
<h2><strong>Kepala Putus ketika Menyembelih?</strong></h2>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Tidak boleh mematahkan leher sebelum hewan benar-benar mati. Para ulama menegaskan, perbuatan semacam ini hukumnya makruh.</p>
<p>Ibnu Qudamah mengatakan,</p>
<p class="arab">(ولا يقطع عضو مما ذكي حتى تزهق نفسه) كره ذلك أهل العلم منهم عطاء، وعمرو بن دينار، ومالك، والشافعي ولا نعلم لهم مخالفا. وقد قال عمر رضي الله عنه: لا تعجلوا الأنفس حتى تزهق.</p>
<p>(Tidak boleh memotong anggota badan hewan yang disembelih, sampai mati). Para ulama memakruhkannya. Diantaranya Atha, Amr bin Dinar, Malik, as-Syafii, dan saya tidak tahu adanya ulama yang tidak sepakat dengan ini. Umar bin Khatab mengatakan, “Jangan terburu-buru mematahkan sampai dia mati.” (al-Mughni, 11/54).</p>
<p>Dinyatakan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, “Para ulama menegaskan makruhnya memutus kepala ketika menyembalih dengan sengaja. Khalil bin Ishaq dalam Mukhtashar-nya untuk Fiqih Maliki, ketika menyebutkan hal-hal yang dimakruhkan pada saat menyembelih, beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">وتعمد إبانة رأس</p>
<p>“Diantara yang makruh adalah secara sengaja memutus kepala” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 93893).</p>
<p>Demikian pula menguliti binatang, memasukkannya ke dalam air panas dan semacamnya, sebelum dia mati. Semua ini tidak boleh dilakukan kecuali setelah dipastikan hewan itu benar-benar telah mati.</p>
<p><strong>Jika Kepala Putus, Apakah Tetap Halal?</strong></p>
<p>Pendapat yang kuat bahwa hewan yang putus kepalanya ketika disembelih hukumnya halal.</p>
<p>Ibnu Qudamah melanjutkan penjelasannya,</p>
<p class="arab">فإن قطَع عضو قبل زهوق النفس وبعد الذبح فالظاهر إباحته; فإن أحمد سئل عن رجل ذبح دجاجة فأبان رأسها، قال: يأكلها. قيل له: والذي بان منها أيضا؟ قال: نعم.</p>
<p>Jika jagal mematahkan anggota badannya sebelum mati dan setelah penyembelihan, yang nampak hukumnya mubah. Karena Imam Ahmad ditanya tentang hukum orang yang menyembelih ayam, sampai kepalanya patah? Jawab Ahmad: “Ayam itu boleh dimakan.” Orang ini bertanya lagi, ‘Termasuk bagian yang terpotong, boleh dimakan?’ jawab Ahmad: Ya, boleh. (al-Mughni, 11/54).</p>
<p>Imam Al-Mawardi –salah satu ulama Madzhab Syafi’i– mengatakan,</p>
<p>“Diriwayatkan dari Imran bin Husain radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau ditanya tentang menyembelih burung sampai putus lehernya?Sahabat Imran menjawab, ‘boleh dimakan.”</p>
<p>Imam Syafi’i mengatakan,</p>
<p class="arab">فَإِذَا ذَبَحَهَا فَقَطَعَ رَأْسَهَا فَهِيَ ذَكِيَّةٌ</p>
<p><em>“Jika ada orang menyembelih, kemudian memutus kepalanya maka statusnya sembelihannya yang sah”</em> (Al-Hawi Al-Kabir, 15/224).</p>
<p>Allahu a’lam.</p>
<p><strong>Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 