
<p><a href="https://rumaysho.com/tag/kumpulan-amalan-ringan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Amalan ringan</a> lainnya adalah memberi nafkah kepada keluarga.</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ</p>
<p>“<em>Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang <a href="https://rumaysho.com/19431-faedah-surat-an-nuur-26-berbuat-baik-pada-budak.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">budak</a>, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi)</em>.” (HR. Muslim, no. 995).</p>
<p>Imam Nawawi <em>rahimahullah </em>membuat judul untuk hadits ini, “Keutamaan nafkah bagi keluarga dan hamba sahaya, serta dosa bagi orang yang melalaikan dan menahan nafkahnya untuk mereka.” Dalam <em>Syarh Shahih Muslim </em>(7:74), Imam Nawawi mengatakan, “Nafkah kepada keluarga itu lebih afdal dari sedekah yang hukumnya sunnah.”</p>
<p>Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> pernah berkata, “Yang tepat dan lebih benar sebagaimana yang dinyatakan oleh kebanyakan ulama (baca: jumhur) bahwa nafkah suami pada istri kembali pada kebiasaan masyarakat (kembali pada ‘urf) dan tidak ada besaran tertentu yang ditetapkan oleh syari’at. Nafkah itu berbeda sesuai dengan perbedaan tempat, zaman, keadaan suami istri dan adat yang ada.” (<em>Majmu’ah Al-Fatawa</em>, 34:83)</p>
<p>Bagaimana jika suami tidak memberi nafkah?</p>
<p>Dari Aisyah, sesungguhnya Hindun binti ‘Utbah berkata kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang <a href="https://rumaysho.com/14162-istri-mengambil-uang-di-dompet-suami-tanpa-izin.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">suami yang pelit</a>. Dia tidak memberi untukku dan anak-anakku nafkah yang mencukupi kecuali jika aku mengambil uangnya tanpa sepengetahuannya”. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">خُذِى مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوفِ</p>
<p>“<em>Ambillah dari hartanya yang bisa mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan kadar sepatutnya.”</em> (HR. Bukhari, no. 5364).</p>
<p style="text-align: center;">Nantikan kumpulan amalan ringan berikutnya berserial, dan insya Allah akan menjadi sebuah buku.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/18201-faedah-sirah-nabi-dakwah-nabi-kepada-keluarga-dan-tantangannya.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="font-size: 12pt; color: #ff0000;"><strong>Faedah Sirah Nabi: Dakwah Nabi kepada Keluarga dan Tantangannya</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/14683-rajin-sedekah-lupa-nafkah-keluarga.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="font-size: 12pt; color: #ff0000;"><strong>Rajin Sedekah, Lupa Nafkah Keluarga</strong></span></a></li>
</ul>
<h4 style="text-align: center;"><strong>Referensi:</strong></h4>
<p style="text-align: center;"><em>Al-Ajru Al-Kabir ‘ala Al-‘Amal Al-Yasir</em>. Cetakan pertama, Tahun 1415 H. Muhammad Khair Ramadhan Yusuf. Penerbit Dar Ibnu Hazm.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<hr>
<p> </p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
 