
<p>Kalau dipaksa, maka tidak dikenai dosa. Maksudnya bagaimana?</p>
<p> </p>
<p>Syaikh As-Sa’di <em>rahimahullah</em> dalam bait sya’irnya berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَالخَطَاءُ وَالإِكْرَاهُ وَالنِّسْيَانُ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أَسْقَطَهُ مَعْبُوْدُنَا الرَّحْمَانُ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">لَكِنْ مَعَ الإِتْلاَفِ يَثْبُتُ البَدَلُ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَيَنْتَفِي التَّأْثِيْمُ عَنْهُ وَالزَّلَلُ</p>
<p style="text-align: center;"><em>Tidak sengaja, dipaksa dan lupa,</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Maka Allah -sesembahan kita yang Maha Pengasih- menggugurkan dosa</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Akan tetapi jika ada penghancuran, mesti ada ganti rugi,</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Namun untuk dosa dan kekeliruan tidaklah dikenakan</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Dua Bentuk Memaksa</span></h4>
<p>Dipaksa berarti membawa orang lain pada sesuatu yang tidak ia inginkan dan tidak ia harapkan.</p>
<p>Memaksa itu ada dua bentuk:</p>
<p>Pertama: Memaksa yang membuat tidak ada pilihan sama sekali, seperti orang yang akan dilempar dari ketinggian. Bentuk pemaksaan seperti ini dinamakan <strong><em>ikrah mulji’</em></strong>.</p>
<p>Kedua: Memaksa yang tetap masih ada pilihan, seperti orang yang ditakut-takuti untuk dibunuh, dipotong anggota tubuhnya, dipenjara atau dipukul. Bentuk pemaksaan seperti ini dinamakan <strong><em>ikrah ghairu mulji’</em></strong>.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Syarat Disebut Suatu Perbuatan Dipaksa</span></h4>
<p> </p>
<ul>
<li>Orang yang memaksa mampu untuk mewujudkan apa yang ia ancam.</li>
<li>Orang yang dipaksa tidak mampu untuk mencegah apa yang dipaksa padanya.</li>
<li>Orang yang dipaksa punya sangkaan kuat kalau yang memaksa bisa mewujudkan apa yang ia ancam.</li>
<li>Yang diancam itu akan segera dilaksanakan, bukan suatu yang tertunda.</li>
</ul>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi:</span></h4>
<p><em>Syarh Al-Manzhumah As-Sa’diyah fi Al-Qowa’id Al-Fiqhiyyah</em>. Cetakan kedua, tahun 1426 H. Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir bin ‘Abdul ‘Aziz Asy-Syatsri. Penerbit Dar Kanuz Isybiliya.</p>
<p>—</p>
<p><a href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul</a>, 18 Dzulhijjah 1437 H</p>
<p>Oleh: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><a href="http://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a>, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam</p>
<p>Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=sms.com.rumaysho"><strong>di sini</strong></a>.</p>
 