
<p>Ada yang berolahraga seharian, dari bakda Shubuh hingga siang. Tujuannya untuk menyehatkan badan. Padahal, waktu kita sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih manfaat. Karena bisa jadi olahraga yang dilakukan sudah terlalu berlebihan.</p>

<h2>Betul Sekali, Sehat itu Nikmat</h2>
<p>Dalam suatu hadits disebutkan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ</span></p>
<p>”<em>Ada dua kenikmatan yang banyak </em><em>manusia tertipu</em><em>, yaitu nikmat sehat dan waktu </em><em>senggang</em><em>”.</em> (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas).</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/634-nikmat-sehat-dan-waktu-luang-yang-membuat-manusia-tertipu.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Nikmat Sehat yang Dilupakan</span></a></strong></span></p>
<p>Dalam hadits lainnya disebutkan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ</span></p>
<p>“<em>Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.</em>” (HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69, shahih kata Syaikh Al Albani)</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/1843-sehat-lebih-baik-dari-kaya.html" target="_blank" rel="noopener">Sehat Lebih Baik dari Kaya</a></span></strong></span></p>
<p> </p>
<h2>Aturan dalam Olahraga</h2>
<p>Tujuan olahraga adalah untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat, menguatkan tubuh, mengatur pernapasan, serta membantu meningkatkan kekebalan tubuh.</p>
<p>Dari situs web klikdokter.com telah disebutkan mengenai aturan dalam berolahraga.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, mesti melakukan pemanasan atau peregangan untuk mempersiapkan otot dan sendi. Jika tidak diawali dengan pemanasan, bisa membuat cedera.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, berolahraga jangan terlalu berlebihan karena bisa berbahaya, bisa sampai berisiko mengalami henti jantung.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, perhatikan gerakan yang dilakukan karena olahraga tidak hanya sekadar mengandalkan otot, tetapi juga otak. Olahraga yang tidak benar akan mengakibatkan cedera sendi, otot, urat, atau tendon.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, olahraga dan istirahat harus seimbang. Waktu istirahat atau pemulihan yang kurang akan berdampak pada fungsi otot dan juga kebugaran kita.</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/20957-doa-agar-nikmat-tidak-hilang-dan-musibah-tidak-datang-secara-mendadak.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Doa Agar Sehat, Nikmat Tidak Hilang, Musibah Tidak Datang Mendadak</span></a>
</h4>
<p> </p>
<h2>Olahraga Mesti Ingat Waktu</h2>
<p>Ingat, waktu sehari kita itu bukan hanya untuk berolahraga saja.</p>
<p> </p>
<blockquote>
<p>Ada waktu untuk ibadah</p>
<p>Ada waktu untuk ngaji ilmu</p>
<p>Ada waktu untuk keluarga</p>
<p>Ada waktu untuk istirahat</p>
<p>Ada waktu untuk mencari nafkah</p>
</blockquote>
<p> </p>
<p>Bagilah masing-masing waktunya, jangan terlalu berlebihan pada salah satu.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyetujui nasihat Salman kepada Abu Darda’:</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَلأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، فَأَعْطِ كُلَّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ<span class="Apple-converted-space"> </span></span></p>
<p>“<i>Sesungguhnya bagi Rabbmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu juga ada hak. Maka penuhilah masing-masing hak tersebut</i><b>.</b>“(HR. Bukhari, no. 1968)</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/3589-nasehat-salman-pada-abu-darda-tunaikan-hak-allah-hak-dirimu-dan-keluargamu.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Nasehat Salman pada Abu Darda’, Tunaikan Hak Allah, Hak Dirimu dan Keluargamu</span></a></strong></span></p>
<p> </p>
<h2>Olahraga Bisakah Jadi Ibadah?</h2>
<p>Ada perkataan ulama:</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">كَمْ مِنْ عَمَلٍ يَتَصَوَّرُ بِصُوْرَةِ عَمَلِ الدُّنْيَا ثُمَّ يَصِيْرُ بِحُسْنِ النِّيَّةِ مِنْ أَعْمَالِ الآخِرَةِ</span></p>
<p>“Betapa banyak amalan yang berbentuk amalan dunia kemudian karena niat yang baik berubah menjadi amalan akhirat.” (<em>Ta’lim Al-Muta’allim Thariq At-Ta’allum</em> karya Imam Az-Zarnuji)</p>
<p>Contoh yang dimaksud adalah amalan dunia yang asalnya tidak berpahala, lalu diniatkan baik untuk menguatkan dalam ibadah seperti:</p>
<ul>
<li>Makan dengan tujuan untuk menguatkan dalam ibadah, maka berubah menjadi amalan akhirat.</li>
</ul>
<p>Lihat <em>Ta’lim Al-Muta’allim Thariq At-Ta’allum, Syarh Al-Imam Al-‘Allaamah Asy-Syaikh Ibrahim bin Ismail. </em>Penerbit Al-Maktabah Al-Anwariyah, hlm. 25.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan olahraga, bisakah juga seperti maksud di atas?</p>
<p>Silakan renungkan.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/1807-aturan-islam-dalam-olahraga-sepakbola.html" target="_blank" rel="noopener">Aturan Islam dalam Olahraga Sepakbola</a></span></strong></span></p>
<p> </p>
<p>—</p>
<p><a href="https://darushsholihin.com">#DarushSholihin</a>, 18 Muharram 1443 H, 26 Agustus 2021</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/about-me"><strong>Muhammad Abduh Tuasikal </strong></a></span></p>
<p><strong>Artikel <a href="https://rumaysho.com"><span style="color: #ff0000;">Rumaysho.Com</span></a></strong></p>
 