
<p>Apa itu wali Allah? Bagaimana ciri-ciri (sifat) wali Allah?</p>
<p></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://rumaysho.com/tag/riyadhus-sholihin">Riyadhus Sholihin</a></span> karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa)</strong></span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">بَابُ كَرَامَاتِ الأَوْلِيَاءِ وَفَضْلِهِمْ</span></p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>Bab 253. Karamah pada Wali dan Keutamaan Mereka</strong></span></h2>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Ayat pertama:</strong></h3>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">قَالَ الله تَعَالَى : { ألا إنَّ أوْلِيَاءَ اللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ لَهُمُ البُشْرَى في الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لاَ تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ الله ذَلِكَ هُوَ الفَوْزُ العَظِيمُ } [ يونس : 62- 64 ]</span></p>
<p style="text-align: center;">Allah <em>Ta’ala</em> berfirman, “<em>Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.</em>” (QS. Yunus: 62-64)</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Apa itu wali Allah?</strong></span></h2>
<p>Dari ayat di atas, Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> berkata tentang wali Allah,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">فَأَوْلِيَاءُ اللهِ هُمُ المُؤْمِنُوْنَ المُتَّقُوْنَ</span></p>
<p>“Wali Allah adalah mereka yang beriman dan bertakwa” (Al-Furqan bayna Awliya’ Ar-Rahman wa Awliya’ Asy-Syaithan, hlm. 25)</p>
<p>Sebagian ulama lainnya menyebutkan bahwa wali Allah adalah</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">كُلُّ مُؤْمِنٍ تَقِيٍّ لَيْسَ بِنَبِيٍّ</span></p>
<p>“Setiap orang beriman dan bertakwa selain dari nabi.” (Disebutkan dalam <em>Minhaj As-Sunnah</em>, 7:28 dan <em>Fatawa Muhimmah li ‘Umum Al-Ummah</em> karya Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, hlm. 84)</p>
<p><em>Al-wali</em> secara bahasa berarti <em>al-qarib</em>, artinya dekat. Sebagaimana penyebutan dalam hadits berikut ini,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ ِلأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ.</span></p>
<p>“<em>Berikan bagian warisan kepada ahli warisnya, selebihnya adalah milik laki-laki yang paling dekat dengan mayit</em>.” (HR. Bukhari, no. 6746 dan Muslim, no. 1615)</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em>  mengatakan, “Yang benar-benar termasuk wali Allah adalah orang yang beriman kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beriman dengan ajaran yang beliau bawa, serta mengikuti ajaran tersebut secara lahir dan batin. Barangsiapa yang mengaku mencintai Allah dan wali-Nya, namun tidak mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidaklah termasuk wali Allah. Bahkan jika menyelisihinya, dia termasuk musuh Allah dan wali setan. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ</span></p>
<p>“<em>Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’</em>.” (QS. Ali Imran : 31)</p>
<p>Al-Hasan Al-Bashri <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">اِدَّعَى قَوْمٌ أَنَّهُمْ يُحِبُّوْنَ اللهَ فَأَنْزَلَ اللهُ هَذِهِ الآيَةَ مِحْنَةً لَهُمْ</span></p>
<p>“Suatu kaum mengklaim mencintai Allah, lantas Allah turunkan ayat ini sebagai ujian bagi mereka”. Allah sungguh telah menjelaskan dalam ayat tersebut, barangsiapa yang mengikuti Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, Allah akan mencintainya. Namun, siapa yang mengklaim mencintai Allah, tetapi tidak mengikuti beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, ia tidaklah termasuk wali Allah. Banyak orang menyangka dirinya atau selainnya sebagai wali Allah, tetapi kenyataannya mereka bukan wali-Nya. Bisa dilihat, Yahudi dan Nashrani mengklaim bahwa mereka adalah wali Allah, yang masuk surga hanyalah dari golongan mereka saja, mengaku bahwa mereka adalah anak Allah dan kekasih-Nya, ternyata hanya klaim semata.” (<em>Al-Furqan Bayna Awliya’ Ar-Rahman wa Awliya’ Asy-Syaithan</em>, hlm. 30)</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Wali Allah yang paling utama</strong></span></h2>
<p>Wali Allah yang paling utama adalah para nabi. Lantas dari nabi dan rasul yang paling utama adalah ‘<em>ulul ‘azmi</em>. Disebut <em>ulul ‘azmi</em> karena mereka itu paling sabar dan memikul beban berat. ‘Azmi itu artinya sabar sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh dalam syarh beliau terhadap kitab <em>Al-Furqan</em> (hlm. 36). Ulul ‘azmi ini adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad shalawaatullahu ‘alaihim ajma’in. Ulul ‘azmi yang paling utama adalah nabi kita Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, penutup para nabi, imamnya orang-orang bertakwa, sayyid anak adam, dan pemimpin para nabi. Lihat bahasan ini dalam <em>Al-Furqan</em>, hlm. 28 dan 29.</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;"><strong>Referensi:</strong></h4>
<ol>
<li>
<em>Al-Furqan bayna Awliya’ Ar-Rahman wa Awliya’ Asy-Syaithan.</em> Cetakan kedua, Tahun 1424 H. Syaikhul Islam Abul ‘Abbas Taqiyuddin Ahmad bin ‘Abdul Halim bin ‘Abdus Salam (Ibnu Taimiyyah). Penerbit Maktabah Ar-Rusyd.</li>
<li>
<em>Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin.</em> Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid kedua.</li>
<li>
<em>Syarh Kitab Al-Furqan bayna Awliya’ Ar-Rahman wa Awliya’ Asy-Syaithan</em>. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad Alu Syaikh. Penerbit Maktabah Darul Hijaz.</li>
</ol>
<p> </p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/853-menjadi-wali-allah-terdepan-melalui-amalan-sunnah.html"><strong>Menjadi Wali Allah Terdepan Melalui Amalan Sunnah</strong></a></span></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/998-antara-wali-allah-dan-wali-setan.html"><strong>Antara Wali Allah dan Wali Setan</strong></a></span></li>
</ul>
<hr>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p style="text-align: center;">Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
<p><iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2020/04/Buletin-Rumaysho-MPD-Edisi-102.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2020/04/Buletin-Rumaysho-MPD-Edisi-102.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a></p>
 