
<p>Baca pembahasan sebelumnya <strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id/44488-menakjubkan-raup-pahala-besar-dengan-amal-sederhana-1.html">Menakjubkan! Raup Pahala Besar Dengan Amal Sederhana (Bag. 1)</a></span></strong></p>
<h2 style="font-size: 30px;">Sederhana tapi besar!</h2>
<p>Allah <i>Ta’ala </i>Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.</p>
<p>Kasih sayang-Nya demikian besarnya, terutama kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya.</p>
<p>Diantara bentuk kasih sayang Allah <i>Ta’ala </i>adalah menetapkan adanya amalan-amalan yang sederhana, namun besar pahalanya, dan menjadikan keikhlasan seorang hamba serta kebagusan hatinya berpengaruh besar terhadap nilai amal yang dilakukannya.</p>
<p>Al-Munaawi <i>rahimahullah </i>ketika menjelaskan hadits sahih tentang tingkatan-tingkatan pahala orang yang melakukan salat, beliau berkata:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَنَّ ذَلِكَ يَخْتَلِفُ بِاخْتِلاَفِ الأَشْخَاص بِحَسَبِ الْخُشُوْعِ وَالتَّدَبُّرِ وَنَحْوِهِ مِمَّا يَقْتَضِي الْكَمَالَ</span></p>
<p><i>“Perbedaan pahala sholat tersebut sesuai dengan perbedaan orang-orang yang sholat berdasarkan kekhusyu’an (hatinya) dan penghayatan makna bacaan sholat (dalam hatinya), serta perkara -perkara semisalnya yang menyebabkan kesempurnaan sholat”</i></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/43999-keutamaan-keutamaan-ibadah-shalat.html">Keutamaan-Keutamaan Ibadah Shalat</a></span></p>
<p>Nah, di bawah ini terdapat hadits-hadits tentang amalan-amalan yang sederhana, namun besar pahala atau keutamaannya. Hal ini tentunya tidak bisa dipisahkan dari pengaruh keimanan, keikhlasan, serta kelurusan hati yang ada pada pelakunya, diiringi dengan mutaba’ah dalam tata cara beramal sholeh.</p>
<p>Berikut ini hadits-hadits tersebut :</p>
<p><b>1. Wanita sang penyapu masjid, sosok yang dicari dan disholati jenazahnya oleh Rasulullah </b><b><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></b></p>
<p>Hadits riwayat Imam Muslim (956) di kitab <i>Shahih</i>nya.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ – أَوْ شَابًّا – فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلَ عَنْهَا – أَوْ عَنْهُ – فَقَالُوا: مَاتَ</span></p>
<p><i>“Dari Abu Hurairah (mengkisahkan), dahulu ada seorang wanita berkulit hitam, atau seorang pemuda yang biasanya menyapu masjid (keraguan dari perowi-pent). (Suatu hari) Rasulullah </i><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>merasa kehilangannya, kemudian beliau bertanya tentang wanita atau pemuda tersebut. Lalu para sahabat menjawab : “<i>Dia telah meninggal!</i>”, Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَفَلَا كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي</span></p>
<p><i>“Mengapa kalian tidak memberitahuku?” </i></p>
<p>Berkata Abu Hurairah (menjelaskan keadaan orang-orang yang diajak bicara oleh beliau): <i>“Seolah-olah mereka meremehkan urusan wanita atau pemuda tersebut”.</i></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/42217-keutamaan-waktu-bada-ashar-hari-jumat.html">Keutamaan Waktu Ba’da Ashar Hari Jumat</a></span></p>
<p>Lalu Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"> دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهِ </span></p>
<p><i>“Tunjukkan makamnya kepadaku!”</i></p>
<p>Maka merekapun menunjukkan makamnya, kemudian beliau mensalatinya, setelah itu beliau bersabda:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا، وَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلَاتِي عَلَيْهِمْ</span></p>
<p><i>“Sesungguhnya makam ini penuh kegelapan bagi penghuninya, dan sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla meneranginya untuk mereka dengan sebab aku mensalati mereka”.</i></p>
<p><b>Penjelasan:</b></p>
<p>Ulama menjelaskan bahwa nama wanita tersebut adalah <i>Ummu Mihjan</i> atau <i>Ummu Mihjanah</i> sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya: <i>Al-Ishobah fi tamyiizish Shohabah.</i></p>
<p>Wanita tersebut adalah salah satu penduduk Madinah yang lemah dan miskin, lagi tak memiliki nasab yang mulia, dan orang-orang pun mereka seolah-olah meremehkan urusan wanita tersebut. Itu <i>zahirnya!</i>.</p>
<p>Namun, hakikatnya beliau adalah sosok wanita yang memiliki amalan yang sangat mulia, yaitu menyapu kotoran yang mengotori masjid agar jemaah bisa nyaman beribadah kepada Allah <i>Ta’ala</i> di masjid tersebut.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/40677-keutamaan-berhias-dengan-akhlak-mulia.html">Keutamaan Berhias dengan Akhlak Mulia</a></span></p>
<p>Terbukti Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> memberi perhatian besar kepada wanita tersebut, yang didalamnya terkandung penghargaan beliau kepadanya karena amal sholeh yang meskipun sederhana namun sangat besar nilainya!</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> pun sampai menanyakan kabarnya dan mensalati jenazahnya padahal dia telah dimakamkan.</p>
<p><i>MasyaAllah!</i></p>
<p>Seorang wanita yang lemah dan miskin, lagi tak memiliki nasab yang mulia, bukan tokoh dan bukan bangsawan, ditanyakan kabarnya dan disholati jenazahnya oleh hamba dan utusan Allah yang paling mulia, dan diharapkan dengannya Allah <i>‘Azza wa Jalla</i> menerangi kuburnya, padahal wanita tersebut <i>“sekedar”</i> melakukan amal yang sederhana, yang secara fisik hampir setiap orang bisa melakukannya!</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/39642-keutamaan-menghadiri-majelis-ilmu-di-masjid.html">Inilah Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu Di Masjid</a></span></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/32166-keutamaan-dan-keistimewaan-air-zamzam-01.html">Keutamaan dan Keistimewaan Air Zamzam (01)</a></span></li>
</ul>
<p><b>(Bersambung)</b></p>
<p>Penulis: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah">Ustadz Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></p>
<p>Artikel: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id"><span style="color: #ff0000;">Muslim.or.id</span></a></span></p>
 