
<p><span style="font-weight: 400;">Tentu kita sering mendengar kalimat talbiyah yang diucapkan oleh jamaah haji dan umrah. Kalimat tersebut sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah kepunyaan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”. [HR. Muslim] </span></p>
<p><strong>Baca Juga:  </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/26660-fatwa-ulama-sahkah-haji-dan-muamalah-yang-menggunakan-harta-haram.html" data-darkreader-inline-color="">Sahkah Haji Dan Muamalah Yang Menggunakan Harta Haram?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tahukah anda, bahwa dahulu orang kafir quraiys juga melakukan haji dan tawaf yang merupakan warisan dari ajaran nabi Ibrahim. Mereka juga dan mengucapkan talbiyah. Hanya saja ucapan talbiyah mereka ditambah dengan ucapan kesyirikan, padahal lafadz talbiyah yang mereka ucapkan menyatakan “Tidak ada sekutu bagi-Mu”. Namun, orang kafir quraiys menambahkan dengan lafadz “Kecuali sekutu yang Engkau miliki” yaitu berhala-berhala orang kafir Quraisy sembah sebagai sekutu bagi Allah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mendengar lafadz tersebut diucapkan oleh orang kafir Quraisy, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَيْلَكُمْ قَدْ قَدْ فَيَقُولُونَ إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Celakalah kalian, cukuplah ucapan itu dan jangan diteruskan.” Tapi mereka meneruskan ucapan mereka; illaa syariikan huwa laka tamlikuhu wamaa malaka (kecuali sekutu bagi-Mu yang memang Kau kuasai dan ia tidak menguasai).” Mereka mengatakan ini sedang mereka berthawaf di Baitullah. [HR. Muslim no. 1185]</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/41311-beberapa-kesalahan-dan-kemungkaran-terkait-ibadah-haji-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Beberapa Kesalahan dan Kemungkaran terkait Ibadah Haji</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berikut beberapa makna dari kalimat talbiyah:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Makna kalimat ini: Saya benar-benar adalah memenuhi panggilan-Mu wahai Allah</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَبَّيْكَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Makna kalimat ini: Adalah menyatakan tidak ada sekutu bagi Allah dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah kepunyaan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Makna kalimat ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">حمداً لله الذي هو من أحب ما يتقرب به العبد إلى الله<br>
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وعلى الاعتراف لله بالنعم كلها</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Pujian kepada Allah adalah yang paling bisa mendekatkan hamba kepada Allah yaitu mengakui bahwa Allah yang memberikan nikmat semuanya.” [Mukhtashar Tahdzib Sunan 2/335]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Makna yang sangat jelas dan dalam, karena dalam ibadah haji kita benar-benar mengorbankan banyak hal, di mulai dari harta, tenaga, pikiran dan meninggalkan keluarga di rumah cukup lama. Sangat disayangkan apabila tercampur dengan riya’ atau ditujukan bukan untuk selain Allah (menyekutukan Allah). Hendaknya kita mengakui besar nikmat Allah kita mampu naik haji dengan memuji Allah karena tidak semua orang diberikan nikmat ini.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/28605-kecil-kecil-sudah-naik-haji.html" data-darkreader-inline-color="">Kecil-Kecil Sudah Naik Haji</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26563-fatwa-ulama-hukum-mengunjungi-gua-hira-dan-tempat-bersejarah-lainnya-ketika-haji.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Mengunjungi Gua Hira Dan Tempat Bersejarah Lainnya Ketika Haji</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Lombok, Pulau seribu masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: Raehanul Bahraen</strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</span></strong></p>
 