
<p><a href="http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/1199/membuat-radar-bisnis-digital-dengan-snarfer--twitter" target="_blank">Radar bisnis berbasis desktop</a> memang sudah bagus. Tapi bila ada versi web-nya, kenapa tidak kita coba juga. Betul tidak? </p>
<p>Berikut langkah-langkah praktis untuk merakit radar Anda dengan bantuan <em>Google News</em> dan<em> Google Reader</em>:</p>
<p><strong>1. Buatlah akun di gmail.com</strong></p>
<p>Jika tidak punya akun, Anda tidak akan bisa mengakses <em><a href="http://www.google.com/reader" target="_blank">Google Reader</a></em>. Jika tidak bisa mengakses<em> Google Reader</em>, maka Anda tidak mungkin meneruskan proses mengasyikkan ini. Jadi, buatlah. Gratis <em>kok</em>. </p>
<p><strong>2. Akseslah<em> Google Reader</em></strong></p>
<p>Bila Anda sudah punya akun di Gmail.com, sekarang waktunya untuk login ke dalam dunia layanan <em>Google</em> alias <em>The Google Planet</em>. Lokasi “<em>Reader</em>” alias pembaca <em>feed </em>buatan <em>Google</em> ini ada di panel bagian atas layar<em> browser</em> Anda. Biasanya link untuk menuju layanan gratisan ini ada di sebelah link menuju layanan “<em>Photos</em>“. Bila sudah ketemu, langsung saja <em>klik</em> link tersebut. <em>Don’t be shy</em> …. <em>hihihihi </em>….</p>
<p><strong>3. <em>Time for Google News</em></strong></p>
<p>Oke, untuk sementara, kita tinggalkan dulu <em>Google Reader</em>-nya. Sekarang kita masuk ke <em>Google News</em> dulu. Untuk mengaksesnya, arahkan <em>browser</em> Anda ke alamat berikut; <a href="http://news.google.com" target="_blank">http://news.google.com</a>. Bagi kita yang tinggal di Indonesia, brand <em>Google News</em> diubah oleh <em>Google</em> menjadi <em>Google</em> Warta Indonesia. Di antara keduanya memang terdapat perbedaan yang cukup mendasar. <em>Google News </em>secara <em>default</em> menyajikan berita-berita yang ditulis dalam bahasa Inggris sementara <em>Google</em> Warta penuh dengan sinyal-sinyal berbahasa Indonesia. Tergantung dengan bisnis yang Anda geluti, kedua versi ini sebenarnya sama-sama berguna.</p>
<p>Keberadaan <em>Google News</em> di sini bisa dianalogikan dengan <em>twitter search</em> dalam tulisan sebelumnya, yakni sebagai sumber sinyal. Tapi tentu saja, antara<em> Google News</em> dan <em>Twitter Search</em> jelas berbeda. Di dalam<em> twitter</em>, sinyal yang kita dapatkan adalah <em>tweet</em> atau kicauan-kicauan dari semua pengguna <em>twitter</em>. Sementara di <em>Google News</em> lain, di sini semua sinyal adalah berita. Beda <em>banget</em> bukan?</p>
<p>Di <em>twitter</em>, kicauan-kicauan para pengguna <em>twitter</em> belum tentu berita resmi, sementara di <em>Google News</em> sebaliknya. Hampir semua sinyal yang ada di <em>Google News</em> adalah berita yang umumnya ditulis oleh jurnalis atau <em>blogger</em> professional. Maklum, tidak semua situs atau kantor berita bisa masuk ke dalam daftar indeks berita <em>Google.</em> Hanya kantor berita atau <em>news outlet</em> tertentu saja yang bisa. </p>
<p><strong>4. Pilih sinyal yang akan Anda pantau</strong></p>
<p>Sama seperti apa yang sudah Anda lakukan di <em>twitter search</em>, bila Anda sudah melihat halaman <em>Google News</em> dengan kotak pencariannya terpampang di depan mata, maka sekarang waktunya untuk memasukkan sinyal-sinyal Anda. Untuk lebih jelas, di sini saya masih akan menggunakan contoh kasus Warung Angkring Pak Kumis. Sebagai pemilik bisnis kuliner, tentu saja Pak Kumis tertarik dengan sinyal-sinyal yang terkait dengan bisnisnya. Sinyal-sinyal yang akan dipantau oleh Pak Kumis antara lain; wisata kuliner, angkringan, restaurant, warteg, pisang goreng, es teh, es jeruk, pajak rumah makan, bondan winarno, william wongso, rudi choiruddin, dan sejenisnya.</p>
<p>Semua sinyal di atas, harus dimasukkan (ketik) ke dalam <em>box search Google News</em>. Di tahap ini, pak kumis hanya perlu melakukan sesuatu yang sering dilakukannya ketika ia sedang menggunakan Google.com. Bila ingin tahu tentang “Pak Kumis”, maka masukkan saja <em>query</em> “Pak Kumis” ke dalam <em>box</em> pencarian Google.com. Klik <em>enter</em> dan jadi <em>deh </em>…. <em>as simple as that</em>.</p>
<p><strong>5. Ambil <em>rss feed</em> hasil pencarian</strong></p>
<p>Bila <em>twitter search</em> meletakkan<em> feed</em> hasil pencariannya di bagian atas kanan halaman hasil pencarian, maka <em>Google</em> agak sedikit berbeda. Alih-alih di atas, <em>Google News</em> justru menempatkan <em>link</em> untuk mengambil <em>rss feed</em> dari hasil pencarian (baca: sinyal) kita di bagian bawah. Tepatnya di bawah <em>box</em> pencarian yang ada di bagian bawah halaman hasil pencarian. </p>
<p>Cara mengambil linknya tetap sama; klik kanan <em>icon Rss Feed</em> kemudian pilih “<em>Copy link address</em>” (jika Anda menggunakan <em>Chrome</em>) atau “<em>Copy Link Location</em>” (di <em>Firefox</em>). <em>Paste</em> ke mana link tersebut? Baca langkah berikutnya.</p>
<p><strong>6. Masukkan <em>feed</em> ke <em>Google Reader</em></strong></p>
<p>Kembali lagi ke <em>Reader</em>, setelah meng-<em>copy</em> <em>link</em> tulisan, sekarang waktunya untuk menempelkan (baca: <em>paste</em>) link tersebut ke panel <em>subscription</em> Anda di <em>Reader</em>. Caranya mudah <em>kok</em>. Di bagian atas kiri <em>Google Reader</em>, Anda akan menjumpai <em>button</em> “<em>Add a subscription</em>“. Di dalam<em> field </em>inilah <em>url</em> atau<em> link </em>dari <em>rss feed</em> sinyal Anda tadi dimasukkan. Bila sudah, tekan <em>button</em> “<em>Add</em>“. Lalu tunggulah sebentar. <em>Google Reader</em> membutuhkan beberapa detik saja untuk me-<em>load</em> hasil pencarian Anda tadi. Kecepatan <em>loading</em> ini sangat tergantung dengan koneksi internet Anda tentunya. Semakin cepat koneksi Anda, semakin bagus pula kinerja radar bisnis Anda. </p>
<p><strong>7. Oke, Anda sudah selesai.</strong></p>
<p>Untuk menambahkan sinyal-sinyal lain, Anda hanya perlu mengulang langkah 4 – 6. <em>Hei</em>, bagaimana? Ternyata tidak susah <em>toh </em>merakit radar bisnis Anda? Salah satu kelebihan radar bisnis ini ketimbang radar sebelumnya adalah dari sisi <em>accessibility</em>. Dengan <em><a href="http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/1199/membuat-radar-bisnis-digital-dengan-snarfer--twitter" target="_blank">Snarfer</a></em> yang ringan dan terinstal di laptop, Anda memang bisa membawa-bawa radar bisnis Anda kemanapun Anda pergi. Tapi dengan <em>Google Reader</em>, tanpa laptop pun Anda tetap bisa mengakses radar Anda. Selama ada jaringan internet tentunya. </p>
<p>Secara tidak sadar … sebenarnya saya sudah mencoba untuk membawa Anda ke era <em>cloud computing</em> alias komputasi awan. Di tulisan-tulisan berikutnya, saya harap bisa membawakan kepada Anda beberapa topik menarik sekaligus praktis terkait pemanfaatan komputasi awan untuk kemajuan bisnis Anda. </p>
<p>Baiklah, sekian dulu tulisan saya kali ini. Semoga Anda berkenan. Bila ada kritik dan saran. Jangan sungkan meninggalkan komentar. Terima kasih dan <em>Wassalamu’alaikum.</em></p>
<p> </p>
<p><strong>Artikel <a>www.PengusahaMuslim.com</a></strong></p>
 