
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/578795388&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Arah Kiblat Shalat di Bulan</strong></h2>
<p><em>Ke mana arah kiblat jika kita shalat di bulan? Trim’s</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Dalam islam, kita dilarang untuk bertanya sesuatu yang belum terjadi. Karena ini bagian dari yang dibenci Allah untuk hamba-Nya.</p>
<p>Dari al-Mughirah bin Syu’bah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ كَرِهَ لَكُمْ ثَلاَثًا قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ</p>
<p><em>Sesungguhnya Allah membenci 3 hal untuk kalian, katanya-katanya, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.</em> (HR. Muslim 4580)</p>
<p>Yang dimaksud, katanya-katanya adalah berita yang belum jelas.</p>
<p>Karena itulah, para sahabat sangat membenci orang yang bertanya untuk sesuatu yang belum terjadi. Ibnu Umar pernah mengatakan,</p>
<p class="arab">لا تسألوا عما لم تكن، فاني سمعت عمر يلعن من سأل عما لم يكن</p>
<p>Janganlah kalian bertanya untuk sesuatu yang belum terjadi. Karena saya mendengar Umar melaknat orang yang bertanya sesuatu yang belum terjadi. (Jami’ Bayan al-Ilmi 2/139)</p>
<p>Syaikh Masyhur bin Hasan mengatakan, dari semua jalur terkait keterangan Umar, menunjukkan bahwa keterangan ini bisa diterima. (Ta’liqat ‘ala I’lam al-Muwaqqi’in, 1/130).</p>
<p>Termasuk diantaranya adalah pertanyaan untuk menyusahkan narasumber, menyyusahkan ulama, agar mereka kesulitan mencari jawaban. Bertanya untuk permasalahan semacam ini disebut dengan masalah <em>al-Aghluthat</em>.</p>
<p>Dalam hadis dari Muawiyah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الغلوطات</p>
<p>“Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang dari al-Aghluthat.” (HR. Abu Daud 3658, Ahmad 23687 dengan sanad dhaif).</p>
<p>Al-Khathabi mengatakan,</p>
<p class="arab">المعنى أنَّه نهى أن يُعتَرَض العلماء بصِعاب المسائل التي يكثر فيها الغلط، ليُستَزلوا ويستسقط رأيهم فيها</p>
<p>Maknanya adalah larangan untuk menanyai ulama dengan permasalahan yang susah dijawab, yang memicu banyak kesalahan, agar pendapatnya bisa dijatuhkan. (Aunul Ma’bud, 10/65).</p>
<p>Dulu para sahabat ketika ditanya tentang sesuatu yang belum terjadi, mereka tidak menjawabnya. Tapi meminta, silahkan ditanyakan jika sudah terjadi.</p>
<p>Ubay bin Ka’ab pernah ditanya seseorang tentang permasalahan yang sangat susah. Lalu beliau bertanya,</p>
<p class="arab">هل كان هذا بعد؟</p>
<p>“Apakah ini sudah pernah ada sebelumnya?”</p>
<p>Jawab penanya, “Belum.”</p>
<p>Lalu beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">أَمْهلني إلى أن يكون</p>
<p>“Jangan tanya aku sampai kasus itu terjadi.” (Ma’alim as-Sunan, 4/186).</p>
<p>Saya kira, nasehat ini lebih bermanfaat dari pada kita membahas mengenai arah kiblat ketika manusia bisa shalat di bulan.</p>
<p>Demikian, <em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 