
<p><a href="http://kisahmuslim.com/tiga-orang-penduduk-surga/" target="_blank">Surga</a>… dia adalah tempat harapan yang sangat tinggi yang diusahaka  (untuk didapat) oleh kaum mukminin sepanjang zaman.</p>
<p>Surga …adalah yang menjadi penggerak jiwa-jiwa para salafus shalih untuk mencontohkan   kepahlawanan dan paling tingginya pengorbanan.</p>
<p>Surga…adalah tujuan yang sangat mulia yang selalu diamati oleh pandangan-pandangan yang penuh kasih sayang. Dan membuat segenap jiwa yang merindukannya menjadi tergesa-gesa di setiap tempat dan zaman. Mereka rela menghadapi segala mara bahaya (hanya) untuk mendapatkan surga yang dijanjikan.<br>
<!--more--><br>
Surga…adalah <a href="http://kisahmuslim.com/janji-bertemu-di-surga/" target="_blank">harapan</a> yang paling agung menurut seorang mukmin. Memasukinya dan hidup di  dalamnya adalah sebuah angan-angan yang menghantui sepanjang umurnya berjalan.</p>
<p>Betapa banyaknya, surga membuat seseorang bersegera kepada kebaikan dan kebenaran, walau jalan ini dipenuhi mara bahaya, <a href="http://kisahmuslim.com/seorang-pemuda-dan-bidadari-bermata-jeli/" target="_blank"><strong>kesusahan</strong></a>, onak dan duri, bahkan, walau ditebus dengan kematian.</p>
<p>Pernah terjadi di zaman nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik <em>radhiallahu ‘anhu </em> ia berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya pergi berperang, hingga mereka mendahului kaum musyrikin di daerah Badar, baru setelah itu kaum musyrikin. Maka nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“ Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian maju ke depan, kecuali kalau aku memerintahkannya.”</em></p>
<p>Kemudian kaum musyrikin semakin mendekat, maka Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,<em> “Bersegeralah menuju <a href="http://kisahmuslim.com/allah-pun-tertawa-karenanya/" target="_blank"><strong>surga</strong></a> yang luasnya seluas langit dan bumi.”</em></p>
<p>Maka ‘Umair bin Al-Humam Al-Anshari berkata,<em>” Wahai rasulullah, <a href="http://kisahmuslim.com/allah-pun-tertawa-karenanya/" target="_blank"><strong>surga</strong></a> luasnya seluas langit dan bumi?”</em> Beliau menjawab, <em>“Ya.”</em></p>
<p>‘Umair berkata, <em>“Ckk..ckk (alangkah hebatnya).”</em></p>
<p>Nabi menjawab, <em>“Apa yang membuatmu kagum.”</em></p>
<p>Dia menjawab, <em>“Tidak apa-apa wahai Rasulullah, hanya saja saya berharap agar menjadi penduduknya.”</em></p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Engkau termasuk penduduknya.”</em></p>
<p>Maka ‘Umair melemparkan beberapa kurma dari tempat perbekalannya sambil memakannya, kemudian dua berkata, <em>“Kalau aku hidup dengan menunggu sampai habisnya kurma-kurma ini, tentu alangkah panjangnya hidupku!!”</em></p>
<p>Maka dia membuang kurma-kurmanya kemudian memerangi mereka, hingga akhirnya dia terbunuh.” (HR. Muslim 1901, lihat <em>Takhrij Fiqhus Sirah</em>: 243 oleh Syekh Nashirudin Al-Albani)</p>
<p>Sikap seperti ini juga terjadi di hari hari-hari setelah beliau.</p>
<p>Abu Musa Al-Asy’ari berkata -ketika dia berhadapan dengan musuh-, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“ Sesungguhnya pintu-pintu surga berada di bawah kilatan pedang.”</em></p>
<p>Maka ada seorang yan gkusut keadaannya bertanya, <em>“Wahai Abu Musa! Apakah engkau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya?”</em></p>
<p>Abu Musa menjawab, <em>“Ya.”</em></p>
<p>Maka dia kembali kepada teman-temannya dan mengatakan,<em> “Saya titip salam kepada kalian.”</em></p>
<p>Kemudian dia memecahkan dan membuang sarung pedangnya, lalu berjalan menghunus pedangnya menuju musuh, maka dia menebas mereka dengan itu, hingga akhirnya dia terbunuh.” ( HR. Muslim: 1902, Tirmidzi: 91659, Ahmad IV: 396 dan  411, Al-Hakim II:70 dan Abu Nu’aim II:317. Lihat pembahasan yang rinci dan teliti lagi memuaskan yang ditulis oleh Al-ustadz Muhammad Ash-Shabbagh dalam bukunya <em>At-Tashwiir Al-Fanni fil Haditsin Nabawi</em> (152-179) dan <em>Irwa’ul Ghalil</em> V:7 oleh Syekh Al-Albani).</p>
<p><strong>Sumber: <em>Indahnya SURGA Dahsyatnya Neraka, Syaikh Ali bin Hasan  bin Ali Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari,</em> Pustaka Al-Haura’, 1424 H.</strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="http://www.KisahMuslim.com/">www.KisahMuslim.com</a></strong></p>
 