
<p><span style="font-weight: 400;">Umar bin al-Khattab mengatakan, </span></p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">إذا سمعت الكلمة تؤذيك فطأطئ لها حتى تتخطاك</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika anda mendengar kata-kata yang menyakitkan dirimu tundukkanlah kepalamu sehingga kata-kata tersebut berlalu.” (<em>Al-Aqd al-Farid</em> 2/130) </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam hidup kita tidak lepas dari mendengar kata-kata yang menyakitkan hati dari isteri, suami, anak, kawan, tetangga dll. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kata-kata yang menyakitkan ini jika dimasukkan ke dalam hati hanya membuat kita terhalang untuk bahagia. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sikap yang tepat adalah anggaplah kata-kata tersebut bagaikan angin lalu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika kata-kata tersebut membuat kita jengkel solusinya adalah tundukkan kepala beberapa saat lamanya sampai dia berlalu”.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah itu angkat kepala sambil senyum manis kepala orang yang mengucapkan kata-kata tersebut. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Insya Allah dengan kiat ini hati kita tetap bahagia. </span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
<p> </p>
 