
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <a href="https://muslim.or.id/31608-modal-dasar-berdoa-pada-allah-7.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (7)</a></em></p>
<h2><b>Inilah empat perkara yang dibutuhkan seorang manusia!</b></h2>
<p>Terdapat sebuah kaidah yang ulama mengingatkan kita dengannya, bahwa setiap makhluk hidup pastilah butuh untuk mendapatkan manfaat dan terhindar dari mudarat (kerugian, kerusakan dan bahaya).</p>
<p>Padahal untuk bisa mendapatkan manfaat dan menghindari mudarat, tentulah seorang hamba membutuhkan sarana yang digunakan untuk bisa meraih keduanya.</p>
<p>Oleh karena itulah, hakikatnya manusia membutuhkan empat perkara berikut ini, yaitu:</p>
<p><b>Pertama,</b> sesuatu yang dicintai, disukai, dicari, dituju, dan diinginkan keberadaannya.</p>
<p><b>Kedua,</b> sesuatu yang tidak dicintai, tak disukai lagi dibenci dan tidak diinginkan keberadaannya.</p>
<p><b>Ketiga,</b> sarana untuk mendapatkan sesuatu yang dicintai.</p>
<p><b>Keempat,</b> sarana untuk menghindari sesuatu yang tidak dicintai.</p>
<p>Keempat hal ini adalah kebutuhan yang mendasar bagi manusia, bahkan bagi setiap makhluk hidup. Tidak mungkin ia hidup dan menjadi baik kecuali dengan empat perkara tersebut!</p>
<h2>
<b>Yang Maha Mampu memenuhi keempat perkara itu semuanya hanyalah Allah </b><b><i>Ta’ala </i></b><b>semata!</b>
</h2>
<p>Ketahuilah, bahwa Allah <i>Ta’ala </i>satu-satunya <i>Dzat </i>yang dicintai, dituju, dan disembah dengan hak, tiada sekutu bagi-Nya.</p>
<p>Dan hakekatnya Allah <i>Ta’ala </i>pula satu-satunya Sang Penolong agar hamba mendapatkan sesuatu yang dicintai tersebut.</p>
<p>Inilah hakikatnya makna yang tersirat dalam bacaan seorang hamba dalam salatnya:</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</b></h3>
<p><i>“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan</i>.”</p>
<p>Karena sesungguhnya <i>ibadatullah</i> dalam ayat di atas mengandung tujuan yang dicari dalam bentuk paling sempurna, dan <i>isti’anah billah wahdah</i> mengandung sarana untuk mendapatkan tujuan yang dicari tersebut.</p>
<p>Atau dengan kata lain, bahwa hakikatnya Allah <i>Ta’ala </i>satu-satunya Dzat yang dicintai, dituju dan disembah dengan hak, tiada sekutu bagi-Nya dan Allah <i>Ta’ala </i>pula satu-satunya Sang Penolong untuk mendapatkan sesuatu yang dicintai tersebut!</p>
<p>Dua perkara yang agung dan mendasar ini terdapat dalam tujuh ayat dalam Al-Qur`an Al-Karim, yaitu:</p>
<p>Dalam surat Al-Fatihah,</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</b></h3>
<p><i>“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan</i>.”</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ</b></h3>
<p><i>“Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” </i>(QS. Huud: 88).</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ</b></h3>
<p><i>“Maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya.</i>(QS. Huud: 123).</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا</b></h3>
<p><i>“Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat.” </i>(Q.S. Al-Mumtahanah: 4).</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ</b></h3>
<p><i>“Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” </i>(QS. Al-Furqaan: 58).</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ</b></h3>
<p><i>“Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat.”</i> (QS. Ar-Ra’du: 30).</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا</b></h3>
<p>“<i>Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” </i>(QS. Al-Muzzammil: 9).</p>
<p><b>[bersambung]</b></p>
<h2>Daftar link artikel ini:</h2>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/31102-modal-dasar-berdoa-pada-allah-1.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31293-modal-dasar-berdoa-pada-allah-2.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31481-modal-dasar-berdoa-pada-allah-3.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (3)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31585-modal-dasar-berdoa-pada-allah-4.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (4)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31588-modal-dasar-berdoa-pada-allah-5.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (5)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31604-modal-dasar-berdoa-pada-allah-6.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (6)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31608-modal-dasar-berdoa-pada-allah-7.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (7)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31609-modal-dasar-berdoa-pada-allah-8.html">Modal Dasar Berdoa pada Allah (8)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 