
<p><span style="font-weight: 400;">Berbagai musibah terjadi di negeri yang kita cintai ini, dari mulai gempa, angin kencang, longsor, banjir, dan berbagai macam wabah penyakit serta berbagai bentuk krisis, baik krisis ekonomi, keamanan, maupun akhlak. Semua itu, satu persatu, silih berganti datang menjelang, belum selesai tertangani masalah yang satu, muncul masalah yang lain.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada apa gerangan? Simaklah sebuah kabar yang tidak mungkin salah dan pasti benarnya, yang berasal dari Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">. </span><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman :</span></p>
<p style="text-align: right;">وَما أَصابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِما كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian)”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Asy-Syuuraa: 30).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Katsiir </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan,</span></p>
<p style="text-align: right;">وقوله وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم أي مهما أصابكم أيها الناس من المصائب فإنما هو عن سيئات تقدمت لكم ويعفو عن كثير أي من السيئات ، فلا يجازيكم عليها بل يعفو عنها، ولو يؤاخذ الله الناس بما كسبوا ما ترك على ظهرها من دابة</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan firman-Nya (yang artinya) </span><b>dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian </b><span style="font-weight: 400;">maksudnya wahai manusia! musibah apapun yang menimpa kalian, semata-mata karena keburukan (dosa) yang kalian lakukan. </span><b>“Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian)”</b><span style="font-weight: 400;"> maksudnya adalah memaafkan dosa-dosa kalian, maka Dia tidak membalasnya dengan siksaan, bahkan memaafkannya.</span><b> Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan perbuatannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun</b><span style="font-weight: 400;"> (Faathir: 45) (<em>Tafsir Ibnu Katsiir</em>: 4/404).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menafsirkan ayat di atas,</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">يخبر تعالى، أنه ما أصاب العباد من مصيبة في أبدانهم وأموالهم وأولادهم وفيما يحبون ويكون عزيزا عليهم، إلا بسبب ما قدمته أيديهم من السيئات، وأن ما يعفو اللّه عنه أكثر، فإن اللّه لا يظلم العباد، ولكن أنفسهم يظلمون </span><b>وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ</b><span style="font-weight: 400;"> وليس إهمالا منه تعالى تأخير العقوبات ولا عجزا. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Allah</span><i><span style="font-weight: 400;"> Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">memberitahukan bahwa tidak ada satupun musibah yang menimpa hamba-hamba-Nya, baik musibah yang menimpa tubuh, harta, anak, dan menimpa sesuatu yang mereka cintai serta (musibah tersebut) berat mereka rasakan, kecuali (semua musibah itu terjadi) karena perbuatan dosa yang telah mereka lakukan dan bahwa dosa-dosa (mereka) yang Allah ampuni lebih banyak.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena Allah tidak menganiaya hamba-hamba-Nya, namun merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.</span> <b>Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan perbuatannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun</b><span style="font-weight: 400;">, dan menunda siksa itu bukan karena Dia teledor dan lemah”</span> <span style="font-weight: 400;">(<em>Tafsir As-Sa’di</em>: 899).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Baghawi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menukilkan perkataan seorang tabi’in pakar tafsir Ikrimah </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah,</span></i></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">ما من نكبة أصابت عبدا فما فوقها إلا بذنب لم يكن الله ليغفر له إلا بها، أو درجة لم يكن الله ليبلغها إلا بها . </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada satupun musibah yang menimpa seorang hamba, demikian pula musibah yang lebih besar (dan luas) darinya, kecuali karena sebab dosa yang Allah mengampuninya hanya dengan (cara menimpakan) musibah tersebut (kepadanya) atau  Allah hendak mengangkat derajatnya (kepada suatu derajat kemuliaan) hanya dengan (cara menimpakan) musibah tersebut (kepadanya)”</span> <span style="font-weight: 400;">(<em>Tafsir Al-Baghawi</em>: 4/85)</span></p>
<p><b>(Bersambung)</b></p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 