
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz</strong></span></p>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Apakah anak kecil yang belum baligh bila naik haji sudah dianggap menunaikan haji wajib yang merupakan rukun Islam?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Anak kecil boleh naik haji. Ketika ia sudah paham tentang ibadah haji lalu ia menunaikan haji, itu menjadi ibadah <em>nafilah</em> (sunnah) baginya. Dan ia mendapatkan pahala dari ibadah hajinya. Namun tidak membuatnya dianggap sudah menunaikan haji wajib yang merupakan rukun Islam. Nabi<em> Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">أيما صبي حج ثم بلغ الحنث فعليه أن يحج حجة أخرى</p>
<p>“<em>anak kecil manapun yang berhaji kemudian setelah baru mencapai baligh, maka ia wajib untuk berhaji lagi</em>” (HR. Al Baihaqi no. 9865).</p>
<p>Dan seorang shahabiyah pernah bertanya kepada Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>, ketika itu shahabiyah tersebut bersama seorang anak kecil, ia bertanya: “<em>apakah anak ini hajinya sah?</em>“. Nabi menjawab:</p>
<p style="text-align: right;">نعم ولك أجر</p>
<p>“<em>Iya, dan engkau juga mendapat pahala</em>” (HR. Muslim no. 1336).</p>
<p>Dan para sahabat juga berkata:</p>
<p style="text-align: right;">كنا نلبي عن الصبيان ونرمي عنهم</p>
<p>“<em>Dahulu kami men-talbiyahkan anak-anak dan melempar jumrah untuk mereka</em>“.</p>
<p>***</p>
<p>Sumber: http://www.binbaz.org.sa/fatawa/662</p>
<p>Penerjemah: Yulian Purnama</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
 