
<h4><strong><span style="color: #ff0000;">Pengertian Kaidah</span><br>
</strong></h4>
<p>Kaidah berasal dari kata-kata [قعد – يقعد – قعودا ] yang artinya الثبات والاستقرار yaitu tetap, tepancang.</p>
<p>Secara istilah, makna kaidah adalah:</p>
<p style="text-align: right;">الأمر الكلي الذي ينطبق عليه جزنيات كثيرة</p>
<p><em>Aturan-aturan yang bersifat umum, yang dapat diterapkan pada beberapa bagian.</em></p>
<p>Gabungan dua kata: <strong>Kaidah Fiqih</strong>, secara istilah didefinisikan sebagai,</p>
<p style="text-align: right;">الأمر الشرعي العملي الذي ينطبق عليه أحكام جزنياته</p>
<p><em>Aturan-aturan yang bersifat umum dalam masalah fiqih, yang dapat diterapkan pada beberapa</em></p>
<p><em>masalah fiqih.</em> (<em>al-Wajiz fi Idhah Qawaid Fiqh</em>)<strong> </strong></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>Fungsi Kaidah Fiqih</strong></span></h4>
<p>Al-Qarafi pernah mengatakan,</p>
<p style="text-align: right;">كل فقه لم يخرج على القواعد فليس بشيء</p>
<p>“Setiap kesimpulan fiqih yang tidak didasari aqidah, bukan fiqih yang kuat.” (<em>Adz-Dzakhirah</em>)</p>
<p>Di antara manfaat memahami kaidah fiqih:</p>
<ol>
<li>Mengelompokkan bagian-bagian yang terpisah dalam fiqih untuk disatukan dalam suatu aturan yang universal dan menyeluruh.</li>
<li>Memudahkan menghafal permasalahan-permasalahan fiqih yang begitu luasnya. Karena dengan menguasai kaidah fiqih, seseorang dapat menguasai banyak masalah fiqih. Al-Qarafi berkata: “Siapa yang menguasai kaidah fiqih, dia akan dengan mudah menguasai permasalahn fiqih yang jumlahnya ratusan ribu.”</li>
<li>Memahami kaidah fiqih membantu seorang pakar fiqih untuk memahami metode berfatwa dan memudahkannya untuk mencari hukum permasalahan yang baru.</li>
<li>Memahami kaidah fiqih dapat membantu seorang pakar fiqih terhindar dari kontradiksi dalam masalah fiqih.</li>
<li>Memahami kaidah fiqih dapat membantu seorang ahli fiqih memahami <em>Maqhasid Asy-Syariah</em>
</li>
</ol>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>Kaidah Fiqih vs Ushul Fiqih</strong></span></h4>
<p>Perbedaan antara Kaidah Fiqih dan Ushul Fiqih dapat disimak di tabel berikut ini:</p>
<table width="638">
<tbody>
<tr>
<td width="319"><strong>Ushul Fiqih</strong></td>
<td width="319"><strong>Kaidah Fiqih</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="319">Datang lebih dahulu daripada fiqih karena ushul fiqih merupakan metode seorang mujtahid mengeluarkan hukum fiqih dari sumber (dalil) al Quran dan as Sunnah, dst.</td>
<td width="319">Datang setelah fiqih karena kaidah fiqih merupakan pengelompokkan beberapa masalah fiqih dalam satu aturan yang universal.</td>
</tr>
<tr>
<td width="319">Tidak bisa diterapkan langsung ke kasus.</td>
<td width="319">Bisa diterapkan langsung ke kasus.</td>
</tr>
<tr>
<td width="319">Hukum fiqih yang dihasilkan dari ushul fiqih haruslah melalui perantara.
<p>Contoh: Kaidah ‘Setiap kalimat larangan menunjukkan hukum tidak sahnya perbuatan yang dilarang.’</p>
<p>Dari kaidah ini tidak dapat diambil hukum akad asuransi tidak sah. Akan tetapi harus ada perantara lainnya.</p>
</td>
<td width="319">Hukum fiqih yang dihasilkan dari kaidah fiqih langsung tanpa perantara.
<p>Contoh: Kaidah ‘Hal-hal yang mendatangkan <em>mudharat </em>harus dihapuskan.’</p>
<p>Dari kaidah ini dapat diambil hukum bahwa boleh memaksa penjual untuk menerima kembali barang cacat yang dijualnya, yang dinamakan dengan <em>khiyar ‘aib.</em></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>——————————————————————————–</p>
<p>Sumber: Faidah Daurah “<em>Qawaid Fiqhiyah Kubra</em>”</p>
<p>Penyusun: Pipit Aprilianti</p>
<p>Artikel muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 