
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/50476-macam-macam-syirik-dalam-ibadah-bag-14-lanjutan-syirik-dalam-menyembelih-binatang.html" data-darkreader-inline-color="">Macam-Macam Syirik dalam Ibadah (Bag.14): Lanjutan Syirik dalam Menyembelih Binatang</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Menyembelih yang bernilai tauhid</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Menyembelih yang bernilai ibadah dan tauhid adalah berciri khas sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– Ritual pengaliran darah binatang tersebut dipersembahkan untuk Allah semata, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– dalam rangka mengagungkan-Nya semata (</span><i><span style="font-weight: 400;">ta’zhimullah wahdah</span></i><span style="font-weight: 400;">), </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– merendahkan diri kepada-Nya semata (</span><i><span style="font-weight: 400;">tadzallul lillah wahdah</span></i><span style="font-weight: 400;">),</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– mendekatkan diri kepada-Nya semata (</span><i><span style="font-weight: 400;">taqarrub ilallah wahdah</span></i><span style="font-weight: 400;">), </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– memohon keberkahan (</span><i><span style="font-weight: 400;">tabarruk</span></i><span style="font-weight: 400;">) dari-Nya semata,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– memohon pertolongan hanya kepada-Nya semata dalam aktifitas menyembelih tersebut (</span><i><span style="font-weight: 400;">isti’anah billah wahdah</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span><i><span style="font-weight: 400;">,</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">–</span></i><span style="font-weight: 400;">menyebut nama-Nya (</span><i><span style="font-weight: 400;">tasmiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">) saja ketika akan menyembelih, – hati bergantung hanya kepada-Nya semata (</span><i><span style="font-weight: 400;">ta’alluqul qolb billah wahdah</span></i><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– mengharap pahala dari Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">– dan dengan tata cara yang sesuai dengan Sunnah.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/7831-soal-220-apa-hukum-melakukan-acara-syirik-dengan-alasan-budaya.html" data-darkreader-inline-color="">Apa Hukum Melakukan Acara Syirik Dengan Alasan Budaya?</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menyembelih yang bernilai ibadah seperti ini tidak boleh dipersembahkan kepada selain Allah dan wajib dipersembahkan hanya kepada-Nya saja.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan ibadah menyembelih itu wajib dipersembahkan hanya kepada-Nya saja dalam firman-Nya:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(162) </span><i><span style="font-weight: 400;">Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadah menyembelih yang kulakukan, hidupku dan matiku hanyalah untuk dan milik Allah, Tuhan semesta alam.</span></i></p>
<p style="text-align: center;"><b><span style="font-size: 21pt;">لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ</span> </b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(163) </span><i><span style="font-weight: 400;">Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah)”.</span></i><span style="font-weight: 400;">[QS. Al-An’aam:162-163].</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian agungnya ibadah menyembelih yang dipersembahkan untuk Allah semata itu, maka pantaslah apabila ulama menjelaskan bahwa dalam ibadah menyembelih terdapat berbagai macam peribadatan, baik ibadah-ibadah hati sebagaimana telah disebutkan di atas, maupun ibadah lahiriyyah, yaitu : menggerakkan tangan untuk mengiriskan pisau di leher binatang dengan tata cara sesuai Sunnah, dan menyebut nama Allah dengan lisannya.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/4952-tumbal-dan-sesajen-tradisi-syirik-warisan-jahiliyah.html" data-darkreader-inline-color="">Tumbal dan Sesajen, Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Contoh menyembelih yang bernilai tauhid</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;"> 1 Menyembelih binatang yang dipersembahkan untuk Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata, mendekatkan diri kepada-Nya semata dan dilakukan dengan menyebut nama Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">saja dengan cara yang disyari’atkan, seperti: menyembelih hewan qurban di Hari Raya Idul Adha, dan saat menunaikan ibadah haji.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang yang melakukan bentuk menyembelih yang seperti ini berarti ia telah menggabungkan dua macam tauhid, yaitu: Tauhid Uluhiyyah, karena tujuan menyembelihnya dipersembahkan untuk Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">semata, dan Tauhid Rububiyyah, karena menyebut nama Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">saja, dan memohon pertolongan dan keberkahan kepada-Nya semata. Hal ini mengandung pengesaan Allah dalam perbuatan-Nya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> 2. Menyembelih binatang dengan menyebut nama Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">saja, dan dengan cara menyembelih yang sesuai Sunnah, dengan tujuan untuk dimakan atau dihidangkan kepada tamu dalam rangka menjamunya. </span><b>Tidak ada niat</b><span style="font-weight: 400;"> pada diri pelakunya untuk mendekatkan diri </span><i><span style="font-weight: 400;">(taqarrub)</span></i><span style="font-weight: 400;"> kepada selain Allah, dan</span><b> tidak ada niat pula</b><span style="font-weight: 400;"> mengagungkan selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/3030-soal-41-hukum-memakan-makanan-perayaan-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Memakan Makanan Perayaan Syirik</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka bentuk menyembelih yang seperti ini masih ada unsur tauhidnya, yaitu: menyebut nama Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">saja, ini adalah Tauhid Rububiyyah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan pada cara menyembelih yang sesuai Sunnah terdapat Tauhid Uluhiyyah, karena mentaati Allah dalam tata cara menyembelih binatang.</span> <span style="font-weight: 400;">Sedangkan tidak ada bentuk kesyirikan, karena </span><b>tidak ada niat</b><span style="font-weight: 400;"> pada diri pelakunya untuk mendekatkan diri </span><i><span style="font-weight: 400;">(taqarrub)</span></i><span style="font-weight: 400;"> kepada selain Allah, dan</span><b> tidak ada niat pula</b><span style="font-weight: 400;"> mengagungkan selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala, </span></i><span style="font-weight: 400;">serta</span><b> tidak menyebut</b><span style="font-weight: 400;"> nama selain Allah.</span><b> </b></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/47799-makna-tauhid-di-balik-kalimat-talbiyah-haji.html" data-darkreader-inline-color="">Makna Tauhid di Balik Kalimat Talbiyah Haji</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/47513-10-sebab-senantiasa-merasa-miskin-dan-kurang-harta.html" data-darkreader-inline-color="">10 Sebab Senantiasa Merasa Miskin Dan Kurang Harta</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>(Bersambung, in sya Allah)</b></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Said Abu Ukasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
 