
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Dakwah adalah Jalan para Rasul, para Sahabat Rasulullah </b><b><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </i></b><b>dan para Imam Kaum Muslimin</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">telah mengutus para rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihimush shalatu was salamu </span></i><span style="font-weight: 400;">sebagai da’i yang mengajak hamba-hamba-Nya untuk beribadah kepada Allah semata dengan meniti jalan yang lurus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Para rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihimush shalatu was salamu </span></i><span style="font-weight: 400;">telah menjelaskan agama yang Allah turunkan dengan sempurna, mereka telah menegakkan hujjah, memberi peringatan, membawa kabar gembira serta menghilangkan syubhat sehingga tidak ada alasan untuk menyatakan tidak mengetahui agama Islam dan tidak ada alasan untuk tidak menerima agama Islam. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: right;">… لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“…agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Al-Anfaal: 42).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Para rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihimush shalatu was salamu </span></i><span style="font-weight: 400;">telah membebaskan umat mereka dari perbudakan terhadap hawa nafsu dan syahwat sehingga mereka menghamba kepada Allah semata, dan mendorong umat untuk meraih keridhaan Allah. Tidak ada satu kebaikan pun kecuali telah mereka jelaskan dan tidak ada satu keburukan pun kecuali telah mereka peringatkan. Dan yang paling sempurna melaksanakan tugas </span><i><span style="font-weight: 400;">Ad-Dakwah ilallah </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah Rasulullah Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan membawa ajaran yang paling sempurna.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lalu tongkat estafet dakwah diteruskan oleh para sahabat Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">, tabi’in, dan tabi’ut-tabi’in, para imam kaum muslimin, ulama mereka dan da’i-da’i </span><i><span style="font-weight: 400;">ilallah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">dan para pengikut beliau mengajak kepada Allah di atas ilmu yang shahih.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: right;">قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan ilmu (yang benar), Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Yusuf: 108).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Agama Allah tidaklah tersebar, dan kebaikan sebuah masyarakat pun tidaklah terwujud kecuali dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">Ad-Dakwah ilallah.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebaliknya, sebuah umat tidaklah binasa, sebuah umat tidaklah diazab, dan keburukan tidaklah tersebar di tengah-tengah umat kecuali karena akibat meninggalkan dakwah ataupun tidak memberikan perhatian yang semestinya kepada dakawah tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kebutuhan manusia terhadap dakwah melebihi kebutuhan manusia terhadap makan dan minum. Seseorang yang terkena musibah kelaparan sehingga tidak mendapatkan makanan dan minuman, maka akibat terparahnya adalah mati, namun jika orang yang mati kelaparan tersebut adalah orang yang bertakwa, maka kematian itupun menghantarkannya kepada surga. Akan tetapi, apabila seseorang berpaling dari seruan </span><i><span style="font-weight: 400;">Ad-Dakwah ilallah </span></i><span style="font-weight: 400;">dan menolaknya, maka ancamannya bukan hanya kematian, namun juga adzab neraka yang menyala-nyala.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Skala Prioritas dalam Berdakwah </b><b><i>Ilallah</i></b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Perlu diingat, bahwa ajaran agama Islam itu keutamaannya beranekaragam dan bertingkat-tingkat, ada yang termulia dan paling mendasar, ada pula yang tidak demikian, namun keyakinan yang pasti adalah semua ajaran Islam itu mulia dan penting. Oleh karena itu di dalam mendakwahkan Islam pun perlu diperhatikan skala prioritas. Dahulukan perkara yang </span><b>terpenting dan termulia </b><span style="font-weight: 400;">sebelum perkara yang </span><b>penting dan mulia.</b><span style="font-weight: 400;"> Dahulukan </span><b>perkara yang mendasar </b><span style="font-weight: 400;">sebelum </span><b>perkara yang terbangun di atas dasar tersebut</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam mendakwahkan ajaran Islam, ketika seorang da’i menghadapi dua pilihan dan keadaan yang menuntut harus dipilih salah satunya, maka dahulukan perkara yang wajib sebelum perkara yang sunnah, karena perintah Allah itu ada yang wajib dan ada pula yang sunnah untuk dikerjakan. Demikian pula, dahulukan melarang dari perkara yang haram, sebelum melarang dari perkara yang makruh, karena larangan Allah itu ada yang haram dilakukan dan ada pula yang makruh dilakukan.</span></p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">***<br>
</span></p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
 