
<p>Ada keutamaan menunggu imam dan ini juga jadi pelajaran bahwa untuk mengumandangkan iqamah tidak mesti terburu-buru.</p>
<p>Dari Anas <em>radhiyallahu ‘anhu </em>bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pada suatu malam mengakhirkan shalat Isya sampai tengah malam. Kemudian beliau menghadap kami setelah shalat, lalu bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">صَلَّى النَّاسُ وَرَقَدُوا وَلَمْ تَزَالُوا فِى صَلاَةٍ مُنْذُ انْتَظَرْتُمُوهَا</p>
<p>“<em>Orang-orang shalat dan tidur, sedangkan kalian terus menerus di dalam shalat sejak kalian menunggu shalat tersebut.</em>” (HR. Bukhari, no. 661)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Kesimpulan Mutiara Hadits</span></h4>
<p> </p>
<ul>
<li>Hadits ini menunjukkan keutamaan menunggu shalat dan tidak cepat-cepat untuk melaksanakannya (menyegerakan <em>iqamah</em>).</li>
<li>Shalat bersama imam dengan menunggunya lebih utama daripada seseorang lebih dahulu shalat kemudian tidur. Kata Ibnu Hajar Al-Asqalani <em>rahimahullah</em>, walaupun nantinya ia melaksanakan shalat sendiri atau berjamaah. Hal ini juga menunjukkan bahwa jamaah itu bertingkat-tingkat.</li>
<li>Selama menunggu shalat dihitung berada dalam shalat.</li>
<li>Boleh mengundurkan waktu shalat Isya. Bahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin <em>rahimahullah</em> shalat Isya di akhir waktu lebih afdhal selama tidak memberatkan jamaah. Jika sampai memberatkan, lebih baik shalat Isya dimajukan waktunya. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali juga berpandangan dianjurkannya shalat Isya untuk diakhirkan.</li>
<li>Waktu shalat Isya hingga pertengahan malam.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Referensi: <strong>(1)</strong> <em>Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin </em>karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, 2: 241-242.<strong> (2)</strong> <em>Fath Al-Bari </em>karya Ibnu Hajar Al-Asqalani terbitan Dar Thiybah, 2: 138. <strong>(3)</strong> <em>Kunuz Riyadh Ash-Shalihin</em>, 13: 352-356. <strong>(4) </strong><em>Syarh Riyadh Ash-Shalihin</em> karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, 5: 68.</p>
<p> </p>
<p>—</p>
<p><a href="http://DarushSholihin.Com" target="_blank">@ DS, Panggang, Gunungkidul, R</a>abu pagi, 22 Rajab 1438 H</p>
<p>Oleh: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Follow Us : Facebook <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal" target="_blank">Muhammad Abduh Tuasikal</a> (bisa ikuti kajian LIVE via Facebook)</p>
<p>Fans Page Facebook <a href="https://www.facebook.com/rumaysho/" target="_blank">Rumasyho</a> | Twitter <a href="https://twitter.com/RumayshoCom" target="_blank">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Instagram <a href="https://www.instagram.com/rumayshocom/" target="_blank">@RumayshoCom</a> <strong>|</strong> Channel Telegram <a href="https://telegram.me/rumayshocom" target="_blank">@RumayshoCom</a> | Channel Telegram <a href="https://telegram.me/tanyarumayshocom" target="_blank">@TanyaRumayshoCom</a> | Channel Youtube <a href="https://youtube.com/rumayshoTV" target="_blank">Rumaysho TV</a></p>
<p>Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=sms.com.rumaysho"><strong>di sini</strong></a>.</p>
 