
<h2>Inginkah “Rumah” di surga?</h2>
<p>Saudaraku! Maukah Anda memiliki tempat tinggal atau rumah di Surga? Apakah Anda berharap memiliki kamar atau tenda di surga?</p>
<p>Apakah Anda sangat menginginkan rumah atau istana di surga?</p>
<p>Bila  Anda menginginkannya dengan jujur dari lubuk kalbu, maka amalkanlah  amalan-amalan berikut dengan ikhlas mengharap keridhaan Allah untuk  mewujudkan impian dan harapan tersebut.</p>
<blockquote>
<p>Percaya atau Tidak?!</p>
<p>Kamu mungkin beramal satu amalan yang hanya menghabiskan 30 menit per hari lalu dapatkan rumah di surga –dengan izin Allah-.</p>
<p>Mungkin Anda mendapatkan rumah di surga dengan izin Allah hanya dengan beramal menghabiskan 20 menit saja per hari!!</p>
<p>Mungkin Anda mendapatkan rumah di surga dengan izin Allah hanya dengan beramal menghabiskan 15 menit saja!!</p>
<p>Mungkin Anda mendapatkan rumah di surga dengan izin Allah hanya dengan beramal menghabiskan 3 menit saja!!</p>
<p>Mungkin Anda mendapatkan rumah di surga dengan izin Allah hanya dengan beramal menghabiskan 15 detik saja!!</p>
<p>Bahkan mungkin Anda mendapatkan rumah di surga dengan izin Allah hanya dengan beramal menghabiskan 3 detik saja!!</p>
<p>Spektakuler!!!!!</p>
</blockquote>
<h3>Apabila Anda sudah ingin sekali mengetahui amalan tersebut, maka lihatlah keterangan dibawah ini.</h3>
<p>1.  Iman kepada Allah, karena siapa yang hidup dalam keadaan beriman dan  meninggal dalam keadaan iman kepada Allah maka mendapatkan kemah di  Surga dengan izin Allah. Bagaimana tidak? Rasulullah pernah bersabda :</p>
<p class="arab">((إِنَّ  لِلْمُؤْمِنِ فِى الْجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ وَاحِدَةٍ  مُجَوَّفَةٍ طُولُهَا سِتُّونَ مِيلاً لِلْمُؤْمِنِ فِيهَا أَهْلُونَ  يَطُوفُ عَلَيْهِمُ الْمُؤْمِنُ فَلاَ يَرَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا))</p>
<p>“<em>Sesungguhnya  seorang mukmin mendapatkan kemah di surga dari satu mutiara yang  berongga, panjangnya 60 mil. Seorang mukmin juga memiliki para istri di  surga yang seorang mukmin keliling menggilirnya. Sebagian mereka tidak  melihat sebagian lainnya.</em>” (HR Muslim).</p>
<p>2. Iman kepada Allah dan amal shalih</p>
<p class="arab">{وَمَا  أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُم بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا  زُلْفَى إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ لَهُمْ جَزَاء  الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ}</p>
<p>“<em>Dan  sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang  mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang  beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka Itulah yang memperoleh  balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan;  dan mereka aman sentosa di kamar-kamar (dalam surga)</em>.” (QS. Saba’: 37).</p>
<p>Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya 3:714:</p>
<p class="arab">((أي في منازل الجنة العالية آمنون من كل بأسٍ وخوف وآذى ومن كل شر يُحذر منه((.</p>
<p>Maksudnya  adalah rumah-rumah surga yang tinggi dalam keadaan aman dari semua  kekerasan, ketakutan, dan ganguan serta seluruh keburukan yang tidak  disukai.</p>
<p>3. Iman kepada Allah dan RasulNya serta berjihad di Jalan Allah. Allah berfirman:</p>
<p class="arab">{يَا  أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم  مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ  وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ  ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ (11) يَغْفِرْ لَكُمْ  ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ  وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ  الْعَظِيمُ}[الصف (10-12</p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, sukakah  kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari  azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan  berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik  bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu  dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya  sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di  dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar</em>.” (QS ash-Shaf : 10-12).</p>
<p>Ibnu katsir menjelaskan dalam tafsirnya 4:464 :</p>
<p class="arab">أي إن فعلتم ما أمرتكم به ودللتكم عليه غفرت لكم الزلات، وأدخلتكم الجنات والمساكن الطيبات والدرجات العاليات.</p>
<p>“Maksudnya  apabila kalian lakukan yang telah Akuperintahkan kepada kalian dan  telah Aku tunjukkan, maka Aku akan mengampuni semua kesalahan kalian dan  Aku masukkan kedalam Surga dan berikan tempat tinggal yang baik dan  derajat yang tinggi.</p>
<p>4. Iman kepada Allah dan membenarkan para rasul. Nabi pernah bersabda:</p>
<p class="arab">إنَّ  أهْلَ الجَنَّةِ لَيَتَرَاءوْنَ أَهْلَ الغُرَفِ مِن فَوْقِهِمْ كَمَا  تَرَاءوْنَ الكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الغَابِرَ فِي الأُفُق مِنَ المَشْرِقِ  أو المَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ )) قالُوا : يا رسول الله ؛  تِلْكَ مَنَازِلُ الأنبياء لاَ يَبْلُغُها غَيْرُهُمْ قال : (( بَلَى  والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ ، رِجَالٌ آمَنُوا بِاللهِ وَصَدَّقُوا  المُرْسَلِينَ )) . متفق عليه .</p>
<p>“<em>Sesungguhnya penduduk surga melihat-lihat pemilik kamar-kamar di</em><em> </em><em>atas  mereka sebagaimana melihat bintang-bintang gemerlapan di langit dari  timur atau barat karena perbedaan tingkat diantara mereka. Mereka  bertanya: Wahai Rasulullah ! itu rumah-rumah para Nabi yang tidak akan  bisa mencapainya selain mereka? Nabi menjawab: Tidak, demi Allah yang  jiwaku ditanganNya (dapat dicapai) oleh orang-orang yang beriman kepada  Allah dan membenarkan para Rasul</em>.” (Muttafaqun ‘alaihi).</p>
<p>5. Takwa kepada Allah, seperti dijelaskan dalam firman Allah :</p>
<p class="arab">{لَكِنِ  الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّن فَوْقِهَا غُرَفٌ  مَّبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَعْدَ اللَّهِ لَا  يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ} <em></em></p>
<p><em>“</em><em>Tetapi  orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat  yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang Tinggi yang di  bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan  sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya</em>.” (QS az-Zumar : 20).</p>
<p>Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya 4:64: أي مساكن عالية طباق بعضها فوق بعض</p>
<p>Maksudnya rumah yang tinggi bertingkat.</p>
<p>6. Meminta terus menerus dengan ikhlas agar dikaruniai Allah mati syahid di jalan-Nya . Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjelaskan dalam sabdanya:</p>
<p class="arab"> ((مَنْ سَأَلَ الله تَعَالَى الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ))</p>
<p>“<em>Siapa  yang meminta kepada Allah mati syahid dengan jujur, niscaya Allah akan  menyampaikannya ke tingkat (tempat tinggal) para syuhadak kendati ia  mati di atas kasurnya</em>.” (HR. Muslim)</p>
<p>Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan dalam <em>S</em><em>yarah Riyadh ash-Sh</em><em>a</em><em>lihin</em><em>,</em> 1:285:</p>
<p class="arab">((فإذا  سأل الإنسان ربه وقال : اللهم إني أسألك الشهادة في سبيلك – ولا تكون  الشهادة إلا بالقتال لتكون كلمة الله هي العليا – فإن الله تعالى إذا علم  منه صدق القول والنية أنزله منازل الشهداء وإن مات في فراشه((</p>
<p>“Apabila  seorang meminta kepada Allah dan berkata: Wahai Allah! Sesungguhnya aku  memohon kepada Engkau mati syahid dijalan-Mu, -mati syahid tidak ada  kecuali dengan perang untuk meninggikan kalimat Allah- maka Allah  apabila mengetahui darinya kejujuran ucapan dan niyat maka Allah akan  tempatkan di rumah-rumah Syuhada’ walaupun meninggal diatas tempat  tidur.”</p>
<p>Bagaimana kita tidak mau memanfaatkan pahala besar ini yang hanya butuh sekitar 5 detik saja.</p>
<p>7.   Membangun masjid lillah walaupun hanya sebesar lubang tempat  bertelurnya burung. Bagaimana tidak? Rasulullah pernah bersabda:</p>
<p class="arab"> ((مَنْ  بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ  لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ)) [صحيح الجامع : 6128]</p>
<p>“<em>Siapa yang  membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung  bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti  itu pula di surga</em>.” (HR. Ibnu Majah, Al-Baihaqi, al-bazzar dan ibnu  Hibban dalam shahihnya dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jaami’  no. 6128)</p>
<p>Makna (مفحص قطاة) artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya. Dan (قطاة) adalah sejenis merpati liar.</p>
<p>Al-Haafizh ibnu Hajar berkata dalam <em>al-Fath</em>, 1:679:</p>
<p class="arab">((من بني مسجداً)) التنكير فيه للشيوع. فيدخل فيه الكبير والصغير</p>
<p>“(Siapa yang membangun masjid) bersifat nakirah untuk menyeluruh pada jenisnya, sehingga masuk yang besar dan yang kecil.</p>
<p>Bahkan  pahala tersebut berlaku pada orang yang bersedekah walaupun hanya satu  bata saja atau senilainya untuk pembangunan masjid.</p>
<p>8. Ke masjid waktu subuh dan malam hari untuk shalat jamaah dan kegiatan ibadah lainnya. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab">((مَنْ غَدَا إِلَى المَسْجِد أَوْ رَاحَ ، أَعَدَّ اللهُ لَهُ في الجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ)). متفق عليه</p>
<p>“<em>Siapa yang ke masjid waktu subuh atau malam hari, maka Allah menyiapkan baginya tempat tinggal di surga setiap kali ia berangkat</em>.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Al-Haafizh ibnu Hajar dalam <em>Fathul Bari</em>,  2:183, menyatakan: (نُزُلاً) dengan di-dhommah-kan huruf nun dan zainya  berarti tempat yang disiapkan untuk istirahat  dan dengan disukunkan  huruf zai-nya berarti semua yang disiapkan untuk yang baru datang berupa  penyambutan tamu dan sejenisnya.</p>
<p>Syaikh Ibnu Utsaimin dalam <em>S</em><em>yarah Riyadhu</em><em>sh S</em><em>halihin</em><em>,</em> 3:202 menyatakan:</p>
<p class="arab">((وظاهر  الحديث أن من غدا إلى المسجد أو راح، سواءً غدا للصلاة أو لطلب علم أو  لغير ذلك من مقاصد الخير أن الله يكتب له في الجنة نزلاً((</p>
<p>Makna  textual dari hadis ini menunjukkan bahwa orang yang pergi ke masjid  pagi-pagi atau sore hari, baik berangkat pagi-pagi untuk shalat atau  menuntut ilmu atau selainnya dari kebaikan, maka Allah akan menetapkan  untuknya tempat tinggal di surga.</p>
<p>9. Menyambung barisan dalam shalat dengan menutup sela-sela antara dia dengan sebelahnya. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda:</p>
<p class="arab"> مَنْ سَدَّ فُرْجَةًّ بَنَي اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً . الصحيحة : 1892</p>
<p>“<em>Siapa yang menutup sela-sela barisan dalam shalat, maka Allah bangunkan rumah di surga dan angkat derajatnya</em>.” (HR al-Muhaamili dalam amaalinya dan dishahihkan al-Albani dalm <em>S</em><em>ilsilah ash-Shahihah</em> no. 1892).</p>
<p>Gimana tidak mau? Hanya cukup 3 detik saja.</p>
<p>10.  Shalat sunah rawatib sebanyak 12 rakaat setiap hari, yakni, empat  rakaat sebelum shalat zuhur dan dua rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah  shalat maghrib, 2 rakaat setelah shalat isya dan dua rakaat sebelum  shalat subuh. Rasul  bersabda :</p>
<p class="arab">((مَنْ ثَابَرَ عَلَى  اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً من السُنة بَنَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ  بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ  الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ  الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ)). [صحيح الجامع : 6183]</p>
<p>“<em>Siapa  yang selalu shalat 12 rakaat setiap hari dan malam, maka dibangunkan  baginya rumah di surga. yakni empat rakaat sebelum shalat zuhur dan dua  rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah shalat maghrib, 2 rakaat setelah  shalat isya dan dua rakaat sebelum shalat subuh</em>.” (HR an-nasaa’i dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ no. 6183)</p>
<p>Juga  Imam Muslim meriwayatkan dari an-Nu’maan bin Salim dari Amru bin Aus  beliau berkata: Telah menceritakan kepadaku Ambasah bin Abi Sufyaan  dalam masa sakit yang membawanya pada kematian satu hadis yang  dibanggakannya. Ambasah  berkata: Aku mendengar Ummu Habibah berkata:  Aku mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab">((مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ)) )مسلم(</p>
<p>Siapa yang shalat 12 rakaat setiap hari dan malam, maka dibangunkan baginya rumah di surga</p>
<p class="arab">قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.<br> وَقَالَ عَنْبَسَةُ فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ أُمِّ حَبِيبَةَ.<br> وَقَالَ عَمْرُو بْنُ أَوْسٍ مَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ عَنْبَسَةَ.<br> وَقَالَ النُّعْمَانُ بْنُ سَالِمٍ مَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ عَمْرِو بْنِ أَوْسٍ</p>
<p>Ummu Habibah berkata: “Tidaklah aku meninggalkannya sejak aku mendengarkannya dari Rasulullah.”</p>
<p>Ambasah berkata: “Tidaklah aku meninggalkannya sejak aku mendengarkannya dari Ummu habibah.”</p>
<p>Amru bin Aus berkata: “Tidaklah aku meninggalkannya sejak aku mendengarkannya dari Ambasah.”</p>
<p>An-Nu’maan bin Saalim  berkata: “Tidaklah aku meninggalkannya sejak aku mendengarkannya dari Amru bin Aus.”</p>
<p>Bagaimana mungkin seorang tidak menginginkan pahala ketaatan ini. Ketaatan yang hanya menghabiskan kurang lebih 30 menit.</p>
<p>11.  Shalat dhuha empat rakaat dan empat rakaat sebelum zuhur. Seperti yang  diriwayatkan Al-bani dan kumpulan hadist-hadis shahih, Rasul  Bersabda :</p>
<p class="arab">((مَنْ صَلَّى الضُّحَى أَرْبَعاً وَقَبْلَ الأُوْلَى أَرْبَعاً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ)) [الصحيحة : 2349]</p>
<p>“<em>Siapa  yang shalat dhuha empat rakaat dan empat rakaat sebelum shalat pertama  (shalat zuhur), maka dibangunkan baginya rumah di surga</em>.” (HR ath-Thabrani dalam al-Ausath dan dishahihkan al-Albani dalam Silsilah Ahaadits Shahihah no. 2349).</p>
<p>Syaikh al-Albani menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan shalat pertama adalah shalat zuhur.</p>
<p>Bagaimana mungkin seorang meninggalkannya padahal hanya butuh 20 menit saja.</p>
<p>12. Meperbanyak membaca surat Al-Ikhlas, minimal 10 kali setiap hari. Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. bersabda:</p>
<p class="arab">مَنْ  قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ  بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ  الْخَطَّابِ إِذَنْ أَسْتَكْثِرَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ  اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُ أَكْثَرُ وَأَطْيَبُ  [الصحيحة : 2/137]</p>
<p>“<em>Siapa yang membaca  </em><em>q</em><em>ulhuwa </em><em>a</em><em>llahu </em><em>a</em><em>had sampai selesai sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan membangunkan baginya istana di surga</em>.” Umar bertanya: “Kalau begitu  kita memperbanyak istana wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “<em>Allah lebih banyak dan lebih baik.”</em> (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani dalam <em>Silsilah Shahihah</em> no. 589 juz 2:137).</p>
<p>Bagaimana seorang meninggalkan pahala besar ini, padahal hanya butuh 3 menit saja!</p>
<p>13,  14, 15 dan 16. Bicara yang baik, memberikan makan pada fakir miskin,  rajin berpuasa dan shalat malam (tahajjud). Rasul Saw. bersabda :</p>
<p class="arab">إِنَّ  فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا  مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ  اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ  الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya di surga itu ada kamar-kamar yang dapat dilihat luarnya dari dalamnya, dan dalamnya dari luarnya</em>.” Maka seorang Badwi berkata: “Untuk siapa itu wahai Rasulullah?” Beliau berkata: “<em>Untuk  orang yang baik perkataannya, memberikan makan pada orang lain, terus  menerus berpuasa (puasa Daud) dan shalat di malam hari sedangkan manusia  sedang tidur nyenyak</em>.” (HR. At-Tirmizi  dan dishahihkan al-Albani dalam <em>S</em><em>hahih </em><em>S</em><em>unan at-Tirmidzi</em> no. 1984)</p>
<p>17, 18 dan 19. Meninggalkan perdebatan kendati mengandung unsur kebenaran, menjauhi berbohong, dan selalu berakhlak baik.</p>
<p class="arab">((  أنا زعيمٌ ببيت في ربض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقاً وبيتٍ في وسط  الجنة لمن ترك الكذب وإن كان مازحاً وبيت في أعلى الجنة لمن حسن خلقه)).  [صحيح أبي داود : 4015]</p>
<p>“<em>Saya menjamin sebuah rumah di surga  bagi orang yang meninggalkan perdebatan kendati dia benar, rumah di  tengah surga bagi orang yang meninggalkan kebohongan kendati hanya  bercanda, dan rumah di lantai atas surga bagi orang yang memperbaiki  akhlaknya (sampai menjadi akhlak hasanah).</em>” (HR. Abu Daud dishahihkan al-Albani dalam shahih sunan Abi dawud no. 4015)</p>
<p>20. Sabar atas kematian anaknya. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>:</p>
<p class="arab">((إِذَا  مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ  عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ  فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ  وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي  الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ )) [الصحيحة : 1408]</p>
<p>“<em>Apabila  wafat anak seorang hamba (manusia), maka Allah berkata pada  malaikat-Nya: Kalian telah mengambil nyawa anak hamba-Ku? Mereka  menjawab : “Benar.” Allah berfirman lagi: “Kalian telah mencabut nyawa  buah hatinya?” Maka malaikatpun menjawab: “Benar.” Lalu Allah berkata:  “Apa yang dikatakan hamba-Ku itu?” Mereka menjawab: </em><em>“D</em><em>ia memuji-Mu dan mengucapkan: </em><em>‘</em><em>Innalillahi wa inna ialihi raji’un</em><em>’</em><em>.</em><em>”</em><em> Maka Allah berfirman: </em><em>“B</em><em>angunkan bagi hamba-</em><em>K</em><em>u itu rumah di surga dan beri nama rumah itu dengan “Baitul Hamdi (Rumah Pujian)</em>.” (HR. At-Tirmizi dan dishahihkan al-Albani dalam <em>Silsilah </em><em>A</em><em>hadis Shahihah</em>, no. 1408)</p>
<p>21 dan 22. Mengunjungi orang sakit atau saudara seiman, berdasarkan sabda Rasulullah:</p>
<p class="arab">((مَنْ  عَادَ مَرِيضاً أَوْ زَارَ أخاً لَهُ في الله ، نَادَاهُ مُنَادٍ : بِأنْ  طِبْتَ ، وَطَابَ مَمْشَاكَ ، وَتَبَوَّأتَ مِنَ الجَنَّةِ مَنْزِلاً)).  [صحيح الترمذي : 1633]</p>
<p>“Siapa yang mengunjungi orang sakit atau  saudaranya seiman (seagama Islam), maka ia diseru oleh orang (malaikat):  ‘Engkau adalah orang baik dan baik pula perjalananmu dan Allah telah  menyiapkan bagimu rumah di surga’.” (HR. At-Tirmizi dan dishahihkan  al-Albani dalan <em>Shahih </em><em>S</em><em>unan at-</em><em>T</em><em>irmidzi</em> no. 1633)</p>
<p>Sungguh agung pahala amalan yang hanya menghabiskan kurang lebih seperempat jam saja.</p>
<p>23. Mengucapkan doa masuk pasar. Seperti dijelaskan dalam sabda beliau:</p>
<p class="arab">مَنْ  دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ  لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا  يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ  اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ  سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبُنِيَ لَهُ بَيْتاً فِي  الْجَنَّةِ</p>
<p>Siapa yang masuk pasar berdoa dengan doa:</p>
<p class="arab">لَا  إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ  الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ  وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</p>
<p>“<em>Maka Allah akan tetapkan  sejuta kebaikan dan menghapus darinya sejuta dosa dan mengangkat sejuta  derajat serta dibangunkan baginya rumah di surga</em>.” (HR at-Tirmidzi dan ibnu Majah dan dishahihkan al-Albani dalam <em>S</em><em>hahih al-Jaami’</em> no. 11176)</p>
<p>Inipun tidak membutuhkanlebih dari 15 detik.</p>
<p><strong>Sekarang percayakah Anda?</strong></p>
<p>Anda membangun rumah di surga hanya dalam waktu:</p>
<ol>
<li>30 menit dengan melaksanakan 12 rakaat sunah rawatib perhari.</li>
<li>20 menit dengan melaksanakan 8 rakaat (4 rakaat dhuha dan 4 rakaat sebelum zuhur).</li>
<li>15 menit dengan menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudara karena Allah.</li>
<li>3 menit dengan membaca surat al-Ikhlash 10 kali.</li>
<li>15 detik dengan berdoa ketika masuk pasar.</li>
<li>5 detik dengan memohon kepada Allah mati syahid.</li>
<li>3 detik dengan merapatkan barisan shalat dan menutupi sela-sela antara kamu dengan sebelahmu.</li>
</ol>
<p>Subhanallah dengan amalan mudah seperti ini mendapatkan rumah di surga yang dijelaskan Rasulullah dalam sabda beliau :</p>
<p class="arab">الجنة  بناؤها لبنة من فضة و لبنة من ذهب و ملاطها المسك الأذفر و حصباؤها اللؤلؤ  و الياقوت و تربتها الزعفران من يدخلها ينعم لا يبأس و يخلد لا يموت لا  تبلى ثيابهم و لا يفنى شبابهم</p>
<p>“<em>Bangunan di surga batu batanya  dari perak dan dari emas. Tanah lapisannya dari minyak kesturi terbaik  dan lantainya dari mutiara dan batu yaqut, tanahnya adalah za’faran.  Siapa yang memasukinya akan mendapatkan kenikmatan yang tidak putus dan  kekal yang tidak ada kematian, pakaian mereka tidak rusak dan usia  mudanya tidak hilang</em>.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi dari Abu Hurairoh dan Syaikh al-Albani menshahihkannya dalam <em>Shahih al-Jaami’</em> no. 3116</p>
<p>Mari beramal untuk membangun RUMAH di surga!</p>
<p>Lihat artikel <strong><a title="membangun surga" href="membangun-rumah-di-1647">Membangun Rumah di Surga (bagian – 2)</a></strong></p>
 