
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Dampak Buruk Maksiat di Dunia</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Banyak orang belum mengetahui bahwa dosa dan maksiat itu memiliki dampak buruk yang sangat serius bagi pelakunya. Di dunia maupun di akhirat. Bahkan seluruh keburukan itu pemicunya adalah dosa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Efek buruk maksiat </span><b>di dunia </b><span style="font-weight: 400;">antara lain: menyebabkan rezeki seret. Memunculkan kegelisahan. Menimbulkan ketidakharmonisan hubungan. Segala urusan menjadi ruwet. Melemahkan tubuh dan hati. Mengakibatkan malas beribadah. Menghilangkan keberkahan umur. Dan masih banyak lagi dampak buruk lain dari maksiat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Itu baru efek negatifnya di dunia.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/45745-menjaga-kesehatan-dengan-menjauhi-maksiat.html" data-darkreader-inline-color="">Menjaga Kesehatan dengan Menjauhi Maksiat</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Dampak Buruk Maksiat di Akhirat</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun </span><b>di akhirat, </b><span style="font-weight: 400;">maka sungguh dampak buruk maksiat jauh lebih mengerikan. Para pelakunya terancam siksa neraka Jahannam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu </span></i><span style="font-weight: 400;">menuturkan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>“وَسُئِلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ، فَقَالَ: «الفَمُ وَالفَرْجُ»”</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan orang ke neraka. Beliau menjawab, </span><i><span style="font-weight: 400;">“(Dosa) mulut dan kemaluan”. </span></i><span style="font-weight: 400;">HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/39299-sudah-taubat-lalu-bermaksiat-lagi-apakah-diterima-taubatnya.html" data-darkreader-inline-color="">Sudah Taubat Lalu Bermaksiat Lagi, Apakah Diterima Taubatnya?</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Menghindari Dampak Buruk Dosa</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Manusia dengan kelemahan imannya, berpeluang besar untuk terjerumus pada dosa dan maksiat. Bahkan teramat sering terperosok ke dalam kubangannya. Lantas bisakah manusia yang sudah terlanjur berbuat dosa, terhindar dari dampak buruknya?</span></p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Jawabannya: bisa! </span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Caranya adalah dengan </span><b>memperbanyak taubat dan istighfar.</b><span style="font-weight: 400;"> Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>“كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ”</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Setiap anak keturunan Adam banyak dosa. Sebaik-baik orang yang banyak dosa adalah yang sering bertaubat”. </span></i><span style="font-weight: 400;">HR. Tirmidziy dari Anas bin Malik </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu. </span></i><span style="font-weight: 400;">Al-Hakim menyatakan </span><i><span style="font-weight: 400;">isnad </span></i><span style="font-weight: 400;">hadits ini sahih.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/27961-meninggalkan-maksiat-bukan-karena-allah-apakah-berpahala.html" data-darkreader-inline-color="">Meninggalkan Maksiat Bukan Karena Allah, Apakah Berpahala?</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Mendalami Makna Istighfar</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Istighfar berarti memohon </span><i><span style="font-weight: 400;">maghfirah</span></i><span style="font-weight: 400;"> (ampunan). Makna </span><i><span style="font-weight: 400;">maghfirah </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah: </span><b>terhindar dari dampak buruk dosa dan ditutupi. </b><span style="font-weight: 400;">Jadi orang yang beristighfar itu, sejatinya sedang memohon kepada Allah agar dihindarkan dari dampak buruk dosa-dosanya. Baik di dunia maupun di akhirat. Serta memohon kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> agar aib-aibnya tersebut ditutupi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika kita merasa sering berbuat dosa, maka seharusnya kita lebih sering lagi untuk beristighfar. Dengan harapan bisa terhindar dari dampak buruk dosa-dosa itu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Abu Musa al-Asy’ariy </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu </span></i><span style="font-weight: 400;">menceritakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>“جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ جُلُوسٌ فَقَالَ: «مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطُّ، إِلَّا اسْتَغْفَرْتُ اللَّهَ فِيهَا مِائَةَ مَرَّةٍ»”</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Suatu saat Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">datang saat kami sedang duduk-duduk. Beliau bersabda, </span><i><span style="font-weight: 400;">“Setiap pagi aku pasti selalu beristighfar seratus kali”. </span></i><span style="font-weight: 400;">HR. Ibn Abi Syaibah dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">al-Mushannaf </span></i><span style="font-weight: 400;">dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Inilah kebiasaan harian Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam. </span></i><span style="font-weight: 400;">Padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya oleh Allah dan sudah dijamin masuk surga. Bagaimana dengan kita?</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29214-perbedaan-istighfar-dan-taubat.html" data-darkreader-inline-color="">Perbedaan Istighfar dan Taubat</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/22405-adakah-tuntunan-membaca-istighfar-setelah-menguap.html" data-darkreader-inline-color="">Adakah Tuntunan Membaca Istighfar Setelah Menguap?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 15 Dzulhijjah 1440 / 15 Agustus 2019</span></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abdullahzaen" data-darkreader-inline-color="">Ustadz Abdullah Zaen, Lc. MA.</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></strong></p>
 