
<p>Ada berbagai bacaan ketika sujud, semuanya bisa diamalkan. Sekarang kita lihat bahasannya dari kitab Manhajus Salikin.</p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"># Fikih Manhajus Salikin karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di<strong> </strong>
</h3>
<h3 style="text-align: center;">Kitab Shalat</h3>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">Kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di <em>rahimahullah</em> dalam <em>Manhajus Salikin</em>,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَيَقُوْلُ: سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى</p>
<p style="text-align: center;"><em>“Dan mengucapkan ‘SUBHANAA ROBBIYAL A’LAA’ (artinya: Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi).”</em></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: center;">Bacaan saat sujud</h2>
<p> </p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Bisa memilih salah satu bacaan berikut, kadang baca yang satu, kadang baca yang lain.</p>
</blockquote>
<p> </p>
<p><strong>Bacaan pertama</strong>: Dari hadits Hudzaifah, ia mengatakan, ia pernah shalat bersama Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, lantas beliau mengucapkan ketika rukuk  ‘SUBHANAA ROBBIYAL ‘AZHIM’ (artinya: Mahasuci Rabbku Yang Mahaagung)’ dan ketika sujud, beliau mengucapkan</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى</p>
<p>‘SUBHANAA ROBBIYAL A’LAA’ (artinya: Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi). (HR. Muslim, no. 772 dan Abu Daud, no. 871).</p>
<p><strong>Bacaan kedua</strong>:</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ</p>
<p>“SUBHANA ROBBIYAL A’LAA WA BI HAMDIH (artinya: Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi dan pujian untuk-Nya)”. Ini dibaca tiga kali. (HR. Abu Daud, no. 870, sahih)</p>
<p><strong>Bacaan ketiga</strong>: Dari Ali bin Abi Thalib <em>radhiyallahu ’anhu</em>, ia berkata bahwa ketika sujud Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> membaca,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الخَالِقِينَ</p>
<p>“ALLAHUMMA LAKA SAJADTU, WA BIKA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU, SAJADA WAJHI LILLADZI KHALAQAHU, WA SHAWWARAHU, WA SYAQQA SAM’AHU, WA BASHARAHU. TABARAKALLAHU AHSANUL KHOOLIQIIN’ (artinya: Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, karena-Mu juga aku beriman, kepada-Mu juga aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah Sebaik-baik Pencipta).” (HR. Muslim, no. 771)</p>
<p><strong>Bacaan keempat</strong>: Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> membaca ketika sujudnya,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ : دِقَّهُ وَجِلَّهُ ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ ، وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ</p>
<p>“ALLOHUMMAGH-FIR LII DZANBII KULLAHU, DIQQOHU WA JILLAHU, WA AWWALAHU WA AAKHIROHU, WA ‘ALAANIYATAHU WA SIRROHU (artinya: Ya Allah ampunilah seluruh dosaku, yang kecilnya dan besarnya, yang pertamanya dan terakhirnya, yang terang-terangannya dan rahasianya).” (HR. Muslim, no. 483)</p>
<p><strong>Bacaan kelima:</strong></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى</p>
<p>“SUBHANAKALLAHUMMA ROBBANAA WA BIHAMDIKA, ALLAHUMMAGHFIR-LII(artinya: Mahasuci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu, ampunilah aku)”. (HR. Bukhari, no. 817 dan Muslim, no. 484).</p>
<p><strong>Bacaan keenam:</strong></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ</p>
<p>“SUBBUHUN QUDDUUS, ROBBUL MALAA-IKATI WAR RUUH (artinya: Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh -yaitu Jibril-).” (HR. Muslim, no. 487)</p>
<p><strong>Bacaan ketujuh</strong>: Dari Auf bin Malik Al-Asyja’i berkata, saya berdiri bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berdiri dan membaca surah Al-Baqarah, tidak melewati ayat rahmat kecuali berhenti dan memohonnya. Dan tidak melewati ayat siksa kecuali berhenti dan berlindung (darinya). Berkata, kemudian rukuk seperti waktu berdirinya dan membaca dalam rukuknya,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">سُبْحَانَ ذِي الجَبَرُوْتِ وَالملَكُوْتِ وَالكِبْرِيَاء ِوَالعَظَمَةِ</p>
<p>SUBHAANA DZIL JABARUUTI WAL MALAKUUTI WAL KIBRIYAA’ WAL ‘AZHOMAH (artinya: Mahasuci Allah Yang mempunyai keperkasaan dan kerajaan (penuh) serta kesombongan dan keagungan). Kemudian sujud seperti waktu berdirinya kemudian mengatakan dalam sujudnya seperti itu. Kemudian berdiri dan membaca Ali Imran kemudian satu surah, satu surah. (HR. An-Nasai, no. 1132; Abu Daud, no. 873. Hadits ini sahih menurut Syaikh Al-Albani).</p>
<p> </p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Catatan: Bacaan kelima hingga ketujuh bisa dijadikan bacaan ketika rukuk dan sujud sekaligus.</p>
</blockquote>
<h2></h2>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Baca juga: </strong></h2>
<ol>
<li style="text-align: center;"><strong><a href="https://rumaysho.com/7125-sifat-shalat-nabi-10-cara-sujud.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Cara Sujud</a></strong></li>
<li style="text-align: center;"><a href="https://rumaysho.com/16715-faedah-bacaan-saat-rukuk-dan-sujud.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Faedah Bacaan Saat Rukuk dan Sujud</strong></a></li>
<li style="text-align: center;"><a href="https://rumaysho.com/16967-sifat-shalat-nabi-37-posisi-kaki-saat-sujud-dirapatkan-atau-direnggangkan.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Posisi Kaki Saat Sujud Dirapatkan atau Direnggangkan</strong></a></li>
<li style="text-align: center;"><a href="https://rumaysho.com/11460-sifat-shalat-nabi-35-menempelkan-hidung-saat-sujud-wajibkah.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Menempelkan Hidung Saat Sujud</strong></a></li>
<li style="text-align: center;"><strong><a href="https://rumaysho.com/8637-sifat-shalat-nabi-22-keadaan-tangan-ketika-sujud.html">Keadaan Tangan Ketika Sujud</a></strong></li>
</ol>
<p> </p>
<hr>
<p> </p>
<p>Disusun di Dasinem Pogung Dalangan, 21 Dzulhijjah 1440 H (22 Agustus 2019)</p>
<p>Oleh yang selalu mengharapkan ampunan Allah: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
<iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/08/Buletin-Rumaysho-MPD-Edisi-81.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/08/Buletin-Rumaysho-MPD-Edisi-81.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a>
 