
<p>Sebagian kaum muslimin, mereka disibukkan dengan <em>traveling</em> keliling Indonesia atau bahkan dunia, mengunjungi tempat-tempat wisata, <em>adventure</em> ke gunung, pantai, danau atau tempat-tempat lainnya.</p>
<p>Setelah ke tempat A, kemudian berlanjut ke tempat B , begitu seterusnya. Kalau ada kesempatan, mereka pergi bertualang. Meskipun mungkin harus membayar sejumlah uang yang cukup banyak, atau mereka berlelah dalam itu semua. Mereka rela.</p>
<p>Indonesia (atau dunia) ini memang luas, banyak tempat-tempat indah, jadi sayang rasanya jika tidak sempat berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Baik itu untuk tujuan piknik, <em>rihlah</em>, mengagumi ciptaan Allah, bersenang-senang dan lainnya.</p>
<p>Namun, seandainya seseorang itu lebih sibuk untuk menuntut ilmu, belajar Al Quran dan Hadits, beramal sholeh dan perbuatan-perbuatan kebaikan lainnya, tentu itu jauh lebih utama baginya.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ</p>
<p>“<em>Berlomba-lombalah kamu (mengerjakan amal kebaikan) untuk mendapatkan ampunan dari Tuhan kamu dan (untuk mendapatkan) Surga yang luasnya seluas langit dan bumi</em>” (QS. Al Hadid : 21).</p>
<p>Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi pernah bercerita mengenai Penduduk Surga yang paling terakhir masuk Surga, dan ia merupakan penduduk Surga yang paling rendah derajatnya ,</p>
<p>Allah berfirman kepadanya (setelah ia keluar dari neraka), “<em>Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya</em>”.</p>
<p>Ya, balasan paling rendah di akhirat kelak adalah Surga yang luasnya seperti bumi dan 10 kali lipat dari bumi kita sekarang. Bayangkan, betapa luasnya? Padahal ini adalah derajat terendah.</p>
<p>Maka akan lebih baik jika seseorang lebih banyak beramal shalih untuk mendapatkan Surga daripada disibukkan dengan <em>travelling</em>, <em>adventure</em> dan semisalnya.</p>
<p>Kelak jika seandainya ia masuk Surga, ia bisa ber-<em>travelling</em>, ber-<em>adventure</em> sepuasnya di surga-Nya yang amat sangat luas itu.</p>
<p>Tidak ada larangan untuk ber-<em>travelling</em>, adventure, namun hendaknya seorang Muslim lebih banyak mempersiapkan, memperluas surga tempat kembalinya kelak dengan beramal sholeh.</p>
<p>Surga lebih indah, lebih luas daripada dunia sekarang. Tentunya <em>travelling</em>, <em>adventure</em> di sana akan lebih indah , lebih puas, tanpa bayar, tanpa lelah dan lebih-lebih lainnya bukan?</p>
<p>Ndak ada ruginya kalo tidak sempat <em>travelling</em> di dunia. Di Surga kelak, dengan luasnya yang amat sangat, kesempatan itu akan dapat diperoleh.</p>
<p>Lagipula, bukankah Allah menyuruh kita untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan? Bukan berlomba-lomba untuk banyak-banyakan trip, <em>adventure</em>, kulineran , demi kesenangan kita semata?</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ</p>
<p>“<em>Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu</em>” (QS. Al Hadid : 20).</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Boris Tanesia</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
 