
<p>Berikut adalah kiat-kiat lanjutan untuk menghilangkan kecanduan dari nonton film porno.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">6- Ubahlah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik</span></h4>
<p>Sebagian menonton film porno di tengah malam saat yang lain telah tidur. Kebiasaan ini harus berusaha diubah dengan tidur di awal malam, agar dimudahkan pula untuk bangun shubuh. Kebiasaan ini lebih bermanfaat daripada kebiasaan begadang di malam hari. Karena Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pun melarang beraktivitas setelah Isya dalam hal yang tidak manfaat. Diriwayatkan dari Abu Barzah, beliau berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا</p>
<p>“<em>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya</em>.” (HR. Bukhari, no. 568)</p>
<p>Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khattab sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (<em>Syarh Al-Bukhari</em>, Ibnu Baththol, 3: 278, Asy Syamilah)</p>
<p>Apalagi maksiat lebih mudah terjadi di kala sepi. Disebutkan dalam hadits,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا</p>
<p>“<em>Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah</em>.” (HR. Ibnu Majah, no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini <strong><em>hasan</em></strong>).”</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">7- Harus tulus dan jujur meninggalkan kebiasaan menonton film porno</span></h4>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">8- Jangan merasa bangga karena sudah berhenti</span></h4>
<p>Jangan terlalu bangga kalau sudah berhenti. Kalau sudah berhenti dari melihat film porno satu bulan lamanya, itu belumlah cukup. Dua bulan belum juga cukup. Coba diteruskan hingga setahun lamanya bahkan seterusnya bisa istiqamah, baru bisa katakan sukses.</p>
<p>Ingatlah kalau bisa istiqamah, itu benar-benar suatu karunia yang besar. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah disampaikan oleh muridnya Ibnul Qayyim dalam <em>Madarij As-Salikin</em>,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَعْظَمُ الكَرَامَةِ لُزُوْمُ الاِسْتِقَامَةِ</p>
<p>“Karamah yang paling besar adalah bisa terus istiqamah.”</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">9- Harus tahu akibat buruk jika kita terus menonton video porno</span></h4>
<p>Jika seseorang ingin berubah, coba ia tulis di wallpapernya, “Allah sedang melihat saya.” Ketika itu ditaruh di halaman muka laptop, computer atau handphone kita, kita pasti akan terus merasa diawasi oleh Allah sehingga akan sulit berbuat maksiat. Kalau tulisan itu terus ada, kita pasti akan terus merasa bahwa Allah tetap memperhatikan kita, termasuk saat kita sendiri. Apa lantas seperti itu mau bermaksiat dengan membuka-buka video porno?</p>
<p>Apalagi ia tahu bahwa ada malaikat yang selalu mencatat gerak-gerik kita semua. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ</p>
<p>“<em>Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.</em>” (QS. Qaaf: 18)</p>
<p>Ditambah lagi, kita harus tahu bahwa amalan itu dilihat dari akhirnya. Sebagaimana kata Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya amalan itu dilihat dari akhirnya.</em>” (HR. Bukhari, no. 6607)</p>
<p>Coba seseorang mengingat konsekuensi di atas, ia akan terus diawasi oleh Allah. Kalau-kalau ia berbuat maksiat, ia pun bisa saja mati dalam keadaan menutup amalannya dengan maksiat. Kalau seseorang ingat akibat buruk ini, ia pasti akan mengurangi maksiatnya.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">10- Industri yang membuat film porno benar-benar jahat</span></h4>
<p>Kata Wael Ibrahim, seorang motivator yang memberikan kiat-kiat agar bisa berhenti dari menonton video porno, industri yang membuat video porno sama dengan industri yang membuat video penghinaan pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Tujuannya sama yaitu untuk menghancurkan umat manusia.</p>
<p>Bila kita tahu demikian, berarti kita tidak boleh menyupport mereka mengklik video mereka. Mereka akan semakin kaya dengan itu.</p>
<p>—</p>
<p>Banyak faedah digali dari penjelasan Wael Ibrahim di Youtube: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=1NCANZjlb8E">https://www.youtube.com/watch?v=1NCANZjlb8E</a></p>
<p> </p>
<p>Diselesaikan di saat hujan mengguyur <a href="http://darushsholihin.com/">Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul</a>, 1 Jumadal Ula 1437 H</p>
<p>Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><a href="http://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a>, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam</p>
 