
<p>Tak percaya kalau 7 hal ini benar nyata terjadi setelah Ramadhan. Coba dibaca materi khutbah Jumat berikut.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Khutbah Pertama</span></h4>
<p> </p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ[</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">]يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا[</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا[</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَأَفْضَلُ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ r وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ َوكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ</p>
<h4></h4>
<h4><span style="color: #0000ff;">Jama’ah shalat Jumat yang semoga dirahmati oleh Allah,</span></h4>
<p>Kita bersyukur pada Allah atas nikmat dan karunia yang telah Allah berikan pada kita. Lebih-lebih Allah memberikan tiga nikmat yang utama sebagaimana disebutkan oleh Wahb bin Al-Munabbih yaitu nikmat Islam, kesehatan dan kecukupan. Tanpa tiga nikmat tersebut, kita akan sulit beramal.</p>
<p>Moga dengan nikmat yang kita peroleh tadi semakin meningkatkan ketakwaan kita pada Allah <em>Ta’ala</em>.</p>
<p>Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, begitu pula pada keluarga dan sahabatnya serta yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Jama’ah shalat Jumat yang semoga dirahmati oleh Allah,</span></h4>
<p>Ada sebuah perkataan yang disimpulkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali dalam <em>Lathaif Al-Ma’arif</em> dan  Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, <em>Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim </em>dari tafsir surat Al-Lail, juga kaedah ini disampaikan oleh ulama lainnya. Mereka berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةَ بَعْدَهَا، وَإِنَّ مِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ بَعْدَهَا</p>
<p>“Sesungguhnya di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya. Dan di antara balasan dari amalan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”</p>
<p>Berarti tanda suatu amalan itu diterima adalah kalau dilanjutkan dengan kebaikan selanjutnya dan tanda suatu amalan tidak diterima (dinilai jelek) adalah jika dilanjutkan dengan kejelekan selanjutnya.</p>
<p>Untuk bulan Ramadhan, jika amalan di bulan tersebut diterima, berarti setelah Ramadhan diikuti dengan kebaikan. Tanda amalan tersebut tidak diterima adalah jika setelah Ramadhan malah yang ada kejelekan atau amalan kebaikan malah jadi hilang.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Jama’ah shalat Jumat yang semoga dirahmati oleh Allah,</span></h4>
<p>Dari penjelasan di atas, kami akan menjelaskan suatu kenyataan. Kita akan temukan 7 kenyataan yang menunjukkan keadaan kebanyakan kaum muslimin setelah Ramadhan.</p>
<p> </p>
<p><strong>Kenyataan pertama: </strong></p>
<p><strong>Malas mengerjakan shalat lima waktu, lebih-lebih lagi untuk shalat Shubuh karena ba’da Ramadhan tidak lagi punya kebiasaan makan sahur.</strong></p>
<p> </p>
<p>Padahal shalat adalah suatu kewajiban yang mesti diperhatikan. Karena tegaknya bangunan Islam dilihat dari apakaha shalat lima waktu didirikan ataukah tidak. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ</p>
<p><em>“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” </em>(HR. Bukhari, no. 8; Muslim, no. 16)</p>
<p>Kalau shalat tidak ada, hancurlah bangunan Islam. Sehingga kalau shalat benar-benar diperhatikan berarti tegaklah bangunan Islam.</p>
<p>Terkhusus lagi shalat Shubuh jika dijaga dengan baik, maka akan terselamatkan dari sifat kemunafikan.</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً</p>
<p>“<em>Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak</em>.” (HR. Bukhari, no. 657).</p>
<p> </p>
<p><strong>Kenyataan kedua:</strong></p>
<p><strong>Masjid mulai sepi bahkan tidak sedikit yang tidak ada kumandang azan. Parahnya lagi setelah Ramadhan, ada masjid yang hanya menjadi sarang kotoran hewan (cicak, dll)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Perhatikanlah bahwa shalat berjama’ah itu sangat ditekankan sekali bagi kaum pria. Yang buta saja Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tetap menyuruhnya berjama’ah di masjid.</p>
<p>Ceritanya ada seorang laki-laki buta mendatangi Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki orang yang menuntunku ke masjid’. Kemudian pria ini meminta pada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> agar diberi keringanan untuk shalat di rumah. Pada mulanya Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memberi dia keringanan. Namun, tatkala dia hendak berpaling, beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memanggilnya lagi lantas berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ</p>
<p>“<em>Apakah engkau mendengar azan ketika shalat?</em>”</p>
<p>Laki-laki buta tersebut menjawab, “Iya.”</p>
<p>Lalu Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengatakan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">فَأَجِبْ</p>
<p>“<em>Penuhilah panggilan azan tersebut</em>.” (HR. Muslim, no. 653)</p>
<p>Lihatlah laki-laki yang buta saja tetap diwajibkan shalat berjama’ah. Bagaimana dengan kita dalam keadaan sehat badan dan penglihatan pun masih normal?</p>
<p> </p>
<p><strong>Kenyataan ketiga: </strong></p>
<p><strong>Shalat malam sudah enggan, padahal di bulan Ramadhan kita menjadi orang yang gemar shalat tarawih. </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Harusnya setelah Ramadhan menjadi orang yang semangat terus menjaga shalat malam atau giat melakukan shalat tahajud (shalat malam setelah bangun tidur).</p>
<p>Coba perhatikan ada orang yang tidurnya sampai Shubuh itu tiba, ia tidak bangun untuk shalat malam, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>mencelanya ketika itu dengan mengatakan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">ذَلِكَ الشَّيْطَانُ بَالَ فِى أُذُنَيْهِ</p>
<p>“<em>Demikianlah setan telah mengincingi kedua telinganya</em>.” (HR. An-Nasa’i, no. 1609; Ibnu Majah, no. 1330. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targib wa At-Tarhib no. 640 mengatakan bahwa hadits ini shahih).</p>
<p>Untungnya setan adalah makhluk ghaib yang kencingnya pun tidak bisa kita lihat. Bayangkan jika kencing itu diwujudkan seperti kencing anak-anak kita?</p>
<p> </p>
<p>Juga Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mencela pula orang yang dahulu rajin shalat malam, namun sekarang ia meninggalkannya.</p>
<p>Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata padaku,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ</p>
<p>“<em>Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si A. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi</em>.” (HR. Bukhari, no. 1152)</p>
<p> </p>
<p><strong>Kenyataan keempat:</strong></p>
<p><strong>Puasa sunnah sudah tidak mau dikerjakan karena merasa cukup dengan puasa wajib di bulan Ramadhan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Padahal puasa Ramadhan perlu disempurnakan dengan puasa sunnah. Biar kekurangan yang ada pada puasa wajib bisa ditutup dengan puasa sunnah. Salah satu puasa yang bisa dilakukan adalah puasa Syawal sebanyak enam hari.</p>
<p>Dari Abu Ayyub Al-Anshari <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh</em>.” (HR. Muslim, no. 1164)</p>
<p>Puasa ini bisa dilakukan di awal, pertengahan atau di akhir. Puasa ini bisa pula dilakukan berturut-turut atau tidak. Yang penting enam hari tersebut dikerjakan di bulan Syawal.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Jama’ah shalat Jum’at yang semoga senantiasa mendapatkan berkah dari Allah,</span></h4>
<p> </p>
<p>Demikian khutbah pertama ini.</p>
<p> </p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Khutbah Kedua</span></h4>
<p> </p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ</p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Jama’ah shalat Jumat yang semoga senantiasa istiqamah di jalan Allah,</span></h4>
<p>Melanjutkan khutbah pertama tadi mengenai kenyataan-kenyataan yang ada setelah Ramadhan.</p>
<p> </p>
<p><strong>Kenyataan kelima:</strong></p>
<p><strong>Al-Qur’an ditinggalkan, dengan tidak dibaca, tidak dihafalkan atau tidak direnungkan dan digali maknanya.</strong></p>
<p> </p>
<p>Sebagaimana perkataan Nabi yang ada dalam Al-Qur’an,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا</p>
<p>“<em>Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan</em>.” (QS. Al-Furqan: 30)</p>
<p>Ibnu Katsir menyatakan bahwa di antara makna ayat di atas adalah tidak mau mendengarkan Al-Qur’an. Dalam <em>Zad Al-Masir </em>karya Ibnul Jauzi di antara pendapat Ibnu ‘Abbas dan Maqatil tentang ayat di atas bahwa Al-Qur’an tidak diperhatikan dan tidak diimani lagi.</p>
<p> </p>
<p><strong>Kenyatan keenam:</strong></p>
<p><strong>Lisan, mata, dan pendengaran sulit lagi dijaga.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kenyataan ketujuh:</strong></p>
<p><strong>Maksiat kembali berulang selepas Ramadhan.</strong></p>
<p> </p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> menyatakan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا</p>
<p>“<em>Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.</em>” (QS. Al-Isra’: 36). Kata Ibnu Katsir, kesemuanya akan ditanya, lalu ditanya pula apa yang dilakukan oleh pendengaran, penglihatan dan hati tersebut.</p>
<p>Moga 7 kenyataan yang disebutkan tersebut dapat kita hindari. Jangan sampai amlan baik Ramadhan, malah diikuti dengan maksiat setelah itu. Harusnya setiap amal baik diikuti dengan amal baik setelah itu.</p>
<p> </p>
<p>Akhirnya kami memohon kepada Allah <em>Ta’ala</em> agar senantiasa memberikan kita petunjuk dan taufik untuk tetap beramal shalih selepas Ramadhan ini. Moga kita terhindar dari kenyataan jelek sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas.</p>
<p> </p>
<p>Moga amalan kita di bulan Ramadhan yaitu amalan shalat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah dan lainnya diterima oleh Allah. Moga kita diberi keistiqamahan serta diberi keistimewaan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya.</p>
<p> </p>
<p>Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat di hari Jumat ini. Siapa yang bershalawat sekali, maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.</p>
<p> </p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</p>
<p>Marilah kita memanjatkan doa pada Allah, moga setiap doa kita diperkenankan di hari penuh berkah ini.</p>
<p> </p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.</p>
<p>—</p>
<p>Naskah Khutbah Jumat oleh Muhammad Abduh Tuasikal di Masjid Jami Al-Adha Pesantren Darush Sholihin, Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang, Gunungkidul, 3 Syawal 1437 H (9 Juli 2016)</p>
<p>Silakan download naskah <a href="https://drive.google.com/open?id=0B9oseLiRmE7sSDdhUUx1WVZXNzg"><strong>Khutbah Jumat: 7 Kenyataan Setelah Ramadhan</strong></a> di Google Drive.</p>
<p>Disempurnakan @ Hasanuddin Airport Makassar, malam 4 Syawal 1437 H</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><a href="http://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a>, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam</p>
 