
<p><span style="font-weight: 400;">Abu Laits as-Samarqandi mengatakannya, </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">وَأَمَرَ بِحَدِّ الزَّانِيَيْنِ فِي الدُّنْيَا فَمَنْ لَمْ يُقَمْ حَدُّهُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّمَا يُضْرَبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِسِيَاطٍ مِنْ نَارٍ عَلَى مَشْهَدِ الْخَلَائِقِ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Allah perintahkan agar pelaku zina dihukum di dunia. Pelaku zina yang belum mendapatkan hukuman sesuai syariat di dunia akan dihukum pada hari Kiamat dengan dicambuk menggunakan cambuk dari api neraka dalam keadaan disaksikan oleh seluruh makhluk (di Padang Mahsyar)” (<em>Tanbih al-Ghafilin</em> hlm 336)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kondisi yang sangat sangat memalukan adalah dipermalukan di Padang Mahsyar, di permalukan di depan semua manusia dan jin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tetangga, kerabat, kawan dll yang dulu di dunia tidak tahu menahu jadi tahu. Bahkan semua manusia pun jadi tahu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di Padang Mahsyar memandang ke arah jauh itu sejelas memandang apa yang di depan mata.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diantara yang dipermalukan di Padang Mahsyar adalah pelaku zina yang belum mendapatkan hukuman sesuai syariat di dunia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pelaku zina yang di dunia hanya mendapatkan hukuman penjara, dicopot dari jabatannya atau dipecat dari status ASN masih akan dipermalukan di Padang Mahsyar, dicambuk di hadapan seluruh makhluk. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Manfaat hukuman sesuai syariat di dunia adalah menghilangkan hukuman di akhirat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah tutupi aib dan tidak mempermalukan penulis dan semua pembaca tulisan ini di dunia dan akhirat.</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 