
<h2>Tahukah anda seberapa besar dosa riba?</h2>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i> bersabda:</p>
<h3 style="text-align: right;">دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً</h3>
<p><i>“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.”</i> (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al-Albani dalam Misykatul Mashabih mengatakan bahwa hadits ini sahih).</p>
<p><strong><i>Subhanallah</i>, ternyata dosa riba lebih berat dari dosa zina 36 kali lipat. Padahal dosa zina besar di sisi Allah <i>ta’ala</i>.</strong></p>
<p>Banyak diantara kita yang lari dari riba. Ini adalah kebaikan dan menunjukkan ketakwaan hati dan keimanan. Namun terkadang masih jatuh kepada dosa yang lebih berat dari riba..</p>
<p><em><strong>Baca juga:</strong></em></p>
<ul>
<li><a href="https://muslim.or.id/23654-balasan-bagi-pelaku-riba-dalam-al-quran.html"><span style="color: #ff6600;">Balasan Bagi Pelaku Riba Dalam Al Qur’an</span></a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/23617-riba-biang-keladi-kemacetan.html"><span style="color: #ff6600;">Riba Biang Keladi Kemacetan</span></a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/22917-riba-sekejam-memperkosa-ibu-kandung.html"><span style="color: #ff6600;">Riba, Sekejam Memperkosa Ibu Kandung</span></a></li>
</ul>
<h2>Tahukah anda apa yang lebih berat dari riba ?</h2>
<p>Dari Al-Bara bin Azib, Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i> bersabda:</p>
<h3 style="text-align: right;">الرِّبَا اثنان وسبعون بابًا، أدناها مثل إتيان الرجل أمَّه، وإن أرْبَى الربا استطالة الرجل في عرض أخيه</h3>
<p><i>“Riba memiliki tujuh puluh dua pintu, yang paling rendah seperti menzinahi ibu kandungnya. Dan sesungguhnya riba yang paling riba adalah merusak kehormatan saudaranya.”</i> (HR.  Ath-Thabrani. Lihat silsilah shahihah no. 1871).</p>
<p>Perhatikanlah ini saudaraku… Berapa banyak orang yang asyik membicarakan aib saudaranya baik di majelis ataupun di media-media sosial. Ini adalah musibah yang menimpa agama seseorang. Karena perbuatan tersebut merusak amalnya, bahkan mencukur agamanya. Karena perbuatan tersebut merusak hubungannya dengan sesama muslim.</p>
<p>Nabi <i>shallallhu ‘alaihi wasallam</i> bersabda:</p>
<h3 style="text-align: right;">أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا : بَلَى، قَالَ : صَلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ</h3>
<p><i>“Maukah aku kabarkan kepada kalian yang lebih baik daripada derajat puasa, salat, dan sedekah?”.</i> Mereka berkata, “Tentu”. <i>Baiknya hubungan di antara sesama, karena rusaknya hubungan di antara sesama mengikis habis (agama)”</i>. ( HR. At-Tirmidzi no. 2509, dan dinilai sahihkan oleh At-Tirmidzi) dan ada tambahannya:</p>
<h3 style="text-align: right;">هِيَ الْحَالِقَةُ لاَ أَقُوْلُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّيْنَ</h3>
<p><i>“Rusaknya hubungan di antara sesama adalah mengikis, dan tidaklah aku berkata mengikis habis rambut, akan tetapi mengikis habis agama”.</i></p>
<p><em><strong>Baca juga:</strong></em></p>
<ul>
<li><a href="https://muslim.or.id/27973-hukum-ghibah-kepada-non-muslim.html">Hukum Ghibah Kepada Non Muslim</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/24578-waspadai-ghibah-terselubung.html">Waspadai Ghibah Terselubung!</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/24409-cara-bertaubat-dari-dosa-ghibah.html">Cara Bertaubat Dari Dosa Ghibah</a></li>
</ul>
<p>Ingatlah saudaraku, kehormatan seorang muslim mulia di sisi Allah. Jangan sampai kita bangkrut di hari kiamat akibat lisan yang tak dijaga.</p>
<p>Penulis: <a href="https://muslim.or.id/author/badrusalam">Ustadz Abu Yahya Badrusalam</a><br>
Artikel: <a href="http://Penulis:%20Ustadz%20Abu%20Yahya%20Badrussalam%20Artikel:%20Muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 