
<p>Akhir-akhir ini sedang ramai di media sosial perbincangan tentang hukum memilih orang kafir sebagai pemimpin. Saya heran, kenapa masalah yang sudah jelas seperti ini digugat, diobok-obok dan banyak suara sumbang oleh orang-orang yang ber-KTP Islam, padahal para ulama sepanjang zaman telah ijma’ (konsensus) menegaskan bahwa orang kafir tidak boleh jadi pemimpin dalam Islam!</p>
<p>Saya tidak perlu memperluas masalah ini, berikut nukilan <em>ijma</em>‘ (kesepakatan ulama) dalam masalah ini:</p>
<p dir="rtl" style="text-align: right;">قال القاضي عياض: “أجمع العلماءُ على أنَّ الإمامة لا تنعقد لكافر،”[9]
</p>
<p>Al-Qodhi ‘Iyadh berkata: “Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada orang kafir” (<em>Syarh Shahih Muslim,</em> 6/315 oleh An Nawawi).</p>
<p dir="rtl" style="text-align: right;">وقال ابن المنذِر:”إنَّه قد أجمع كلُّ مَن يُحفَظ عنه مِن أهل العلم أنَّ الكافر لا ولايةَ له على المسلم بِحال”</p>
<p>Ibnu Mundzir berkata: “Seluruh ulama telah bersepakat bahwa orang kafir tidak boleh menjadi pemimpn apapun keadaannya” (<em>Ahkamu Ahli Dzimmah,</em> 2/787 oleh Ibnul Qoyyim).</p>
<p dir="rtl" style="text-align: right;">وقال ابن حَزم: “واتَّفقوا أنَّ الإمامة لا تجوز لامرأةٍ ولا لكافر ولا لصبِي”</p>
<p>Ibnu Hazm berkata: “Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada wanita, kafir, dan anak kecil”. (<em>Marotibul Ijma</em>‘ hlm. 208).</p>
<p>Apakah setelah ijma’ para ulama tersebut, kita masih ragu?! Masihkah lagi kita mengatakan: “<em>Pemimpin kafir yang adil lebih baik daripada muslim yang koruptor?</em>“.</p>
<p>Apakah para ulama bersepakat di atas kesesatan wahai hamba Allah? Merekakah yang tersesat ataukah engkau yang tersesat jauh dari jalan yang lurus?!</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
 