
<p>Bolehkah seorang muslim menghadiri perayaan natal jika diundang? Atau mungkin ada acara natal bersama yang diadakan di lingkungan kantor, bolehkah dihadiri?</p>
<p>Perlu diketahui bahwa seorang muslim diharamkan loyal pada orang kafir sebagaimana disebutkan dalam ayat,</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="color: #800000; font-size: 21pt;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ</span></p>
<p>“<i>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim</i>.” (QS. Al Maidah: 51)</p>
<p>Di antara bentuk loyal pada orang kafir yang terlarang adalah menghadiri perayaan mereka.</p>
<p>Ibnul Qayyim berkata, “Tidak boleh kaum muslimin menghadiri perayaan non muslim dengan sepakat para ulama. Hal ini telah ditegaskan oleh para fuqoha dalam kitab-kitab mereka. Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dengan sanad yang shahih dari ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="color: #800000; font-size: 21pt;">لا تدخلوا على المشركين في كنائسهم يوم عيدهم فإن السخطة تنزل عليهم</span></p>
<p>“Janganlah kalian masuk pada non muslim di gereja-gereja mereka saat perayaan mereka. Karena saat itu sedang turun murka Allah.”</p>
<p>Umar berkata,</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="color: #800000; font-size: 21pt;">اجتنبوا أعداء الله في أعيادهم</span></p>
<p>“Jauhilah musuh-musuh Allah di perayaan mereka.”</p>
<p>Diriwayatkan pula oleh Al Baihaqi dengan sanad yang jayyid dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata,</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="color: #800000; font-size: 21pt;">من مَرَّ ببلاد الأعاجم فصنع نيروزهم ومهرجانهم وتشبه بهم حتى يموت وهو كذلك حشر معهم يوم القيامة</span></p>
<p>“<i>Siapa yang lewat di negeri asing, lalu ia meniru yang dilakukan oleh Nairuz dan Mihrajan serta menyerupai mereka hingga mati, maka kelak ia akan dikumpulkan bersama mereka</i>“. Demikian apa yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam <i>Ahkam Ahli Dzimmah</i>, 1: 723-724.</p>
<p>Jadi, jelaslah tidak boleh menghadiri undangan non muslim berkenaan dengan hari raya mereka. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah.</p>
<p> </p>
<p><span style="color: #000000;"><b>Referensi</b>:</span></p>
<p>Fatwa Syaikh Sholeh Al Munajjid no. 11427: <a href="http://islamqa.com/ar/11427">http://islamqa.com/ar/11427</a></p>
<p> </p>
<p>@ Warak, Panggang, Gunungkidul, 9 Safar 1435 H</p>
<p><strong>Penulis: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="https://muslim.or.id/">Muslim.Or.Id</a></strong></p>
 