
<blockquote>
<h2 style="text-align: center;">Agama ini datang untuk mendatangkan mashlahat dan menolak mudlarat</h2>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Karena semua perintah Allah pasti mashlahatnya murni atau lebih besar dari mudlaratnya seperti sholat, zakat, puasa, haji, berbakti kepada orang tua dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga larangan Allah, pasti semuanya mengandung mudlarat yang murni atau lebih besar dari mashlahatnya seperti syirik, bid’ah, sihir, riba, zina, judi dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka semua yang mashlahatnya murni atau lebih besar adalah perkara yang diperintahkan.<br>
dan semua yang mudlaratnya murni atau lebih besar adalah perkara yang dilarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila mashlahat dan mudlaratnya sama besar, maka lebih baik ditinggalkan agar tidak jatuh kepada yang dilarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, terkadang sebagian orang memandang suatu mashlahat padahal sebetulnya tidak.<br>
seperti perayaan maulid Nabi, perayaan isra dan mi’raj dan sebagainya.<br>
karena tanpa perayaan tersebut mencintai Nabi dapat dilakukan dengan yang sesuai syariatnya seperti menuntut ilmu syariat dan mengamalkannya.<br>
di zaman khulafa rasyidin islam semakin jaya tanpa perayaan tersebut, bahkan kecintaan mereka kepada Nabi melebihi orang orang yang merayakan maulid.<br>
itu menunjukkan bahwa perayaan maulid tidak memberi mashlahat apapun untuk agama. Dan tidak memberi mudlarat apapun bila ditinggalkan.<br>
justeru perayaan tersebut memberi mudlarat terhadap agama dari sisi menambah nambah syariat yang tidak pernah diizinkan oleh Allah Azza wajalla.</p>
 