
<p>﻿Sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, Abdullah bin Amru <em>radhiallahu ‘anhu</em>, seorang yang banyak menangisi dosa, sebagaimana dikisahkan dari Ya’la bin Atha dari ibunya, di mana ibunya adalah seorang yang membuatkan celak untuk Abdullah bin Amru,<!--more--> dan Abdullah adalah seorang yang banyak menangis, dia tutup pintu kamarnya dan menangis hingga matanya sakit.</p>
<p>Demikianlah seorang muslim, hendaknya menangisi dosa sebagaimana sabda Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَ لِيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيْئَتِكَ</p>
<p><em>“Jagalah lisanmu, gunakan rumahmu untuk beribadah, dan tangisilah dosa-dosamu.” </em>(HR. At-Tirmidzi: 2406)</p>
<p>Abdullah bin Amru <em>radhiallahu ‘anhu</em> meninggal dunia tahun 63 Hijriyah.</p>
<p>Semoga keridhaan Allah senantiasa tercurahkan atasnya.</p>
<p>[Disarikan dan disusun dengan penambahan dari kitab <em>Siyar Alamun Nubala’</em>, jilid 3, hal. 79-97, karya adz-Dzahabi, cet. Muassasah ar-Risalah, th. 1417H/1996H]</p>
<p>Penulis: Ustadz Abu Hasan Arif<br>
Disalin dari Majalah adz-Dzakhiirah, edisi 67dengan penataan bahasa oleh redaksi Kisah Muslim<br>
Artikel <a href="www.KisahMuslim.com" target="_self">www.KisahMuslim.com</a></p>
 