
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ</p>
<p><em>“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” </em>(QS. Al-Hajj: 28).</p>
<p>Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud “<em>hari-hari yang telah ditentukan”</em> adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Imam Bukhari meriwayatkan secara mu’alaq dari Ibnu Abbas dengan bentuk jazm (kalimat aktif).</p>
<p>Ibnu Katsir (III/429) berkata, “Periwayatan semisal juga datang dari Abu Musa Al-Asy’ari, Mujahid, Qatadah, Atha’, Sa’id bin Jubair, Hasan Al-Bashri, Dhahhak, Atha’ Al-Khurasani, dan Ibrahim An-Nakha’i. Ini merupakan mazhab Imam Syafi’i dan popular dari Imam Ahmad bin Hanbal.</p>
<p>Tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata: Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ الْعَشْرِ قَالُوْا وَلَا الْجِهَادُ؟ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ إِلَّا رَجُلٌ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ</p>
<p>“<em>Tidak ada amal yang keutamaannya melebihi amal yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. </em>Para sahabat bertanya, “<em>Tidak pula jihad di jalan Allah?</em>” Beliau menjawab, “<em>Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya, dan tidak kembali dengan apapun.</em>” (Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi no.757).</p>
<p>Tirmidzi berkata, “Dalam bab tersebut terdapat riwayat dari Ibnu ‘Umar, Abu Hurairah, Abdullah bin Amru dan Jabir.”</p>
<p>Penulis berkata, “Hadits Ibnu ‘Umar diriwayatkan oleh Ahmad no. 5446, dengan tambahan: ‘<em>Maka perbanyaklah ucapan Tahlil, Takbir dan Tahmid.</em>’”</p>
<p>Para pentahqiq Musnad berkomentar, “Hadits ini derajatnya hasan shahih.”</p>
<p>Imam Bukhari berkata, “Konon Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar menuju pasar pada sepuluh awal bulan Dzulhijjah sambil menggemakan takbir, sehingga orang-orang mengikuti takbir mereka berdua.” (Lihat Kitab <em>Al-‘Idain</em>, Bab: Keutamaan amal pada hari-hari tasyriq).</p>
<p>_______________________</p>
<p>Diketik ulang dengan sedikit penyesuaian bahasa oleh Tim Muslimah.Or.Id dari buku terjemahan yang berjudul “<em>Kumpulan Lengkap Amalan Nabi yang Diremehkan”, </em>halaman 128-129, penerbit: As-Salam Publishing.</p>
<p>Judul asli: <em>Al-Washiyyah bi ba’dhis-Sunan Syibhil Mansyiyyah </em>karya Haifa binti Abdullah Ar-Rasyid</p>
<p>Artikel muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 