
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Mata adalah sahabat sekaligus penuntun bagi hati. Mata mentransfer berita-berita yang dilihatnya ke hati sehingga membuat pikiran berkelana karenanya. Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat yang mulia ini telah memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan kita terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk. </span></p>
<h3 lang="id-ID" align="justify"><span style="color: #000000; font-size: 21pt;">Perintah untuk Menundukkan Pandangan</span></h3>
<p lang="en-GB" align="justify"><span lang="id-ID">Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">berfirman,</span></p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" align="center"><span lang="ar-SA" style="font-size: 21pt;">قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">”<span lang="id-ID"><i>Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” </i></span><span lang="id-ID">(QS. An-Nur [24] : 30).</span><i> </i></p>
<p lang="en-GB" align="justify"><span lang="en-US">Ibnu Katsir </span><span lang="en-US"><i>rahimahullah </i></span><span lang="en-US">berkata,</span></p>
<p dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"><span lang="ar-SA" style="font-size: 21pt;">هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">“<span lang="en-US"><i>Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” </i></span><span lang="en-US">(</span><span lang="en-US"><i>Tafsir Ibnu Katsir, </i></span><span lang="en-US">6/41)</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan. </span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar <a href="https://muslim.or.id/22914-cara-menangkal-fitnah-syubhat-dan-syahwat.html" target="_blank" rel="noopener">syahwat hati</a>nya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda,</span></p>
<p lang="id-ID" style="text-align: center;" align="center"><span lang="ar-SA" style="font-size: 21pt;">كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">”<span lang="id-ID"><i>Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. </i></span><span lang="id-ID"><i><b>Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan).</b></i></span><span lang="id-ID"><i> Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” </i></span><span lang="id-ID">(HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits </span><span lang="en-US">di atas </span><span lang="id-ID">milik Muslim). </span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Dalam riwayat yang lain, Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">bersabda,</span></p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" style="text-align: center;" align="center"><span lang="ar-SA" style="font-size: 21pt;">الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><em><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID">Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu</span></span></em><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID">.” (HR. Ahmad no. 8356. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)</span></span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Dalam hadits ini, Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">menyebutkan zina mata pertama kali, karena inilah dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan tampil sebagai pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina. Oleh karena itu, marilah kita menundukkan pandangan kita. Karena jika mengumbarnya, berarti kita telah membuka berbagai pintu kerusakan yang besar.</span></p>
<h3 lang="en-GB" align="justify"><span style="color: #000000; font-size: 21pt;"><span lang="id-ID">Fitnah telah Mengepung Kita</span></span></h3>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Di zaman sekarang ini, sungguh berat memang fitnah yang ada di sekeliling kita. Ketika kita keluar rumah, maka kita segera dikepung dengan fitnah yang dapat menggoda pandangan kita ke arah yang haram. Terlihatlah oleh pandangan kita, wanita-wanita yang keluar rumah tanpa menutup aurat, tanpa sedikit pun rasa malu di hadapan Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">yang telah menciptakan dan memberikan berbagai nikmat kepadanya. Sebagian mengenakan pakaian yang ketat, sebagian mengenakan rok mini, dan sebagian lagi mengenakan pakaian yang transparan. Mereka berpakaian, akan tetapi pada hakikatnya telanjang. Bisa jadi ketika iman dan rasa takut kita kepada Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">sedang luntur, maka dengan mudah kita mengumbar pandangan dan syahwat kita itu dan melalaikan perintah Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">kepada kita. Dan ketika pandangan mata bisa membangkitkan nafsu birahi, maka dari pandangan mata itu pula bisa menjerumuskan kita kepada kerusakan yang besar, seperti <a href="https://muslim.or.id/29821-hukum-onani-menggunakan-tangan-istri.html" target="_blank" rel="noopener">onani</a>, masturbasi, sampai ke zina yang sesungguhnya. </span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Oleh karena itu, benarlah ketika Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">bersabda,</span></p>
<p lang="id-ID" style="text-align: center;" align="center"><span lang="ar-SA" style="font-size: 21pt;">مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">”<span lang="id-ID"><i>Aku tidaklah meninggalkan cobaan yang lebih membahayakan bagi laki-laki selain dari (cobaan berupa) wanita” </i></span><span lang="id-ID">(HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 9798). </span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Sampai-sampai Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">pun perlu memperingatkan kita secara khusus dengan sabdanya,</span></p>
<p lang="id-ID" style="text-align: center;" align="center"><span lang="ar-SA">إِ<span style="font-size: 21pt;">نَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ</span></span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">”<span lang="id-ID"><i>Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakan dunia itu kepada kamu sekalian, dan memperhatikan apa yang kalian kerjakan. </i></span><span lang="id-ID"><i><b>Maka takutlah kepada dunia dan takutlah kepada wanita.</b></i></span><span lang="id-ID"><i> Karena sumber bencana bani Israil pertama kali berasal dari wanita.” </i></span><span lang="id-ID">(HR. Muslim</span> <span lang="id-ID"> no. 2742).</span></p>
<h3 lang="id-ID" style="text-align: left;" align="justify"><span style="color: #000000; font-size: 21pt;">Pahala bagi Orang yang Menundukkan Pandangannya dari Perkara yang Haram</span></h3>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Begitu beratnya menundukkan pandangan mata, apalagi pada zaman sekarang ini, sehingga Allah pun akan membalas hamba-hambaNya yang istiqomah melaksanakan perintah-Nya dengan pahala yang besar. Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">besabda, </span></p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" style="text-align: center;" align="center"><span lang="ar-SA" style="font-size: 21pt;">النَّظْرَةُ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ مَسْمُومَةٌ فَمَنْ تَرَكَهَا مِنْ خَوْفِ اللَّهِ أَثَابَهُ جَلَّ وَعَزَّ إِيمَانًا يَجِدُ حَلَاوَتَهُ فِي قَلْبِهِ</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">”<span lang="id-ID"><i>Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya” </i></span><span lang="id-ID">(HR. Al-Hakim dalam </span><span lang="id-ID"><i>Al-Mustadrak </i></span><span lang="id-ID">no. 7875). </span></p>
<p lang="en-GB" align="justify"><span lang="id-ID">Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">juga bersabda,</span></p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 21pt;"><span lang="ar-SA">اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ</span>: <span lang="ar-SA">اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ</span></span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">”<span lang="id-ID"><i>Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara; tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; </i></span><span lang="id-ID"><i><b>tahanlah pandangan kalian;</b></i></span><span lang="id-ID"><i> dan tahanlah kedua tangan kalian.” </i></span><span lang="id-ID">(HR. Ahmad no. 22757. Dinilai </span><span lang="id-ID"><i>hasan lighairihi </i></span><span lang="id-ID">oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).</span></p>
<h3 lang="id-ID" style="text-align: left;" align="justify"><span style="color: #000000; font-size: 21pt;">Menikah, Sarana Menjaga Pandangan Mata</span></h3>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">bersabda,</span></p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" style="text-align: center;" align="center"><span lang="ar-SA" style="font-size: 21pt;">يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">”<span lang="id-ID"><i>Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk <a href="https://muslim.or.id/27513-nasehat-bagi-pemuda-pemudi-yang-masih-menunda-nikah.html" target="_blank" rel="noopener">menikah</a>, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan” </i></span><span lang="id-ID">(HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400). </span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Dengan keimanan dan rasa takut dalam hatinya, seseorang bisa saja menahan pandangan matanya dari yang haram. Akan tetapi, dalam hadits ini Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">menyatakan bahwa dengan menikah, seseorang akan lebih dapat menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Karena dia bisa menyalurkan syahwatnya kepada sesuatu yang halal, yaitu istrinya. </span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">juga bersabda,</span></p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" style="text-align: center;" align="center"><span lang="ar-SA" style="font-size: 21pt;">إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ، وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ، فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ، فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">”<span lang="id-ID"><i>Sesungguhnya wanita itu maju dalam rupa setan dan membelakang dalam rupa setan. Jika salah seorang dari kalian melihat wanita yang mengagumkannya, maka datangilah istrinya. Karena hal itu menghilangkan apa yang terdapat dalam dirinya.” </i></span><span lang="id-ID">(HR. Muslim</span> <span lang="id-ID">no. 1403). </span></p>
<p lang="id-ID" style="text-align: left;" align="justify">Hal ini karena pandangan mata bisa membangkitkan kekuatan birahi, sehingga beliau memerintahkan untuk mengurangi kekuatan itu dengan cara mendatangi istri.</p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Dalam riwayat lain Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">bersabda,</span></p>
<p lang="id-ID" style="text-align: center;" align="center"><span lang="ar-SA" style="font-size: 21pt;">فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ، فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا</span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID"><i>Jika salah seorang dari kalian melihat wanita yang mengagumkannya,</i></span></span><i> </i><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID"><i>maka hendaklah ia mendatangi (menggauli) isterinya. </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Karena</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID"><i> apa yang dimiliki</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i> wanita tersebut</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID"><i> sama dengan yang dimiliki </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>oleh </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID"><i>isterinya.” </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID">(HR. Tirmidzi no. 1158 dan Ibnu Hibban dalam </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID"><i>Shahih-</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID">nya no. 5572. Dinilai </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID"><i>shahih </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID">oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)</span></span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Semoga Allah </span><span lang="en-US"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">memberikan keteguhan ke dalam hati kita untuk dapat menjaga pandangan mata kita dari yang haram dan menjauhkan kita dari berbagai fitnah yang dapat merusak keimanan kita. </span><span lang="id-ID"><i>Amiin.</i></span></p>
<p lang="en-GB" align="justify">***</p>
<p lang="id-ID" style="text-align: left;" align="justify">Selesai disempurnakan menjelang dzuhur, Sint-Jobskade Rotterdam NL, Sabtu 4 Dzulhijah 1436</p>
<p lang="id-ID" style="text-align: left;" align="left">Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,</p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="id-ID">Penulis:</span><span lang="id-ID"><b> M. Saifudin Hakim</b></span></p>
<p lang="en-GB" style="text-align: left;" align="justify">Artikel Muslim.or.id</p>
 