
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/46290-manakah-yang-lebih-utama-wanita-shalat-di-rumah-atau-di-masjid-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Manakah yang</a></span> <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/46290-manakah-yang-lebih-utama-wanita-shalat-di-rumah-atau-di-masjid-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Lebih Utama, Wanita Shalat di Rumah atau di Masjid? (Bag. 1)</a></span></strong></p>
<h2>
<span style="font-size: 21pt;"> 3. Fatwa Syaikh Sholeh Al-Fauzan </span><i><span style="font-size: 21pt;">hafizhahullah</span> </i>
</h2>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Bolehkah wanita merutinkan sholat berjama’ah di masjid, dan apakah suaminya berhak melarangnya?”</span></p>
<p><b>Beliau menjawab:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dibolehkan bagi wanita untuk keluar menunaikan sholat di masjid, akan tetapi sholatnya di rumah lebih utama baginya, karena sholatnya di rumahnya bersifat menutupinya (tersembunyi dari pandangan) dan aman baginya dari terjerumus kedalam fitnah, baik fitnah tersebut disebabkan olehnya atau fitnah yang mengancam dirinya, sebagaimana sabda Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">: ”</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"> «لا تمنعوا إماء الله مساجد الله وبيوتهن خير لهن»</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Janganlah kalian larang wanita (dari) hamba Allah pergi ke masjid-masjid Allah, namun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka”.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika ia hendak sholat di masjid, maka janganlah dilarang, namun ia berdiam diri dan sholat di rumahnya itu lebih utama dari keluarnya menuju ke masjid untuk menunaikan sholat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun, (yang perlu diperhatikan) jika ia keluar ke masjid, maka ia haruslah ia beradab dengan adab Islami, seperti : tidak memakai parfum, tidak mengenakan pakaian yang dihiasi, tidak memakai perhisasan dan menampakkannya dan tidak menampakkan anggota tubuhnya (yang tidak boleh ditampakkan), menutupi wajah, kedua telapak tangan dan kakinya, serta menutupi dirinya dari pandangan laki-laki (yang bukan mahramnya).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apabila ia beradab dengan adab-adab Syar’i ini, maka diperbolehkan baginya keluar menuju ke masjid untuk menunaikan sholat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pula, ketika ia berada di masjid juga, hendaknyalah letak shofnya terpisah dengan kaum laki-laki, tidak menjadi satu dengan shof laki-laki dan tidak pula bercampur-baur dengan mereka, akan tetapi ia berada di bagian akhir (shof) masjid.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika terdapat jama’ah wanita lainnya, maka ia sholat bersama mereka atau (jika tidak ada wanita lainnya), ia bershof sendirian di belakang laki-laki, jika ia beradab dengan adab-adab Syar’i ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun jika ia </span><b>tidak</b><span style="font-weight: 400;"> beradab dengannya, maka suaminya hendaknya melarangnya dari pergi untuk menunaikan sholat ke masjid”.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/34261-melepas-jilbab-berarti-melepas-kemuliaan-wanita.html" data-darkreader-inline-color="">Melepas Jilbab Berarti Melepas Kemuliaan Wanita</a></span></strong></p>
<h2>
<span style="font-size: 21pt;"> 4. Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad </span><i><span style="font-size: 21pt;">hafizhahullah</span> </i>
</h2>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Manakah yang lebih utama bagi wanita: ‘Ia sholat Taraweh di rumahnya sendirian atau di masjid secara berjama’ah? ”</span></p>
<p><b>Beliau menjawab:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sholat wanita di rumahnya lebih utama dalam seluruh keadaan, baik untuk sholat wajib maupun sholat sunnah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan jika ia sholat di masjid, baik itu sholat wajib maupun sholat Taraweh, maka hal itu diperbolehkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pula untuk masalah Lailatul Qodar – yaitu di sepuluh hari terakhir (Ramadhan), namun tidak diketahui kepastian harinya-, seseorang yang bersungguh-sungguh (beribadah) di sepuluh hari terakhir tersebut, terhitung sebagai orang yang benar-benar berusaha mendapatkannya, maka jika datang malam tersebut, ia sedang beramal sholeh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi, sholat wanita di rumahnya lebih utama dalam seluruh keadaan, baik di sepuluh hari terakhir, sebelum atau sesudahnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan jika ia mendatangi masjid di sepuluh hari terakhir atau masih dalam bulan Ramadhan atau pada seluruh bulan-bulan selainnya, maka hal itu diperbolehkan”.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26725-makna-hijab-khimar-dan-jilbab.html" data-darkreader-inline-color="">Makna Hijab, Khimar dan Jilbab</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/19679-fatwa-ulama-bagaimana-menyikapi-wanita-yang-enggan-berjilbab.html" data-darkreader-inline-color="">Bagaimana Menyikapi Wanita Yang Enggan Berjilbab?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>(Bersambung, in sya Allah)</b></p>
<p><strong>Penulis:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color=""> Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong><br>
<strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
 