
<p>Ada yang menanyakan terkait <a href="https://rumaysho.com/tag/zakat">zakat</a>, yaitu zakat untuk tabungan dan emas antam.</p>
<p> </p>
<h4><strong>Pertanyaan dari : +62 856-4000-xxx</strong></h4>
<p>“Bismillah, kami hendak konsultasi zakat.</p>
<p>Bagaimana hukum zakatnya jika ana memiliki harta sbb :</p>
<p>1. Tabungan : 56,900,000 (dimiliki sejak 6 rajab 1437H dan utuh hingga sekarang)</p>
<p>2. Emas antam : 60gram (dimiliki sejak 11 shofar 1441H)</p>
<p>3. Piutang lancar : berupa emas antam 15gram (dimiliki sejak 24 shofar 1441H)</p>
<p>4. Emas perhiasan dgn kadar emas 70-75% : 20gram (lupa haulnya)</p>
<p>Apakah harta ana wajib dizakati ?</p>
<p>Jika harus berzakat, kapan ana harus berzakat ?</p>
<p>Apakah di bulan rajab / bulan shofar ?</p>
<p>Dan bagaimana cara menghitung nominalnya ?”</p>
<p> </p>
<h4><strong>Jawaban:</strong></h4>
<p>Untuk zakat tabungan dibayarkan bulan Rajab tahun depan.</p>
<p>Untuk zakat emas dibayarkan bulan Shafar tahun depan, dijadikan satu dengan emas perhiasan.</p>
<p>Jadi dipisah antara zakat emas dan tabungan.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p> </p>
<h4><strong>Catatan:</strong></h4>
<p>Menurut madzhab Syafi’i, salah satu pendapat dari Imam Ahmad, pendapat Ibnu Hazm, Syaikh Al Albani dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin tidak perlu ditambahkan untuk menyempurnakan nishob. Sedangkan jumhur –mayoritas ulama- berpendapat perlu ditambahkan, namun berselisih pendapat apakah penambahan ini dengan persenan atau dengan <em>qimah</em>(nilai).</p>
<p>Pendapat yang terkuat adalah pendapat yang menyatakan tidak menambahkan emas dan perak untuk menyempurnakan nishob. Hal ini didukung oleh beberapa dalil berikut. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ عِشْرِينَ مِثْقَالاً مِنَ الذَّهَبِ شَىْءٌ وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ مِائَتَىْ دِرْهَمٍ شَىْءٌ</span></p>
<p>“<em>Tidak ada zakat jika emas kurang dari 20 mitsqol dan tidak ada zakat jika kurang dari 200 dirham.</em>” (HR. Ad Daruquthni 2: 93. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Al Irwa’ no. 815)</p>
<p>Di sini emas dan perak dibedakan dan tidak disatukan nishobnya.</p>
<p>Begitu pula dalam hadits disebutkan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ</span></p>
<p>“<em>Tidaklah ada kewajiban zakat pada uang perak yang kurang dari lima uqiyah.” </em>(HR. Bukhari no. 1447 dan Muslim no. 979)</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata, “Jika seseorang memiliki 10 dinar (1/2 dari nishob emas) dan memiliki 100 dirham (1/2 dari nishob perak), maka tidak ada zakat. Karena emas dan perak berbeda jenis.” (Syarhul Mumthi’, 6: 102. Lihat juga bahasan yang sama dalam Fiqh Sunnah, 1: 39)</p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Lihat bahasan di sini: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/1159-panduan-zakat-emas-perak.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Panduan Zakat Emas dan Perak</a></span></strong></span></p>
<blockquote><p>Adapun zakat dari barang sejenis bisa digabung seperti uang dan barang dagangan.</p></blockquote>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Semoga harta Anda bawa berkah.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<hr>
<p> </p>
<p>23 Syakban 1441 H <a href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin</a></p>
<p><a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://ruqoyyah.com/">Ruqoyyah.Com</a></p>
<p> </p>
 