
<p>Setiap kita butuh nasehat dan saling menasehati. Terkadang kita menyampaikan nasehat dan terkadang kita dinasehati, akan tetapi kita perlu sama-sama ingat kembali tujuan utama menasehati adalah menghendaki kebaikan dan memperbaiki yang dinasehati. Sebagaimana dalam hadits,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﺍﻟﺪِّﻳﻦُ ﺍﻟﻨَّﺼِﻴﺤَﺔُ</span></p>
<p>“Agama adalah nasehat.”<strong>(HR. Muslim).</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://muslim.or.id/29785-kapan-bisa-menasehati-secara-terang-terangan.html">Kapan Bisa menasehati Secara Terang-Terangan?</a></p>
<p>Ibnul Atsir menjelaskan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﻧَﺼﻴﺤﺔ ﻋﺎﻣّﺔ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ : ﺇﺭﺷﺎﺩُﻫﻢ ﺇﻟﻰ ﻣﺼﺎﻟِﺤِﻬﻢ</span></p>
<p>“Nasehat bagi kaum muslimin yaitu memberikan petunjuk untuk kemashalatan mereka.”<strong> [An-Nihayah 5/142]</strong></p>
<p>Kita perlu ingat juga adab utama menasehati yaitu hukum asalnya empat mata (sembunyi-sembunyi, bukan di depan publik) serta dengan menggunakan kata-kata yang lembut dan mengena bukan dengan kata-kata kasar dan menyindir.</p>
<p>Imam Asy-Syafi’i menjelaskan bahwa nasehat di depan publik (tanpa ada udzur yang membolehkan) adalah penghinaan, itu bukan nasehat. Beliau <em>rahimahullah</em> berkata:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">تعمدني بنصحك في انفرادي** وجنبْني النصيحة في الجماعهْ</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فإن النصح بين الناس نوع** من التوبيخ لا أرضى استماعهْ</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وإن خالفتني وعصيت قولي** فلا تجزعْ إذا لم تُعْطَ طاعهْ</span></p>
<p style="text-align: center;">“Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,<br>
Jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian<br>
Sesungguhnya nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk sesuatu<br>
Pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya<br>
Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku<br>
Maka janganlah engkau marah<br>
Jika kata-katamu tidak aku turuti”<br>
<strong>[Diwaan Imam Syafi’i, disusun oleh Muhammad Ibrahim Salim]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://muslim.or.id/27559-nasehat-bagi-mereka-yang-suka-menjatuhkan-kehormatan-para-dai-ilallah.html">Nasehat Bagi Mereka Yang Suka Menjatuhkan Kehormatan Para Da’i Ilallah</a></p>
<p>Hendaknya kita hati-hati dan intropeksi, bisa jadi kita bukan ingin menasehati, tetapi ingin menghinakan orang lain dengan kesombongan dan hasad kita. Semoga kita dijauhkan dari hal semisal ini.</p>
<p>Nasehat juga harus dalam bentuk kata-kata yang lembut dan mengena (ini hukum asalnya). Jangan sampai manusia lari dari nasehat dan dakwah kita serta enggan menerima.</p>
<p>Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﻳَﺴِّﺮُﻭﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻌَﺴِّﺮُﻭﺍ ﻭَﺑَﺸِّﺮُﻭﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻨَﻔِّﺮُﻭﺍ</span></p>
<p>“Mudahkan dan jangan mempersulit, berikan kabar gembira dan jangan membuat manusia lari.” <strong>(HR. Bukhari, Kitabul ‘Ilmu no.69)</strong></p>
<p>Apabila nasehat kita ingin diterima, hendaknya dilakukan dengan empat mata (di zaman ini misalnya dengan menelpon, mengirim pesan pribadi dan lain-lain). Gunakan juga kata-kata yang lembut karena ini lebih mengena.</p>
<p>Rasulullah<em> Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ</span></p>
<p>“Sesungguhnya kelembutan tidaklah berada pada sesuatu melainkan akan membuatnya lebih bagus, dan tidak akan tercabut sesuatu darinya kecuali akan membuatnya jelek.” <strong>[HR. Muslim]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://muslim.or.id/24617-haruskah-menjadi-sempurna-untuk-bisa-menasehati.html">Haruskah Menjadi Sempurna Untuk Bisa Menasehati?</a></p>
<p>Hendaknya kita tetap berkasih sayang sesama muslim, mereka saudara kita se-iman dan se-Islam.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﺃَﺷِﺪَّﺁﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭِ ﺭُﺣَﻤَﺂﺀُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ</span></p>
<p>“Mereka adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.<strong> (QS. Al-Fath :29)</strong></p>
<p><strong>CATATAN:</strong><br>
Apabila kesalahan yang dilakukan saudara kita telah tersebar dan dia yang menyebarkan maka boleh dilakukan nasehat secara publik untuk menjelaskan bahwa itu adalah salah, tapi kita hanya menjelaskan kesalahan saja, membantah dengan penuh adab dan santun, tidak melebar sampai menghina dan mengolok-olok dengan cacian dan hinaan.</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">المنكر إذا أعلن فيجب إنكاره علناً</span></p>
<p>“Kemungkaran apabila dilakukan secara terang-terangan maka wajib mengingkarinya secara terang terangan juga.” <strong>[Liqa Bab Al-Maftuh 12/54]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li>
<div><a href="https://muslim.or.id/27513-nasehat-bagi-pemuda-pemudi-yang-masih-menunda-nikah.html">Nasehat Bagi Pemuda-Pemudi Yang Masih Menunda Nikah</a></div>
</li>
<li>
<div><a href="https://muslim.or.id/25864-untaian-nasehat-untuk-mahasiswa-baru-masa-muda-untuk-apa.html">Untaian Nasehat Untuk Mahasiswa Baru: Masa Muda Untuk Apa?</a></div>
</li>
</ul>
<p>Demikian semoga bermanfaat</p>
<p>@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</p>
<p>Penyusun: <a href="https://muslim.or.id/author/raehan">Raehanul Bahraen</a></p>
<p>Artikel <a href="http://muslim.or.id">muslim.or.id</a></p>
 