
<p>Bagi anda yang sudah ingin nikah namun sulit untuk menikah atau sulit untuk menemukan calon pasangan idaman, maka renungkan dan perhatikanlah beberapa nasehat ringkas berikut ini:</p>

<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>1. Luruskan niat, menikah untuk mencari rida Allah</strong></span></h2>
<p>Karena menikah adalah ibadah dan perintah dari Allah dan Rasul-Nya. Allah <em>Ta’ala </em>memerintahkan kita untuk menikah dalam firnan-Nya,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ</span></p>
<p><em>“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” </em><strong>(QS. An-Nur: 32)</strong>.</p>
<p>Dalam ayat di atas menggunakan kata وَأَنْكِحُوا (nikahkanlah) yang merupakan <em>fi’il amr</em> (kata perintah).</p>
<p>Nabi <em>shallallahu‘alaihi wa sallam </em>juga memerintahkan kita untuk menikah, beliau bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ</span></p>
<p>“Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu obat pengekang nafsunya” <strong>(HR. Bukhari no. 5056, Muslim no. 1400)</strong>.</p>
<p>Dalam hadis di atas juga digunakan <em>fi’il amr</em> فَلْيَتَزَوَّجْ (menikahlah).</p>
<p>Maka jika niat sudah benar, apapun kekurangan yang ada pada calon pasanganmu, maka bersikap longgarlah, selama ia adalah orang yang mau diajak bersama-sama mencari rida Allah.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/20250-orang-tua-mencarikan-jodoh-untuk-anak.html" data-darkreader-inline-color="">Orang Tua Mencarikan Jodoh untuk Anak</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>2. Sulit jodoh itu adalah musibah, dan musibah terjadi karena maksiat, maka banyak-banyaklah bertaubat kepada Allah dari semua maksiat.</strong></span></h2>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ</span></p>
<p><em>“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”</em> <strong>(Qs. Asy-Syuura: 30)</strong>.</p>
<p>Akuilah semua dosa-dosa dan kesalahanmu selama ini, baik yang kecil-kecilan apalagi dosa yang besar. Tinggalkan itu semua dan sesalilah. Bertaubatlah kepada Allah. Semoga Allah angkat musibah darimu.</p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Jauhi juga maksiat-maksiat dalam proses mencari pasangan seperti:</span></strong></p>
<ul>
<li>pacaran,</li>
<li>berdua-duaan,</li>
<li>
<em>chatting</em> dengan lawan jenis tanpa kebutuhan,</li>
<li>
<em>flirting</em>/ rayu-merayu padahal belum halal,</li>
<li>melihat-lihat foto para <em>akhwat</em>
</li>
<li>berbohong dan menipu demi tampil baik dihadapan calon pasangan,</li>
<li>merusak rumah tangga orang lain,</li>
<li>dan lain-lain,</li>
</ul>
<p>karena ini hanya akan menambah musibahmu.</p>
<p>Orang yang banyak bertaubat dan meminta ampunan kepada Allah, akan diberikan kemudahan dalam memperoleh keturunan dan jodoh tentunya. Karena tidaklah orang memiliki keturunan kecuali ia menikah terlebih dahulu. Allah <em>ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا</span></p>
<p><em>“Aku mengatakan: beristighfarlah kepada Rabb kalian, karena ia Maha Pengampun. Ia akan mengirimkan hujan yang melimpah melalui langit kepada kalian. Dan Ia akan memberikan harta serta anak-anak kepada kalian, serta menumbuhkan kebun-kebun kalian dan mengalirkan sungai-sungai kalian”</em> <strong>(QS. Nuh: 10-12)</strong>.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/45147-tidak-ada-jomblo-atau-bujangan-di-surga.html" data-darkreader-inline-color="">Tidak Ada Jomblo atau Bujangan Di Surga</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>3. Sulit jodoh adalah masalah. Allah menjanjikan jalan keluar dari masalah, bagi orang yang bertakwa.</strong></span></h2>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب</span></p>
<p><em>“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar baginya. Dan akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia duga”</em> <strong>(QS. Ath-Thalaq: 2-3)</strong>.</p>
<p>Dijelaskan dengan indah oleh Ibnu Abi Izz Al-Hanafi <em>rahimahullah,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فقد ضمن الله للمتقين أن يجعل لهم مخرجا مما يضيق على الناس، وأن يرزقهم من حيث لا يحتسبون، فإذا لم يحصل ذلك دل على أن في التقوى خللا، فليستغفر الله وليتب إليه</span></p>
<p>“Allah <em>ta’ala</em> <strong>menjamin</strong> bagi orang-orang bertakwa bahwa Ia akan memberikan jalan keluar dari perkara yang menyulitkannya dalam hubungan terhadap manusia. Dan Allah <strong>menjamin</strong> bahwa Ia akan memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.</p>
<p>Jika itu belum terjadi, maka ini menunjukkan bahwa dalam ketakwaannya masih ada cacat. Maka hendaknya ia meminta ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadanya” <strong>(<em>Syarah Al Aqidah Ath Thahawiyah </em>dengan <em>ta’liq</em> Syaikh Yasin Abul Abbas Al-Adeni hal. 333-334)</strong>.</p>
<p>Maka bagi yang punya masalah dan solusi belum kunjung datang, coba renungkan,</p>
<ul>
<li>mungkin akidahmu belum lurus,</li>
<li>mungkin shalatmu belum benar,</li>
<li>mungkin belajar agamamu masih kurang semangat,</li>
<li>mungkin zikirmu belum banyak,</li>
<li>mungkin menutup auratmu belum sempurna,</li>
<li>mungkin baktimu kepada orang tua masih kurang,</li>
<li>mungkin sedekahmu kurang banyak,</li>
<li>mungkin lisanmu masih suka <em>offside, </em>dan</li>
<li>mungkin semua yang kau lakukan di atas masih kurang ikhlas.</li>
</ul>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/7970-hukum-membaca-ramalan-bintang-zodiak-dan-shio.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Membaca Ramalan Bintang, Zodiak dan Shio</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>4. Utamakan sisi agama, perkara lain bersikap longgarlah!</strong></span></h2>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">تُنْكَحُ المَرْأَةُ لأرْبَعٍ: لِمالِها ولِحَسَبِها وجَمالِها ولِدِينِها، فاظْفَرْ بذاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَداكَ</span></p>
<p>“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi” <strong>(HR. Bukhari no.5090, Muslim no.1466)</strong>.</p>
<p>Dari Abu Hatim Al Muzanni <em>radhiallahu’anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>juga bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إذا جاءَكم مَن ترضَونَ دينَه وخُلقَه فأنكِحوهُ ، إلَّا تفعلوا تَكن فتنةٌ في الأرضِ وفسادٌ</span></p>
<p>“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi” <strong>(HR. Tirmidzi no.1085. Al-Albani berkata dalam <em>Shahih At-Tirmidzi </em>bahwa hadis ini <em>hasan lighairihi</em>)</strong>.</p>
<p><strong>Carilah pasangan yang shalih atau shalihah, yang mau taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mau tunduk kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Itulah yang utama. Andaipun ada kekurangan dalam hal lain:</strong></p>
<ul>
<li>kurang ganteng / cantik,</li>
<li>kurang pintar,</li>
<li>kurang kaya,</li>
<li>kurang besar gajinya,</li>
<li>kurang modis,</li>
<li>kurang kurus,</li>
<li>kurang gemuk,</li>
<li>dan lainnya,</li>
</ul>
<p>maka bersikap longgarlah. Sebab semua hal-hal ini pun kelak akan sirna juga. Namun apa yang diniatkan untuk Allah <em>ta’ala,</em> akan senantiasa abadi. Allah <em>ta’ala </em>berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ</span></p>
<p><em>“Apa yang ada pada kalian akan sirna. Dan apa yang ada di sisi Allah akan abadi”</em> <strong>(QS. An-Nahl: 96)</strong>.</p>
<p>Boleh saja mempertimbangkan hal-hal di atas, namun jangan jadikan patokan utama sehingga membuatmu menjauh dari calon pasangan yang <em>shalih</em> atau <em>shalihah.</em></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/5855-rintihan-seorang-ibu.html" data-darkreader-inline-color="">Rintihan Seorang Ibu</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/58298-ketika-wanita-muslimah-menikah-dengan-lelaki-non-muslim.html" data-darkreader-inline-color="">Ketika Wanita Muslimah Menikah dengan Lelaki Non Muslim</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>[Bersambung]</strong></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color="">Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 