
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br>
Apakah shalat rawatib bisa diqadha’ (diganti) jika telah terlewat waktunya?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br>
Ya, jika shalat rawatib telah habis waktunya karena lupa atau tertidur, maka bisa diqadha’. Karena tercakup dalam keumuman sabda Nabi <em>Shallallahu’alaihi wa sallam</em>,</p>
<p style="text-align: right;">من نام عن صلاة أو نسيها فيصلها إذا ذكرها</p>
<p>“<em>Barangsiapa tertidur atau lupa mengerjakan shalat, maka hendaknya ia segera mengerjakannya ketika ingat</em>” (HR. Bukhari no. 597 dan Muslim no. 684).</p>
<p>Demikian pula hadits dari Ummu Salamah <em>radhiallahu’anha</em> bahwa Nabi <em>Shallallahu’alaihi wa sallam</em> pernah lupa mengerjakan shalat sunnah dua rakaat setelah shalat zhuhur. Beliau pun mengqadha’nya setelah shalat ashar. (HR. Bukhari no. 1233 dan Muslim no. 834)</p>
<p>Namun, jika seseorang meninggalkannya karena sengaja hingga waktunya berlalu, maka ia tidak perlu mengqadha’nya. Sebab, shalat rawatib adalah ibadah <em>muaqqatah</em> (terikat waktu). Apabila seseorang sengaja mengerjakan ibadah tersebut di luar waktunya, maka ibadah tersebut tidak diterima.<br>
***<br>
Diterjemahkan dari <em>Fatawa Arkanil Islam</em> karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, penerbit Muassasah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Al-Khairiyah, cetakan ketiga, tahun 1437 H, hal. 433.</p>
<p>Penerjemah: Ummu Fathimah</p>
<p>Artikel Muslimah.or.id</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 