
<p>Coba perhatikan beberapa catatan kami tentang lailatul qadar berikut ini berisi bahasan kapan terjadinya lailatul qadar, tanda-tandanya, dan amalan di dalamnya. Apakah hari terakhir Ramadhan kita sudah sesuai catatan ini.</p>
<p> </p>
<p><strong>Pertama</strong>: Lailatul qadar masih terus ada hingga <a href="https://rumaysho.com/22090-syarhus-sunnah-hisab-dan-timbangan-pada-hari-kiamat.html" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #ff0000;">hari kiamat</span></strong></a>.</p>
<p><strong>Kedua</strong>: Kita dianjurkan untuk mencari <strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/tag/lailatul-qadar" target="_blank" rel="noopener">lailatul qadar</a></span></strong> dan menghidupkan malamnya.</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</span></p>
<p>“<em>Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni</em>.” (HR. Bukhari, no. 1901)</p>
<p><strong>Ketiga</strong>: Lailatul qadar dicari pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.</p>
<p>Dari Abu Sa’id Al-Khudri <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وَالْتَمِسُوهَا فِي كُلِّ وِتْرٍ</span></p>
<p>“<em>Carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, carilah pada malam-malam ganjil</em>.” (HR. Bukhari, no. 2027 dan Muslim, no. 1167)</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/3507-lailatul-qadar-bisa-pada-malam-genap.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Lailatul Qadar Bisa pada Malam Genap</span></a></strong></p>
<p><strong>Keempat</strong>: Lailatul qadar hanya terbatas pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, yang diharapkan terjadi pada malam ke-21, 23, atau 27. Lailatul qadar bisa terjadi pada malam ke-21 sebagaimana disebutkan riwayatnya dari Abu Sa’id Al-Khudri. Lailatul qadar bisa terjadi pada malam ke-23 sebagaimana disebutkan riwayatnya dari ‘Abdullah bin Unais. Dalam hadits ‘Ubadah bin Ash-Shamit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mencari lailatul qadar pada malam ke-25, 27, 29. Dalam hadits Mu’awiyah disebutkan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27.</p>
<p>Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Bulughul Marom hadits no. 705 menyebutkan hadits Mu’awiyah,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">وَعَنْ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا, عَنْ اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: – لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ – رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالرَّاجِحُ وَقْفُهُ.</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">وَقَدْ اِخْتُلِفَ فِي تَعْيِينِهَا عَلَى أَرْبَعِينَ قَوْلًا أَوْرَدْتُهَا فِي ” فَتْحِ اَلْبَارِي “</span></p>
<p>Dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em> beliau berkata mengenai lailatul qadar itu terjadi pada malam ke-27. Diriwayatkan oleh Abu Daud. Namun pendapat yang kuat, hadits ini mauquf, yaitu hanya perkataan sahabat. Para ulama berselisih mengenai tanggal pasti lailatul qadar. Ada 24 pendapat dalam masalah ini yang dibawakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.</p>
<p><strong>Baca juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/3515-benarkah-lailatul-qadar-pada-malam-ke-27.html" target="_blank" rel="noopener">Lailatul Qadar Benarkah Terjadi pada Malam ke-27</a></span></strong></p>
<p><strong>Kelima</strong>: Amalan pada malam lailatul qadar adalah:</p>
<ul>
<li><strong>Memperbanyak doa lailatul qadar: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII</strong></li>
</ul>
<p>Hadits yang membicarakan doa ini adalah sebagai berikut.</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى</span></p>
<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em> yaitu jika saja aku tahu bahwa suatu malam adalah malam lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em> “Berdoalah: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).” (HR. Tirmidzi, no. 3513 dan Ibnu Majah, no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/24407-doa-yang-diajarkan-rasulullah-pada-malam-lailatul-qadar-dan-kandungannya.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Doa Lailatul Qadar dan Maknanya</span></a></strong></p>
<ul>
<li><strong>Memperbanyak shalat pada malam lailatul qadar dan sungguh-sungguh ibadah di dalamnya.</strong></li>
</ul>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em> beliau bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</span></p>
<p>“<em>Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.</em>” (HR. Bukhari, no. 1901)</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/24368-ini-amalan-amalan-di-malam-lailatul-qadar.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Ini Amalan-Amalan di Lailatul Qadar</span></a></strong></p>
<p><strong>Keenam</strong>: Dianjurkan menghidupkan malam lailatul qadar dengan ibadah hingga terbit Fajar Shubuh. Karena malam tersebut penuh keselamatan dari tenggelam matahari hingga terbit fajar Shubuh. Dalam ayat disebutkan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ</span></p>
<p>“<em>Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.</em>” (QS. Al-Qadr: 5)</p>
<p>Dalam perkataan Imam Syafi’i yang qadim (yang lama),</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا</span></p>
<p>“<em>Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.</em>” Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> mengatakan bahwa ini adalah perkataan Imam Syafii yang lama, tetapi tidak ada pendapat baru yang menyelisihinya atau bersesuaian dengannya. Maka pendapat ini menjadi pendapat madzhab tanpa ada beda pendapat di dalamnya. (Al-Majmu’, 6:491). Lihat <em>Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii</em>, 2:222.</p>
<p><strong>Ketujuh</strong>: Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ</span></p>
<p>“<em>Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”</em> (QS. Al-Qadr: 3). Maksudnya adalah ibadah di malam lailatul qadar itu lebih utama dari ibadah di seribu bulan lainnya yang tidak terdapat lailatul qadar.</p>
<p><strong>Baca juga:<span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html" target="_blank" rel="noopener"> 7 Keistimewaan Lailatul Qadar</a></span></strong></p>
<p><strong>Kedelapan</strong>: Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily mengatakan, “Siapa saja yang melihat lailatul qadar terjadi, hendaklah ia sembunyikan. Lalu ia berdoa dengan penuh keikhlasan, niat, dan keyakinan untuk kepentingan agama dan dunianya.” (<em>Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii</em>, 2:223)</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/11333-tanda-seseorang-mendapatkan-lailatul-qadar.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar</span></a></strong></p>
<p><strong>Kesembilan</strong>: Lailatul qadar itu sebenarnya disembunyikan waktunya pada kita agar kita terus bersemangat mencarinya setiap tahunnya agar kita mencarinya pada akhir Ramadhan terutama pada malam-malam ganjil. <strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/489-mengenal-tanda-tanda-malam-lailatul-qadar.html" target="_blank" rel="noopener">Tanda lailatul qadar itu</a></span> adalah</strong> malam tersebut tidak begitu panas, tidak begitu dingin, matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan putih tidak terlalu menyorot. (<em>Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii,</em> 2:223)</p>
<p><strong>Baca juga:<span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/8235-tidak-perlu-mencari-tanda-malam-lailatul-qadar.html" target="_blank" rel="noopener"> Tidak Perlu Mencari Tanda Lailatul Qadar</a></span></strong></p>
<p> </p>
<h4>Referensi:</h4>
<p><em>Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii.</em> Cetakan kelima, Tahun 1436 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily. Penerbit Darul Qalam.</p>
<p> </p>
<p>—</p>
<p>Selasa pagi, 29 Ramadhan 1442 H, 11 Mei 2021 @ <a href="https://darushsholihin.com">Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul DIY</a></p>
<p><a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><a href="https://rumaysho.com">Artikel Rumaysho.Com</a></p>
 