
<p><span style="font-weight: 400;">Ali bin Abi Thalib mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">وَلَا خَيْرَ فِيْ قِرَاءَةٍ لَا تَدَبُّرَ فِيْها</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada kebaikan dalam membaca Al-Quran jika tidak ada tadabbur (usaha untuk memahami) di dalamnya.” (<em>Sunan ad-Darimi n</em>o 306)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tujuan al-Quran diturunkan itu untuk direnungi kandungannya dan diamalkan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Membaca al-Quran itu sarana untuk tadabbur (merenungi pesan kandungan al-Quran). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Membaca tanpa tadabbur adalah melaksanakan sarana tanpa mewujudkan tujuan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kiat praktis agar bisa tadabbur adalah:</span></p>
<p><strong>Pertama:</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Paham bahasa Arab atau</span></p>
<p><strong>Kedua:</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Membaca terjemahannya atau tafsirnya setelah selesai membaca bagian dari al-Quran yang ingin dibaca. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Meski demikian, membaca al-Qur’an itu tetap berpahala meski orang yang membacanya tidak paham isi yang dibaca.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Perkataan Ali di atas itu motivasi untuk berusaha membaca Al-Quran dan mengetahui kandungan bacaan, bukan untuk menggembosi orang yang semangat membaca Al-Quran.</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 