
<p>Terkadang ada sebagian kaum muslimin yang ketika memberikan <a href="https://muslim.or.id/6729-waspadailah-penghapus-pahala-sedekah.html">sedekah</a> kepada orang miskin, ia meminta agar didoakan. Bagaimana hukum hal ini?</p>
<p>Secara umum, boleh bagi seorang meminta doa kepada saudara muslim lainnya. Sebagaimana dalam hadits,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ</span></p>
<p>“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan mustajab. Pada kepalanya ada malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.” (HR. Muslim)</p>
<p>An-Nawawi menjelaskan dianjurkan meminta didoakan oleh <a href="https://muslim.or.id/26049-mencela-orang-orang-shalih.html">orang yang shalih</a>, beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">باب استحباب طلب الدعاء من أهل الفضل وإن كان الطالب أفضل من المطلوب منه</span></p>
<p>“Bab dianjurkannya meminta didoakan oleh orang yang memiliki keutamaan (shalih) walaupun yang meminta doa lebih memiliki keutamaan (lebih shalih) daripada yang orang yang diminta.” (Al-Azkar hal. 40)</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong><span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/13947-hadits-dhaif-tentang-keutamaan-bersedekah-untuk-menyembuhkan-penyakit.html">Benarkah Keutamaan Bersedekah Untuk Menyembuhkan Penyakit?</a></span></p>
<p>Adapun meminta didoakan kepada orang yang kita beri sedekah, maka nasehat para ulama adalah lebih baik tidak dilakukan. Dalam ayat Al-Quran dijelaskan bahwa <strong>orang yang ikhlas adalah yang memberi makan hanya berharap wajah Allah tanpa meminta balasan apapun.</strong></p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا</span></p>
<p>“<i>Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih”. </i>(Al-Insan:9)</p>
<p>Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa apabila <a href="https://muslim.or.id/28068-bersin-lebih-dari-tiga-kali-didoakan-kesembuhan-shahihkah.html">meminta didoakan,</a> maka keluar dari ayat ini. Beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ومن طلب من الفقراء الدعاء أو الثناء خرج من هذه الآية</span></p>
<p>“Barangsiapa yang meminta didoakan oleh orang <a href="https://muslim.or.id/11942-muslim-nampak-miskin-kafir-hidup-kaya.html" target="_blank" rel="noopener">miskin</a> atau meminta dipuji, maka keluar dari maksud ayat ini.” (Majmu’ Fatawa 11/111)</p>
<p>Ulama menganjurkan kita untuk tidak meminta doa setelah memberikan sedekah, akan tetapi syariat menganjurkan orang yang menerima sedekah untuk <a href="https://muslim.or.id/30342-mendoakan-orang-yang-memberi-buka-puasa.html" target="_blank" rel="noopener">mendoakan</a> orang yang memberikan sedekah.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ</span></p>
<p>“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.” (At-Taubah:103)</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga mendoakan kepada mereka yang memberikan sedekah. dari Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu anhuma:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أُتِيَ بِصَدَقَةٍ قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ. وَإِنَّ أَبِي أَتَاهُ بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى</span></p>
<p>“Jika sedekah (<a href="https://muslim.or.id/4564-artikel-zakat-fitri-lebaran-dan-puasa-syawwal.html" target="_blank" rel="noopener">zakat</a>) dibawa ke hadapan Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau pun berdoa (yang artinya), ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada mereka.’ Ayahku pernah membawa sedekah (zakat)nya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, ‘<em>Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Abu Aufa.</em>’”(HR. Bukhari)</p>
<p>Demikian semoga bermanfaat</p>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/33913-berhubungan-badan-suami-istri-itu-sedekah.html">Berhubungan Badan Suami-Istri Itu Sedekah</a></span></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/21137-keutamaan-bersedekah-secara-rahasia.html"><span style="color: #ff0000;">Keutamaan Bersedekah Secara Rahasia</span></a></li>
</ul>
<p>@ Yogyakarta Tercinta</p>
<p><strong>Penyusun: <a href="https://muslim.or.id/author/raehan">Raehanul Bahraen</a></strong></p>
<p>Artikel www.muslim.or.id</p>
 