
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id/45481-memahami-pengertian-doa-permintaan-dan-doa-ibadah-bag-1.html">Memahami Pengertian Doa Permintaan dan Doa Ibadah (Bag. 1)</a></strong></span></em></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;">Dalam doa masalah juga terkandung doa ibadah</span></h2>
<p>Dalam seri sebelumnya telah kami jelaskan sekilas bahwa seseorang yang berdoa dengan doa masalah, pada hakikatnya dia juga sedang <a href="https://muslim.or.id/40293-dalam-beribadah-hanya-niat-baik-semata-itu-tidak-cukup-bag-1.html">beribadah kepada Allah <em>Ta’ala</em> </a>dengan berdoa tersebut. Hal ini sebagaimana firman Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ</span></p>
<p>“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.”<b> (QS. Ghafir [Al-Mu’min] [40]: 60)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/27205-doa-meminta-petunjuk-ketaqwaan-iffah-dan-kekayaan.html">Doa Meminta Petunjuk, Ketaqwaan, Iffah dan Kekayaan</a></span></p>
<p>Dalam ayat di atas, maksud dari firman Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ادْعُونِي</span></p>
<p>Mencakup doa masalah dan doa ibadah. Sehingga terjemah yang lebih baik adalah, “Berdoa dan beribadahlah kepada-Ku.”</p>
<p>Sehingga maksud dari firman Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَسْتَجِبْ لَكُمْ</span></p>
<p>Maksudnya adalah Aku perkenankan (kabulkan) permintaan atau permohonan kalian dan Aku terima amal ibadah kalian. Artinya, lafadz doa tersebut mencakup doa ibadah dan doa masalah.</p>
<p>Lalu di akhir ayat Allah <em>Ta’ala</em> mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي</span></p>
<p>Artinya, Allah <em>Ta’ala</em> menyebut hal itu dengan “ibadah”. Dengan kata lain, “doa masalah” dan “doa ibadah” yang Allah <em>Ta’ala</em> sebutkan di awal ayat itu Allah <em>Ta’ala</em> sebut keduanya dengan “ibadah”.</p>
<p>Oleh karena itu, seseorang yang berdoa meminta kepada Allah <em>Ta’ala</em> dengan doa masalah, pada hakikatnya dia sedang beribadah kepada Allah <em>Ta’ala.</em> Orang yang berdoa meminta kepada Allah <em>Ta’ala,</em> agar keinginannya terkabul atau agar terhindar dari bahaya, akan mendapatkan pahala dari Allah <em>Ta’ala,</em> meskipun doa tersebut tidak Allah <em>Ta’ala</em> kabulkan karena sebab-sebab tertentu.</p>
<p>Seseorang yang diberi taufik oleh Allah <em>Ta’ala</em> untuk berdoa dengan doa masalah, sungguh dia telah mendapatkan nikmat yang sangat besar. Amirul mukminin ‘Umar bin Khaththab <i>radhiyallahu ‘anhu </i>berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إني لا أحمل هم الإجابة، ولكن هم الدعاء؛ فإذا ألهمت الدعاء فإن الإجابة معه</span></p>
<p>“Sungguh aku tidak mementingkan tentang kapan suatu doa dikabulkan, justru yang terpenting bagiku adalah bagaimana aku dapat memanjatkan doa. Apabila aku diberi ilham (taufik) agar bisa berdoa, maka sungguh pengabulan doa akan menyertainya.” <b>(HR. Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3829 dan dinilai hasan oleh Al-Albani dalam </b><b><i>At-Targhiib, </i></b><b>2: 270)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26976-derajat-hadits-mengusap-wajah-setelah-berdoa.html">Derajat Hadits Mengusap Wajah Setelah Berdoa</a></span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;">Lafadz “doa” dalam Al-Qur’an dan yang dimaksud hanyalah “doa permintaan”</span></h2>
<p>Dalam Al-Qur’an, juga terdapat lafadz “doa”, namun yang dimaksud terbatas pada doa permintaan. Misalnya adalah firman Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فَدَعَا رَبَّهُ أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانْتَصِرْ</span></p>
<p>“Maka dia mengadu kepada Tuhannya, “Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan. Oleh sebab itu tolonglah (aku).” <b>(QS. Al-Qamar [54]: 10)</b></p>
<p>“Doa” dalam ayat di atas hanya dimaknai dengan doa permintaan, karena adanya permohonan “tolonglah aku.”</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26316-mendoakan-diri-sendiri-sebelum-orang-lain.html">Mendoakan Diri Sendiri Sebelum Orang Lain</a></span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;">Doa ibadah dan doa permintaan sama-sama membutuhkan keikhlasan</span></h2>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ</span></p>
<p>“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” <b>(QS. Ghafir [40]: 14)</b></p>
<p>Lafadz “doa” dalam ayat di atas mencakup doa ibadah dan doa permintaan. Sehingga yang dimaksud dengannya adalah ikhlaskanlah untuk Allah <em>Ta’ala</em> ketika kalian meminta hajat atau kebutuhan-kebutuhan kalian dan ikhlaskanlah untuk Allah <em>Ta’ala</em> semua amal kebaikan dan ketaatan yang kalian kerjakan.</p>
<p>Maka dalam ayat ini, Allah <em>Ta’ala</em> memerintahkan kita untuk ikhlas dalam doa permintaan, yaitu hanya meminta dan memohon kepada Allah <em>Ta’ala</em> dalam perkara-perkara yang hanya Allah <em>Ta’ala</em> saja yang mampu, misalnya meminta kecukupan rizki dan kesembuhan dari penyakit. Di samping itu, Allah <em>Ta’ala</em> juga memerintahkan kita untuk ikhlas dalam doa ibadah, yaitu hanya beribadah dan menyembah Allah <em>Ta’ala</em> dan tidak menujukan satu pun aktivitas ibadah kepada selain Allah <em>Ta’ala.</em></p>
<p>Demikian pembahasan ini, semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html">Doa-Doa Dari Al Qur’an </a></span></div>
</li>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/25630-fatwa-ulama-membaca-doa-dari-al-quran-ketika-sujud.html">Membaca Doa Dari Al Qur’an Ketika Sujud</a></span></div>
</li>
</ul>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p>@Jogjakarta, 5 Jumadil Awwal 1440/ 11 Januari 2019</p>
<p><b>Penulis:<span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel<span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id">: <span style="color: #ff0000;">Muslim.Or.Id</span></a></span></strong></p>
<p><b>Referensi:</b></p>
<p>Disarikan dari kitab <b><i>Al-Qawa’idul hisaan al-muta’alliqati bi tafsiir Al-Qur’an, </i></b>karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Naashir As-Sa’di <i>rahimahullahu Ta’ala, </i>hal. 173-175 (kaidah ke-51), penerbit Daar Thaybah Suriah, cetakan pertama tahun 1434.</p>
 