
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/47719-macam-macam-ibadah-syirik-bag-11.html" data-darkreader-inline-color="">Macam-Macam Ibadah Syirik (Bag.11): Istighatsah yang Dibolehkan</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Istighatsah yang bernilai syirik</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Isti’adzah kepada selain Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">termasuk syirik akbar jika ditujukan kepada makhluk yang mati (baik nabi, wali, kiyai atau selain mereka), atau makhluk yang ghoib (tidak bisa komunikasi antara yang meminta dan yang dimintai), atau makhluk hidup, tidak ghaib (hadir di tempat atau bisa berkomunikasi), namun isi permintaannya dalam perkara yang di luar kemampuan makhluk. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penjelasannya adalah sebagaimana penjelasan yang telah disebutkan di dalam bab isti’anah dan isti’adzah.</span></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Contohnya:</span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika seseorang mengalami kesempitan rezeki yang sangat dan kebangkrutan usaha yang menguras habis hartanya secara mendadak, lalu ia meyakini bahwa hal ini disebabkan kakeknya murka kepadanya, karena sudah lama ia merasa tidak menziarahi kuburnya yang selama ini dikeramatkan manusia.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/43142-sesajen-sedekah-gunung-dan-laut-bukan-ajaran-islam.html" data-darkreader-inline-color="">Sesajen, Sedekah Gunung dan Laut Bukan Ajaran Islam</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka ia pun bersimpuh, menangis dan menghiba di hadapan pusara kakeknya untuk meminta maaf kepadanya, serta memohon agar kakeknya menghilangkan musibah tersebut, sehingga diharapkan usahanya kembali lancar dan rezekinya lapang!</span></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Contoh lainnya:</span></em></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apabila seseorang ditimpa musibah kecelakaan yang parah sampai dalam keadaan koma di ICU, kemudian keluarganyapun teringat jika selama ini merasa kurang merawat dan memberi sesajen untuk pusaka keris yang diyakini bertuah warisan kakeknya itu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mereka meyakini bahwa musibah tersebut disebabkan sikap mereka yang kurang menunaikan hak arwah yang menitis di dalam keris yang dikeramatkan tersebut!</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sehingga demi kesembuhan orang yang terkena musibah tersebut, keluarganyapun melakukan upacara ritual pemberian sesajen untuk pusaka keris itu, sembari berkomat-kamit beristighotsah kepada arwah yang menitis di dalam keris itu!</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><em>Contoh berikutnya:</em> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seorang dukun pijat praktisi pengobatan yang kerap disebut-sebut sebagai pengobatan alternatif itu, ketika menerapi pasiennya yang terkena penyakit kanker, ia melakukan ritual pijat berupa </span><span style="font-weight: 400;">menghentak-hentakkan kaki ke lantai tiga kali sambil berkomat-kamit :</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Wahai jin laki-laki dan jin perempuan! Hilangkanlah derita dan penyakit orang ini dan jauhkanlah penyakitnya darinya sejauh jarak antara timur dan barat!</span></i><span style="font-weight: 400;">”, seraya mengayunkan tangannya yang sedang memijat ke arah timur dan ke arah barat, memperagakan seolah-olah sedang membuang penyakit pasiennya sambil meniupkan udara dengan suara keras dari mulutnya, “</span><i><span style="font-weight: 400;">Wuh, wuh!!</span></i><span style="font-weight: 400;">”.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/26535-renungan-idul-adha-nabi-ibrahim-sebagai-teladan.html" data-darkreader-inline-color="">Renungan Idul Adha: Nabi Ibrahim Sebagai Teladan</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ingatlah sobat, bahwa perbuatan-perbuatan tersebut di atas termasuk syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, karena pelakunya telah menyekutukan Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan arwah, mayit dan jin itu! </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hakikatnya pelakunya telah meyakini arwah, mayit dan jin itu memiliki sebagian kekhususan Rububiyyah yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">, padahal Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">telah berfirman :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada sesembahan haq (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat (keagungan-Nya)”.</span><strong>(QS. An-Naml : 62) </strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/20135-juru-kunci-gunung-kelud.html" data-darkreader-inline-color="">Juru Kunci Gunung Kelud</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/19502-bagaimana-hukum-hipnotis.html" data-darkreader-inline-color="">Bagaimana Hukum Hipnotis?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">Said Abu Ukasyah</span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
 