
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya </em><a href="https://muslim.or.id/35460-__trashed-2.html"><em>Keimanan terhadap Al-Mizan (04)</em></a></p>
<p><b>Apakah Amal Orang Kafir Juga Ditimbang?</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam masalah ini, para ulama juga berbeda pendapat. Sebagian di antara mereka mengatakan bahwa amal orang kafir juga akan ditimbang pada hari kiamat. Hal ini berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an yang telah kami sebutkan di seri sebelumnya, di antaranya dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 8-9 dan surat Al-Anbiya’ ayat 47.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mereka mengatakan bahwa ayat-ayat tersebut bersifat umum, artinya berlaku untuk semua jenis manusia, baik muslim atau kafir.  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pendapat yang lain mengatakan bahwa amal orang kafir tidaklah ditimbang, berdalil dengan firman Allah <em>Ta’ala</em>:</span></p>
<p style="text-align: center;"><b>أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“<em>Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan penimbangan bagi (amalan) mereka pada hari kiamat</em>” </span><b>(QS. Al-Kahfi [18]: 105).</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat pertama, yaitu amal orang kafir juga akan ditimbang pada hari kiamat. Hal ini berdasarkan dalil-dalil yang bersifat umum, orang kafir termasuk dalam dalil umum tersebut serta tidak ada dalil yang mengkhususkannya (bahwa orang kafir tidak ditimbang). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun surat Al-Kahfi ayat 105 tidaklah menunjukkan bahwa amal orang kafir tidak ditimbang. Ayat tersebut hanyalah menunjukkan bahwa timbangan orang kafir tidak akan menjadi berat disebabkan oleh amal kebaikan mereka. Orang kafir tidak memiliki amal kebaikan sedikit pun, sehingga amal yang ditimbang untuk orang kafir bukanlah amal kebaikan dan keburukan. Ketika amal keburukan mereka diletakkan di satu daun timbangan, maka daun timbangan kejelekan itu pun menjadi berat. </span><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu Ta’ala a’lam.</span></i></p>
<p><b>Hikmah dari Keimanan terhadap <em>Al-Mizan</em></b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pembahasan terahir yang ingin kami sampaikan adalah berkaitan dengan hikmah dari keimanan terhadap <em>al-mizan</em>. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagian orang mungkin bertanya, apakah adanya <em>al-mizan</em> berarti bahwa Allah <em>Ta’ala</em> membutuhkan <em>al-mizan</em>, padahal Allah <em>Ta’ala</em> Maha Mengetahui kadar segala sesuatu sebelum dan sesudah penciptaannya? Lalu apa hikmah diletakkannya <em>al-mizan</em> untuk menimbang amal perbuatan para hamba-Nya?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Abu Ishaq Ats-Tsa’labi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan empat hikmah dari keimanan terhadap <em>al-mizan</em> dalam rangka menjawab pertanyaan di atas, yaitu:</span></p>
<p><b>Pertama, </b><span style="font-weight: 400;">sebagai ujian dari Allah <em>Ta’ala</em> kepada para hamba-Nya apakah mereka beriman terhadap <em>al-mizan</em> ketika di dunia.</span></p>
<p><b>Kedua, </b><span style="font-weight: 400;">Allah <em>Ta’ala</em> menjadikan <em>al-mizan</em> sebagai tanda (alamat) apakah seorang hamba akan selamat (masuk surga) atau akan mendapatkan siksaan (masuk neraka).</span></p>
<p><b>Ketiga, </b><span style="font-weight: 400;">untuk menunjukkan kepada para hamba-Nya adanya balasan di sisi Allah <em>Ta’ala</em> baik balasan amal kebaikan maupun kejelekan.</span></p>
<p><b>Keempat, </b><span style="font-weight: 400;">untuk menegakkan <em>hujjah</em> (bukti) kepada para hamba-Nya atas apa yang telah mereka perbuat di dunia. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(Lihat </span><i><span style="font-weight: 400;">Tafsir Ats-Tsa’labi, </span></i><span style="font-weight: 400;">4/216)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jelaslah bahwa Allah <em>Ta’ala</em> tidak membutuhkan <em>al-mizan</em>, karena Allah <em>Ta’ala</em> tidaklah membutuhkan satu pun dari makhluk-Nya.</span></p>
<p><b>Penutup</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikianlah beberapa pembahasan pokok yang terkait dengan keimanan terhadap <em>al-mizan</em> yang bisa kami sampaikan. Kita memohon kepada Allah <em>Ta’ala</em> agar dimudahkan dan diberi hidayah untuk beramal shalih sehingga memperberat timbangan amal kebaikan kita pada hari kiamat kelak. <em>Aamiin</em>.</span></p>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">***</span></p>
<p><em><strong>Baca juga:</strong></em></p>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/20431-kemuliaan-sejati-tempatnya-di-akhirat.html">Kemuliaan Sejati Tempatnya Di Akhirat</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/12088-soal-225-balasan-segera-di-dunia-menghilangkan-balasan-di-akhirat.html">Balasan Segera di Dunia Menghilangkan Balasan di Akhirat?</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/6494-bandingan-nikmat-dunia-dan-akhirat.html">Bandingan Nikmat Dunia dan Akhirat</a></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Diselesaikan di siang hari, Rotterdam NL, 10 Rabi’ul akhir 1439/ 29 Desember 2017</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,</span></p>
<p>Penulis: <a href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim">Muhammad Saifudin Hakim</a><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
<p><b>Referensi:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pembahasan ini kami himpun dari kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut: Masaa’il wa Dalaa’il, </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Ahmad bin Muhammad bin Shadiq An-Najaar, cet. Daar An-Nashihah tahun 1434, hal. 195-209.</span></p>
 