
<p>Dzulqarnain, para ulama berbeda pendapat apakah dia Nabi atau seorang hamba yang salih. Namun yang jelas dia adalah seorang Raja yang memiliki kekuasaan luar biasa, apa saja dia bisa lakukan,</p>
<p class="arab">إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu</em>” (QS. Al Kahfi: 84).</p>
<p>Namun, Dzulqarnain, raja yang adil. Ketika Allah serahkan kewenangan kepadanya untuk berbuat yang dia suka kepada rakyatnya,</p>
<p class="arab">قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا</p>
<p>“<em>Kami berkata: “Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka</em>” (QS. al Kahfi: 86)</p>
<p>Dzulqarnain tak berbuat sewenang-wenang, yang zhalim dia beri hukuman, yang baik dia beri ganjaran</p>
<p class="arab">قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَى? رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا  وَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُ جَزَاءً الْحُسْنَى? وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْرًا</p>
<p>“<em>Berkata Dzulqarnain: “Adapun yang zhalim, maka kami kan menghukumnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang pedih,. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami perintah kepadanya yang mudah dari perintah-perintah kami”</em>” (QS. al Kahfi: 88).</p>
<p>Dzulqarnain seorang yang tulus, ketika masyarakat menawarkan upah padanya atas jasa membuat dinding penghalang Yajuj dan Majuj, Dzulqarnain mengatakan:</p>
<p class="arab">قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ</p>
<p>“<em>Dzulqarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat)”</em>” (QS. al Kahfi: 95).</p>
<p>Dan ketika selesai tembok itu dibuat, Dzulqarnain tidak berbangga-bangga dengan hasil karyanya dan takjub dengan dirinya sendiri. Dzulqarnain memuji Allah dan menyandarkan semua padaNya,</p>
<p class="arab">قَالَ هَ?ذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي</p>
<p>“<em>Dzulqarnain berkata: “Dinding Ini adalah rahmat dari Tuhanku”</em>” (al Kahfi: 98)</p>
<p>Semoga akhlak mulia nan ksatria ini dimiliki pula oleh Dzulqarnain-Dzulqarnain masa kini, dan kita pun bisa menjadi Dzulqarnain-Dzulqarnain masa kini.</p>
<p>—</p>
<p>Penulis: Amrullah Akadhinta</p>
<p>Artikel Muslim.Or.Id</p>
 