
<p>Ini keutamaan beramal saleh pada awal <a href="https://rumaysho.com/tag/dzulhijjah" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Dzulhijjah</a> yang menunjukkan ada amalan ringan berpahala besar.</p>
<p>Dari Ibnu ‘Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ».</p>
<p>“<em>Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula <a href="https://rumaysho.com/21374-jihad-dan-membangun-masjid-termasuk-amalan-mutaaddi.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">jihad di jalan Allah</a>?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun</em>.” (HR. Abu Daud, no. 2438; Tirmidzi, no. 757; Ibnu Majah, no. 1727; Ahmad, no. 1968. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih sesuai syarat Bukhari-Muslim).</p>
<p>Ada amalan utama yang dilakukan pada awal Dzulhijjah yaitu <a href="https://rumaysho.com/11910-cara-melakukan-puasa-awal-dzulhijjah.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">puasa</a>. Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>mengatakan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ ….</p>
<p>“Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), …” (HR. Abu Daud, no. 2437. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;"><strong>Referensi:</strong></h4>
<p><em>Al-Ajru Al-Kabir ‘ala Al-‘Amal Al-Yasir</em>. Cetakan pertama, Tahun 1415 H. Muhammad Khair Ramadhan Yusuf. Penerbit Dar Ibnu Hazm.</p>
<p> </p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt;">Baca Juga:</span></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/11910-cara-melakukan-puasa-awal-dzulhijjah.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="font-size: 12pt;">Cara Melakukan Puasa Awal Dzulhijjah</span></strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/11885-rincian-amalan-di-awal-dzulhijjah.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="font-size: 12pt;">Rincian Amalan di Awal Dzulhijjah</span></strong></span></a></li>
</ul>
<hr>
<p> </p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
 