
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya<a href="https://muslim.or.id/43223-keutamaan-dan-kewajiban-shalat-berjamaah-bag-1.html"> Keutamaan dan Kewajiban Shalat Berjamaah (Bag. 1)</a></em></p>
<h2><span style="font-size: 24pt;">Keutamaan Shalat Jamaah</span></h2>
<p>Shalat berjamaah di masjid, memiliki keutamaan yang sangat banyak, diantaranya:</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Barangsiapa yang hatinya terpaut dengan masjid, akan mendapatkan naungan dari Allah Ta’ala pada hari kiamat</span></h3>
<p>Dalilnya adalah sabda Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ</span></p>
<p>”Terdapat tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah, pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya … ”</p>
<p>dan Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> menyebutkan salah satunya yaitu,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ</span></p>
<p>“dan seorang lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid.” (<i>Muttafaq ‘alaih</i>)</p>
<p>An-Nawawi <i>rahimahullah </i>berkata, ”Maksudnya adalah sangat mencintai masjid dan senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di dalamnya.”</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Langkah orang-orang yang pergi menuju masjid itu dicatat</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَا بَنِي سَلِمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ</span></p>
<p>”Wahai Bani Salimah, tetaplah di rumah-rumah kalian, niscaya langkah-langkah kalian akan dicatat.” (HR. Muslim)</p>
[Hadits ini berkenaan dengan keinginan Bani Salimah untuk pindah ke dekat masjid karena daerah di sekitar masjid kosong. Keinginan itu terdengar oleh Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>kemudian beliau bersabda sebagaimana hadits tersebut di atas, pent.]
<h3><span style="font-size: 21pt;">Sesungguhnya Allah Ta’ala menetapkan pahala bagi orang yang berangkat menuju masjid dan kembali lagi ke rumahnya</span></h3>
<p>Sesungguhnya ada seorang lelaki dari kaum Anshar yang berkata kepada Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i>,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَا يَسُرُّنِي أَنَّ مَنْزِلِي إِلَى جَنْبِ الْمَسْجِدِ، إِنِّي أُرِيدُ أَنْ يُكْتَبَ لِي مَمْشَايَ إِلَى الْمَسْجِدِ، وَرُجُوعِي إِذَا رَجَعْتُ إِلَى أَهْلِي</span></p>
<p>”Aku tidak ingin rumahku berada di dekat masjid. Aku ingin agar ditetapkan pahala bagiku dari langkahku ke masjid dan dari langkahku saat kembali ke keluargaku.”</p>
<p>Maka Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قَدْ جَمَعَ اللهُ لَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ</span></p>
<p>“Allah telah mengumpulkan semuanya itu untukmu.” (HR. Muslim)</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Shalat jamaah adalah sebab terhapusnya dosa dan diangkatnya derajat</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟</span></p>
<p>”Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah Ta’ala akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat kalian?”</p>
<p>Para shahabat berkata, ”Ya, wahai Rasulullah.”</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ</span></p>
<p>”Menyempurnakan wudhu ketika dalam keadaan sulit, memperbanyak langkah menuju masjid (untuk shalat berjamaah, pent.), dan menunggu shalat sesudah selesai mengerjakan shalat. Yang demikian itu adalah perjuangan dan perjuangan.“ (HR. Muslim)</p>
<p>Yang dimaksud langkah dalam hadits ini adalah pada waktu berangkat dan pulang dari masjid. Rasulullah<i> shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda<i>,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ رَاحَ إِلَى مَسْجِدِ الْجَمَاعَةِ فَخَطْوَةٌ تَمْحُو سَيِّئَةً، وَخَطْوَةٌ تُكْتَبُ لَهُ حَسَنَةٌ، ذَاهِبًا وَرَاجِعًا</span></p>
<p>”Barangsiapa yang berangkat menuju masjid untuk shalat berjamaah, maka satu langkah akan menghapus dosa dan langkah berikutnya dicatat sebagai kebaikan, baik pada saat berangkat maupun kembali.” (HR. Ahmad, dan di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Ahmad Syakir)</p>
<p>Bahkan yang lebih hebat lagi adalah sabda Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِذَا تَطَهَّرَ الرَّجُلُ، ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ يَرْعَى الصَّلَاةَ، كَتَبَ لَهُ كَاتِبَاهُ أَوْ كَاتِبُهُ، بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الْمَسْجِدِ عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَالْقَاعِدُ يَرْعَى الصَّلَاةَ كَالْقَانِتِ، وَيُكْتَبُ مِنَ الْمُصَلِّينَ مِنْ حِينِ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْهِ</span></p>
<p>”Jika seseorang bersuci kemudian pergi ke masjid untuk memelihara shalatnya, maka dicatat baginya sebanyak sepuluh kebaikan untuk setiap langkahnya ke masjid. Dan orang yang duduk (menunggu shalat) untuk memelihara shalatnya, dia seperti orang yang melaksanakan ketaatan dan dicatat sebagai orang yang mengerjakan shalat ketika keluar dari rumahnya sampai kembali lagi.“ (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban. Di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani).</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan berwudhu untuk menunaikan shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berihram untuk melaksanakan haji.” (HR. Abu Dawud, di-<i>hasan-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<p>Ini adalah pahala berangkat untuk menunaikan shalat, maka bagaimana dengan pahala shalat itu sendiri?</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Orang yang berangkat untuk shalat mendapatkan jaminan dari Allah <i>Ta’ala</i></span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda<i>,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ</span></p>
<p>”Terdapat tiga golongan yang semuanya mendapatkan jaminan dari Allah <i>‘Azza wa Jalla</i> … ”</p>
<p>Disebutkan salah satunya yaitu,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَرَجُلٌ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ، فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ</span></p>
<p>“.. dan seorang yang berangkat menuju masjid maka dia mendapatkan jaminan dari Allah, Dia mewafatkannya, lalu memasukkannya ke dalam surga atau mengembalikannya ke rumah dengan membawa pahala dan keberuntungan.” (HR. Abu Dawud, di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani).</p>
<p>Jaminan siapa yang lebih dapat dipercaya daripada jaminan dari Allah?</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Orang yang berangkat untuk shalat sama dengan menunaikan shalat sampai dia kembali</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda<i>,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ خَرَجَ عَامِدًا إِلَى الْمَسْجِدِ فَلَا يُشَبِّكَنَّ يَدَيْهِ فَإِنَّهُ فِي صَلَاةٍ</span></p>
<p>”Jika salah seorang dari kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian berangkat ke masjid, maka janganlah menyilangkan jari-jemarinya karena sesungguhnya dia dalam keadaan shalat.” (HR. Abu Dawud, dan di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Kabar gembira dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat bagi orang-orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</span></p>
<p>”Berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani).</p>
<p>Cahaya yang sangat terang pada hari kiamat itu mengisyaratkan cahaya wajah kaum mukminin di hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا</span></p>
<p>”Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, mereka sambil mengatakan, ’Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami.’” (QS. At-Tahrim : 8)</p>
<p>Kabar gembira apa yang lebih membahagiakan daripada kabar gembira ini?</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Allah menyediakan jamuan dari surga bagi orang yang berangkat ke masjid pada pagi dan sore hari</span></h3>
<p>Dari Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </i>beliau bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ غَدَا إِلَى المَسْجِدِ وَرَاحَ، أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنَ الجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang pergi ke masjid pada pagi atau sore hari, maka Allah akan menyediakan <i>an-nuzul</i> (jamuan) dari surga untuknya setiap kali dia pergi pada pagi dan sore hari.” (<i>Muttafaq ‘alaih</i>)</p>
<p>Yang dimaksud dengan <i>“an-nuzul” </i>adalah jamuan yang disediakan pada saat kedatangan tamu atau yang lainnya. Bagaimana lagi dengan jamuan yang disediakan oleh Allah Ta’ala?</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Allah Ta’ala bergembira karena kehadiran hamba-Nya di masjid untuk menunaikan shalat di dalamnya</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَا يَتَوَضَّأُ أَحَدُكُمْ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ وَيُسْبِغُهُ، ثُمَّ يَأْتِي الْمَسْجِدَ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ فِيهِ، إِلَّا تَبَشْبَشَ اللَّهُ إِلَيْهِ كَمَا يَتَبَشْبَشُ أَهْلُ الْغَائِبِ بِطَلْعَتِهِ</span></p>
<p>”Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dengan bagus dan sempurna, kemudian mendatangi masjid tanpa maksud lain selain shalat, kecuali Allah akan berseri-seri wajah-Nya sebagaimana gembiranya seseorang ketika menemukan kembali saudaranya yang pulang dari bepergian.” (HR. Ibnu Khuzaimah di dalam <i>Shahih-</i>nya, dan di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<p>Imam Ibnul Atsir <i>rahimahullah </i>berkata, ”Yang dimaksud berseri-seri adalah kegembiraan dan sambutan seseorang dengan sahabatnya.”</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Keutamaan menunggu untuk shalat</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَحَدُكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ، فِي صَلَاةٍ، مَا لَمْ يُحْدِثْ، تَدْعُو لَهُ الْمَلَائِكَةُ: اللهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللهُمَّ ارْحَمْهُ</span></p>
<p>”Salah seorang di antara kalian yang duduk untuk menunggu shalat, maka dia dalam keadaan shalat selama tidak berhadats. Malaikat mendoakannya, ’Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah dia.’” (HR. Muslim)</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Keutamaan shaf pertama</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا</span></p>
<p>”Seandainya orang-orang mengetahui keutamaan yang ada di balik adzan dan shaf pertama dan mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan mengadakan undian, niscaya mereka akan mengadakan undian.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Tidak adanya penjelasan dari Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>menunjukkan bahwa keutamaannya tidak bisa dibayangkan. Dan tidak ada perlombaan kecuali untuk memperebutkan sesuatu yang layak diperebutkan. Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَإِنَّ الصَّفَّ الْأَوَّلَ عَلَى مِثْلِ صَفِّ الْمَلَائِكَةِ وَلَوْ عَلِمْتُمْ مَا فَضِيلَتُهُ لَابْتَدَرْتُمُوهُ</span></p>
<p>”Sesungguhnya shaf pertama itu seperti shaf malaikat. Seandainya kalian mengetahui keutamaannya, niscaya kalian akan saling memperebutkannya.“ (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Syaikh Ahmad Albana berkata, ”Yang dimaksud dengan seperti shaf malaikat adalah dekat dengan Allah Ta’ala dan mendapat curahan rahmat.”</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَلِ</span></p>
<p>”Sesungguhnya Allah Ta’ala dan malaikat-Nya bershalawat untuk orang-orang yang berada di shaf pertama.” (HR. Abu Dawud, di-<i>shahih</i>-kan oleh Syaikh Albani)</p>
<p>Di antara yang dimaksud dengan shalawat Allah kepada mereka adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Al-Ashfahani <i>rahimahullah </i>adalah Allah menyucikan mereka. Adapun yang dimaksud dengan shalawat malaikat adalah doa dan dimohonkan ampun. Betapa bahagia seseorang yang dipuji oleh Allah dan didoakan serta dimintakan ampun oleh para malaikat.</p>
<p>An-Nasa’i <i>rahimahullah </i>meriwayatkan dari ‘Irbadh bin Sariyah <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">كَانَ يُصَلِّي عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ ثَلَاثًا وَعَلَى الثَّانِي وَاحِدَةً</span></p>
<p>”Rasulullah bershalawat untuk orang-orang yang berada di shaf pertama sebanyak tiga kali dan untuk orang-orang yang berada di shaf kedua sebanyak satu kali.” (HR. An-Nasa’i, dan di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani).</p>
<p>As-Sindi <i>rahimahullah </i>berkata, ”Maksudnya Nabi mendoakan mereka dengan rahmat dan memohonkan ampun untuknya.”</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Keutamaan shaf di sebelah kanan</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوفِ</span></p>
<p>”Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang berada di shaf sebelah kanan.” (HR. Ibnu Majah dengan sanad <i>hasan</i>)</p>
<h3><span style="font-size: 21pt;">Keutamaan menyambung shaf dan memenuhi shaf yang masih renggang</span></h3>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ، وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang menyambung shaf, maka Allah akan menyambungnya. Barangsiapa memutus shaf, maka Allah akan memutusnya.” (HR. An-Nasa’i dan Abu Dawud, di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبًا فِي الصَّلَاةِ، وَمَا تَخَطَّى عَبْدٌ خُطْوَةً أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خُطْوَةٍ مَشَاهَا رَجُلٌ إِلَى فُرْجَةٍ فِي الصَّفِّ فَسَدَّهَا</span></p>
<p>”Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling mudah diatur untuk menata shaf. Tidak ada langkah yang lebih besar pahalanya daripada langkah seorang menuju shaf yang masih renggang, kemudian dia menutupinya.” (HR. Thabrani, di-<i>hasan-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ سَدَّ فُرْجَةً فِي صَفٍّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ</span></p>
<p>”Barangsiapa yang menutupi shaf yang renggang, maka Allah akan meninggikannya satu derajat dan akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. Thabrani, di-<i>shahih-</i>kan oleh Syaikh Albani)</p>
<p>Di mana lagi keutamaan ini bisa didapatkan kecuali di dalam masjid?</p>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p>***</p>
<p>@Lendah, Kulon Progo, 5 Shafar 1440/ 15 Oktober 2018</p>
<p><b>Penerjemah: M. Saifudin Hakim</b></p>
<p>Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 