
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/518564082&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Pengganti Shalat Jum’at Bagi yang Berhalangan</strong></h2>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p><em>Asaalamualaikum Ustadz.</em></p>
<p><em>Apa pengganti dari sholat Jumat kalau kita ada halangan untuk menunaikannya? Setahu saya adalah sholat zuhur, tapi menurut mertua saya penggantinya cukup sholat 2 rakaat saja, kayak sholat Jumat, bahkan mereka sudah mengamalkannya.</em></p>
<p><em>Saya jadi bingung Ustadz, apa ada dalil/riwayat mengenai pengganti sholat Jumat sebagai nasihat bagi saya dan mertua. Terima kasih mohon dijawab Ustadz</em></p>
<p>Dari: Arip Purwanto</p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p>Wa’alaikumussalam wa rahmatullah</p>
<p>Orang yang tidak <a title="shalat jumat" href="https://konsultasisyariah.com/ketika-tidak-shalat-jumat" target="_blank"><strong>shalat Juma</strong></a>t karena udzur, sakit atau safar, atau sebab lainnya, dia wajib melaksanakan shalat zuhur.</p>
<p>Dalil hal ini adalah keterangan sahabat Ibnu Mas’ud <i>radhiyallahu ‘anhu</i>,</p>
<p class="arab">مَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ فَقَدْ أَدْرَكَ الْجُمُعَةَ، وَمَنْ لَمْ يُدْرِكِ الرَّكْعَةَ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا</p>
<p>“Siapa yang mendapatkan satu rakaat (bersama imam Jumat) maka dia mendapatkan Jumatan. Dan siapa yang tidak mendapatkan rakaat imam maka dia harus shalat zuhur.” (HR. Abdurrazaq dalam <i>Mushannaf</i> 5477)</p>
<p>Dalam riwayat lain, dari jalur Hubairah bin Yarim, Ibnu Mas’ud mengatakan,</p>
<p class="arab">مَنْ فَاتَتْهُ الرَّكْعَةُ الْآخِرَةُ فَلْيُصَلِّ أَرْبَعًا</p>
<p>“Siapa yang ketinggalan rakaat terakhir (<a title="shalat jumat" href="http://khotbahjumat.com/" target="_blank"><strong>shalat Jumat</strong></a>) dia harus shalat empat rakaat.” (HR. Abdurrazaq dalam <i>Mushannaf</i> 5479)</p>
<p>Kemudian dalam riwayat Abdullah bin Ma’dan dari neneknya, beliau menceritakan bahwa Abdullah bin Mas’ud pernah memberikan nasehat kepada kami (para wanita),</p>
<p class="arab">إِذَا صَلَّيْتُنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مَعَ الْإِمَامِ فَصَلِّينَ بِصَلَاتِهِ، وَاذَا صَلَّيْتُنَّ فِي بُيُوتِكُنَّ فَصَلِّينَ أَرْبَعًا</p>
<p>“Apabila kalian pada hari Jumat ikut <a title="shalat" href="http://carasholat.com/" target="_blank">shalat</a> bersama imam (Jumatan) maka shalatlah sebagaimana shalatnya imam (2 rakaat). Dan jika kalian shalat di rumah, shalatlah empat rakaat.” (HR. Ibn Abi Syaibah 5154 dan Abdurrazaq dalam <i>Mushanaf</i> 5273).</p>
<p>At-Turmudzi mengatakan</p>
<p class="arab">وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ، قَالُوا: مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الجُمُعَةِ صَلَّى إِلَيْهَا أُخْرَى، وَمَنْ أَدْرَكَهُمْ جُلُوسًا صَلَّى أَرْبَعًا</p>
<p>Demikianlah yang dipraktekkan kebanyakan para ulama di kalangan sahabat Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> dan yang lainnya. Mereka mengatakan, ‘Siapa yang menjumpai satu rakaat shalat Jumat maka dia tambahkan satu rakaat lagi. Dan siapa yang menjumpai jamaah Jumatan telah duduk (tasyahud) maka dia harus shalat 4 rakaat.’ (<i>Jami’ at-Turmudzi</i>, 2:402).</p>
<p>Seperti itulah sikap para sahabat. Sebagai mukmin yang baik, selayaknya kita hanya mengikuti dan tidak mengambil pendapat tanpa dasar yang jelas.</p>
<p><i>Allahu a’lam.</i></p>
<p><strong>Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi keluarga dan rubrik kesehatan" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote>
<p>Artikel ini didukung oleh:</p>
<ul>
<li>Zahir Accounting. <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="dofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</li>
</ul>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor di video dan website dakwah di Yufid.com Network, silakan hubungi: marketing@yufid.org untuk menjadi sponsor.</p>
</blockquote>
 