawakal kepada-Nya dengan terus berusaha mencari kesembuhan melalui cara atau metode yang tidak bertentangan dengan syariat, karena Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wasallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>إن الله خلق الداء و الدواء، فتداووا، و لا تتداووا بحرام</b></p>
<p><i>”Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah, </i><b><i>dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram</i></b><i>”</i> <b>(HR. Thabrani. Dinilai </b><b><i>hasan </i></b><b>oleh Syaikh Albani dalam </b><b><i>Silsilah Ash-Shahihah </i></b><b>no. 1633).</b></p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa allam </i>juga bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><b>إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَجْعَلْ شِفَاءَكُمْ فِيمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ</b></p>
<p><i>”Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian </i><b><i>dalam sesuatu yang diharamkan-Nya</i></b><i>” </i><b>(HR. Bukhari no. 15).</b></p>
<p>***</p>
<p>Selesai disempurnakan di sore hari, Rotterdam NL 1 Muharram 1438 H/21 September 2017</p>
<p>Yang senantiasa membutuhkan ampunan Rabb-nya,</p>
<p>Penulis: <a href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim">Muhammad Saifudin Hakim</a><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
<p> </p>
 