
<p>Kesulitan keuangan di awal-awal nikah itu suatu yang wajar.</p>
<p>Mungkin di awal-awal nikah, bisa jadi sampai harta berharganya dijual demi penuhi kebutuhan keluarga. Namun jangan khawatir, janji Allah pasti.</p>
<p>Tak percaya?</p>
<p>Coba renungkan.</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ</p>
<p>“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).</p>
<p>Nikah adalah suatu ketaatan. Dan tidak mungkin Allah membiarkan hamba-Nya sengsara ketika mereka ingin berbuat kebaikan semisal menikah.</p>
<p>Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah akan senantiasa menolong orang yang ingin menjaga kesucian dirinya lewat menikah.</p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda tentang tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Di antaranya,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ</p>
<p>“… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An Nasai no. 3218, At Tirmidzi no. 1655. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).</p>
<p>Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani An Nasai membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”.</p>
<p>Jika Allah telah menjanjikan demikian, itu berarti pasti. Maka mengapa mesti ragu?</p>
<p>Moga tidak takut lagi untuk sempurnakan separuh agama. Doa kami teruntuk setiap pasangan pengantin anyar, moga Allah mudahkan setiap urusannya dan mengangkat setiap kesulitannya.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun di 2 Sya’ban 1436 H, di <a href="http://darushsholihin.com" target="_blank">Darush Sholihin Gunungkidul</a></p>
<p>Penulis: <a href="http://ruma">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://remajaislam.com">RemajaIslam.Com</a></p>
 