
<p>Jika seorang hamba membenci takdirnya, maka ia harus memperhatikan enam hal berikut ini:</p>
<ol>
<li>
<strong>Sisi Tauhid</strong>. Allah lah yang menentukan, menghendaki dan menciptakannya. Jika Allah tidak berkehendak maka sesuatu tidak akan terjadi.</li>
<li>
<strong>Sisi Keadilan</strong>. Kebijakan Allah sangat tepat dan keputusan-Nya sangat adil.</li>
<li>
<strong>Sisi Rahmat</strong>. Rahmat Allah dalam ketetapan ini mengalahkan kemurkaan dan kedendaman-Nya.</li>
<li>
<strong>Sisi Hikmah</strong>. Allah menakdirkan sesuatu tidak sia sia. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya.</li>
<li>
<strong>Sisi Puji Syukur</strong>. Hanya Allah lah yang memiliki segala bentuk pujian dari segala penjuru.</li>
<li>
<strong>Sisi Ubudiyyah</strong>. Manusia adalah hamba bila di tinjau dari segala segi, maka berlaku atasnya hukum dan keputusan tuannya; yaitu hukum keberadaan, kepemilikan dan pengabdiannya. Rabb akan mengatur hamba-Nya dibawah peraturan-peraturan-Nya seperti peraturan keagamaan. Dialah referensi segala hukum yang berlaku bagi para hamba-Nya.</li>
</ol>
<p>—</p>
<p>Muslimah.Or.Id</p>
<p>Sumber:  Al Fawaid – Ibnul Qayyim <span class="arab">رحمه الله</span></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 